Minggu, 26 September 2010

one day in tenggarong: mulawarman museum

agustus 19 2010 notes
hello pals!


hari kedua di samarinda saya bangun kesiangan. cape yang kemaren belum ilang hehe. sesuai rencana, saya akan jalan-jalan ke tenggarong, kutai kertanegara. jarak samarinda-tenggarong kira-kira 1 jam kalo jalanan lancar. mobil mas-nya yudha udah siap dari pagi, jadi jam 10 kita langsung tancap gas. brum brum.

perjalanan samarinda-tenggarong bisa dibilang menyenangkan. jalannya berkelok-kelok, naik turun bukit, kanan kiri hutan semua. persis kaya jalan dari balikpapan ke samarinda kemarin. perjalanan lancar-lancar aja, sehingga dalam waktu kurang dari satu jam, kita udah nyampe di kota tenggarong.
first impression, kotanya gak terlalu gede ya, tapi apik, tata ruang-nya bagus. saya kira awalnya tenggarong ini letaknya di pesisir pantai karena kata yudha, saya mau diajakin ke pulau kumala. ternyata dan ternyata tenggarong bener-bener jauh dari pesisir. nah loh, pulau kumalanya?

ternyata yang dimaksud pulau kumala adalah delta sungai mahakam. ntar deh saya cerita lebih lanjut. seneng deh akhirnya saya bisa berkunjung ke tanah kerajaan hindu tertua di indonesia ini.

mau tau saya kelayapan kemana aja di tenggarong? yuk mari

-museum mulawarman
-



destinasi pertama kita di kota tenggarong adalah museum mulawarman. museum ini terletak tepat di pinggir sungai mahakam, nggak terlalu jauh dari pusat kota. di depan museum bertengger patung besar hewan aneh yang belum pernah saya tau sebelumnya. saya baru ngerti waktu yudha ngasi tau kalau patung besar itu adalah patung lembu swana, lambang kerajaan kutai. lembu swana itu hewan berkaki empat dengan muka aneh, punya belalai kaya gajah, punya mahkota kaya raja, punya sayap kaya burung, punya taji kaya ayam, tapi kulitnya bersisik kaya ikan dan punya mahkota kaya raja. nah loh bingung kan? lah, kok namanya jadi ‘lembu’ ya? saya aja bingung banget awalnya. patung ini sendiri cuma replikanya doang, yang aslinya ada di dalam museum. patung lembu swana yang asli dibuat di myanmar tahun 1850 dan nyampe di kerajaan kutai sekitar tahun1900, pas kutai udah jadi kesultanan islam. lembu swana ini diyakini sebagai tunggangan batara guru.

oh iya, belakangan saya tau kalau lembu swana ini udah kaya semacam ikon di kalimantan timur. soalnya dari nama mall di samarinda sampai merk pipa paralon semuanya dengan label ‘lembu swana’






on the center room, singgasana raja, lembu swana yang asli, sama grand umbrellas

grand umbrellas, original lembu swana, king's paint

setelah puas ngambil gambar si lembu aneh, saya masuk ke dalam museum. dengan 2500 rupiah saya bisa berkeliling museum sepuasnya. museum ini dulunya merupakan keraton kesultanan kutai kertanegara. dulunya sempet kebakar katanya, tapi dibangun lagi tahun 1963 dan diresmikan tahun 1971. museumnya terdiri dari dua lantai: lantai atas dan basement. lantai atas itu menyimpan benda-benda peninggalan kerajaan kutai baik jaman hindu maupun jaman islam. nah, di basementnya menyimpan koleksi keramik cina, peninggalan kolonial belanda, dan benda-benda budaya indonesia.

di ruang paling depan bagian tengah, bisa kita benda-benda kebanggaan kerajaan kutai. pertama, jelas lembu swana yang asli. gak terlalu gede sih, tapi keliatan kokoh padahal usianya udah nyampe 150 tahunan. di ruangan ini juga terdapat singgasana raja, tempat duduk raja dan permaisuri dalam acara resmi kerajaan. singgasana ini dibuat dengan gaya eropa sama orang belanda, dr van der lubbe. selain itu juga ada payung kebesaran (grand umbrellas) yang dipake buat penyambutan tamu-tamu resmi serta beberapa lukisan sultan kutai. semua di ruangan ini ada keterangannya, bahasa indonesia, juga inggris. jadi kalo bule-bule kesini juga pasti ngerti.

ini juga beberapa benda peninggalan kutai:


left top: kalung wisnu, kalung emas 24 karat sedangkan garuda dibelakangnya 18 karat. kalung ini dipakai saat acara penobatan sultan kutai. left center: kura-kura emas. dibuat dari dari emas 18 karat. kura-kura emas ini dianggap sebagai penjelmaan dewa wisnu. dewa ini kurang kerjaan ya, pake acara ngejelma jadi kura-kura segala. left bottom: arca emas, arca seorang brahmana lagi duduk bersila, dibuat dari emas 24 karat ditemukan di desa lang lebong, kutai kertanegara. gak ada penjelasan lebih lanjut. tapi kayanya arca ini dianggap suci bagi orang kutai zaman hindu. right: crown, mahkota sultan kutai pada masa sultan sulaiman.

harpa dan penginangan: harpa, alat musik petik dan penginangan, tempat sirih. ini merupakan benda hasil exchange dengan myanmar.


cap kerajaan, beberapa tanda pangkat, dan jubah kebesaran sultan kutai, yang dipakai saat penobatan raja.

di kiri ruangan ada rak-rak berisi koleksi topeng, ada topeng yang mukanya masih kaya manusia sampai yang muka-muka lonjong, gak jelas makhluk apa. hehe. topeng-topeng seperti ini biasanya dipakai saat pesta erau, yaitu pesta rakyat terbesar di kalimatan timur, selalu diadakan satu tahun sekali, dan didatangi oleh ribuan turis mancanegara. sialnya, erau baru saja selesai diadakan satu bulan sebelum saya nyampe disini. kata yudha, kalau erau mau diadakan, tenggarong ini rame didatangi turis-turis luar, sampai nggak bisa dihitung saking banyaknya.

masuk ke tengah kita bisa liat koleksi gamelan untuk upacara sama miniatur candi-candi hindu. hal yang paling menarik buat saya di museum ini adalah prasasti yupa. tau kan? haha. kalo lo belajar sejarah bener-bener pas smp dan sma pasti inget deh. prasati yupa ini adalah peninggalan kerajaan kutai kertanegara jaman hindu. jumlahnya ada 7 buah, merupakan bukti bahwa kerajaan kutai merupakan kerajaan hindu tertua di indonesia. di dalamnya berisi penjelasan mengenai apa aja yang dilakukan raja mulawarman sebagai raja termahsyur. semua prasasti ditulis dengan huruf pallawa, bahasa sansekerta, beberapa udah ada yang bisa diartikan, beberapa yang lain belum tau artinya apa sampai saat ini. saya excited banget pas ngeliat prasasti-prasasti ini, soalnya dulu bisanya cuma liat di buku sejarah doang. tapi belakangan saya sadar kalo yang dipajang di museum cuma replikanya doang. sementara yang asli ada di museum nasional di jakarta. beh, kecewa deh penonton.

beberapa isi prasasti yang sempet saya baca:


“menyambut raja yang kuat, mulawarman seorang raja yang agung dan termasyur telah mendermakan peristiwa itu telah dicatat di tempat suci. mulawarman telah memberikan kepada brahmana-brahmana hadiah-hadiah air, minyak, sapi yang berwarna kekuning-kuningan, biji wijen dan sebelas ekor sapi jantan.”

“sang maharaja kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mahsyur sang acwawarman namanya, yang seperti sang ancuman (dewa matahari), sang acwawarman mempunyai putra tiga. yang terkemuka diantara ketiga putra itu adalah mulawarman, raja yang berperadapan baik, kuat dan kuasa. mulawarman mengadakan selamatan emas banyak. buat peringatan itulah tugu batu ini didirikan oleh brahmana”

“sang mulawarman, raja yang mulia dan terkemuka, memberikan sedekah 20000 ekor sapi kepada brahmana yang seperti api didalam tanah yang sangat suci waprakecwara. buat peringatan kebaikan budi sang raja itu, tugu ini telah dibuat oleh brahmana yang datang ke tempat ini”

kalo saya pikir-pikir, orang jaman dulu itu kayannya bener-bener menjunjung tinggi rajanya ya. beda banget sama jaman sekarang. presiden kita udah mati-matian ngejalanin tugas, yang dia dapet cuma hujatan dari rakyatnya. pathetic!

berhenti sejenak memikirkan pemerintahan hehe,
di samping prasasti-prasasti saya juga nemu arca-arca hindu. ini nih:


mask collections on left of the room


gamelan collections


prasasti-prasasti


statues aka arca

left top: arca mahakala, arca bermuka seram, berkumis, pendek dan gempal memakai hiasan anting-anting bulat besar, mahkota, upwita polos dan ikat pinggang. tangan kiri memegang gada. mahakala ini katanya merupakan perwujudan dari dewa sywa. arca ditemukan tahun 1847 di goa kombeng. left bottom: arca brahma. arca ini terpisah antara kepala dengan leher. arca digambarkan sebagai brahma yang duduk bersila, memiliki 4 wajah yang menghadap ke 4 arah mata angin. juga memiliki 4 tangan. right: arca dewi, sama dengan arca brahmana, arca dewi ditemukan juga dalam keadaan kepala dan leher terpisah.

puas ngeliat arca, saya terusin ke ruang belakang. di ruang belakang ini menyimpan benda-benda budaya kalimantan timur. contohnya, dari alat tenun ulap doyo, tenunan khas dayak kalimantan timur. tenun ulap doyo ini dibuat panjang dengan bahan dasar serat daun doyo. motifnya flora dan fauna serta kehidupan religious suku dayak, biasanya dikerjakan kaum wanita. tenun ini berkembang di kutai, tanjung isuy, pentat, muara dayan dan puncak labu. selain itu ada juga maket legenda putri karang merenu yaitu lagenda munculnya seorang putri dari sungai mahakam dijunjung oleh seekor naga dan lembusuana dari dalam gong, berbantal keris dan tangan kiri memegang telur. lagenda di kalimantan timur ini emang ribet-ribet ya.

beralih ke basement, saya ngeliat manekin dengan pakaian adat seluruh indonesia, guci-guci cina, dan teko jaman belanda. gak terlalu wah juga sih saya ngeliatnya, soalnya yang beginian hampir ada di semua museum di indonesia. contohnya yang pernah saya liat di museum balla lompoa, kabupaten goa sulawesi selatan. dari basement, saya langsung ke pemakaman raja dan sultan kutai di belakang museum. sayangnya makam-makam lagi direkonstruksi, jadi saya nggak bisa masuk. cuma bisa motret dari luar aja.

indonesian mannequin


top-down:
gucci collections, king's room, putri karang melenu lagend mockup,
and tenun ulap doyo tools



museum from some angle


king's interments


souvenir shops

abis jalan-jalan, gak lengkap rasanya kalo nggak singgah di souvenir shop. ss nya di pojok belakang museum setelah lewat makam raja. disini saya beli dua buah kaos dayak kalimantan timur dan keychain orang dayak. kaos yang awalnya 60rebu satu pcsnya bisa saya tawar jadi 50rebu dua. hehe. ternyata emang bener kalo orang padang jago soal tawar menawar.




yang mau mengunjungi museum mulawarman, nih alamatnya:
museum mulawarman, jln. diponegoro no 26, telp. (0541) 661412 fax. (0541) 66250, tenggarong, kalimantan timur.

next destination:
still in tenggarong, buaya 6 meter di museum kayu,
bersampan-sampan ke pulau kumala,
anggrek di waduk panji sukarame,
nongkrong di jembatan mahakam 2
samarinda,

so fellas, please keep on your seat!

22 blabla(s):

Senjana Jingga mengatakan...

belum kesampaian melancong ke luar dari pulau jawa euy...

asikin jalan-jalannya terus ah...

Hans Brownsound ツ mengatakan...

hehehe. ayoooo..buruan jalan-jalan ca, sebelum masuk dunia kerja. haha.
kalo udah kerja mah, susah buat jalan2..
hehehe

Gogo Caroselle mengatakan...

aihh kayanya seru!
kapan2 aku pengen ke kalimantan,
semoga terwujud, aminn....

museumnya kayanya seru yah hans,
and you look like you have fun! :)

Viaviot mengatakan...

keren uda!
jadi serasa ikut ke Tenggarong juga...

last pic.nya 2 djempoel dah :D

Shatirah-Dstation mengatakan...

warh.that place so historical.

:)

didi-aNNa mengatakan...

waaaa!!!
hans poie jalan2..
it seems u really like travelling ya. ;))

agree with u! enjoy touring before get paid later. :D

Senjana Jingga mengatakan...

tergantung dong kerja apa dulu...hehehe. kalau kita yang jadi bos, punya duit sendiri langsung melancong...heuheu

Hans Brownsound ツ mengatakan...

gogo
nice to see u here gogo!
amin. kalo ada niat, pasti kesampaian kok.
iya. manteb deh museumnya. masih keurus. kapan2 kesana ya go,
ditunggu ceritanya :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

viot
waa. ada orang kalimantan nih.
udah pernah ke sono blum vi?
btw, thanks complimentnya ya.
ure so kind :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

shatirah
yipi. mind to visit?

Hans Brownsound ツ mengatakan...

didi
haha. everyone does di!
:D
btw i love all of ur pics in malacca!

Hans Brownsound ツ mengatakan...

senjana jingga
bhahaha. gimanapun hebatnya kita, nggak bisa langsung jadi bos kan ca? mesti mulai karir dari paling bawah dulu.
butuh bertahun2 dulu kalau mau jadi bos.
setuju?
hehe

Viaviot mengatakan...

uda Hand: hehe...prnh dlu skli uda wkt SMA,grtis pula dibiayain daerah :D
kpn2 pgn k Padang jg nih uda, ada apa aj dsna?

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ada apa ajaa.
ayo nabung nabung.
ntar diajakin jalan kemana-mana deh. hayok! hehehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ada apa ajaa.
ayo nabung nabung.
ntar diajakin jalan kemana-mana deh. hayok! hehehe

zulhamhafid mengatakan...

Tenggarong mang keren,,, ada sky tower-nya? nice post Hans...

AndilineThea mengatakan...

boleh jujur ga? kalo liat dari foto-foto lo, lo lebih pantes jadi model wkwkwkw

Hans Brownsound ツ mengatakan...

zulham:
iya. sayangnya aku gak bisa naik sky towernya. waktu aku kesana lagi sepi.
gak seru ah.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

andiline: wahaha. serius?
thank you thank you
:D

Mia Arsyad mengatakan...

gw org sini, malah blm ksana :(

Hans Brownsound ツ mengatakan...

Mia: waaaa, rugi! hehehe

Ahadian Rakhmadi mengatakan...

Awesome...!!!! great indonesian culture

 

Blog Template by