Senin, 20 Desember 2010

candi cangkuang, garut, jawa barat

Day 3



7 desember 2010, hari ketiga saya di jatinangor. Berhubung lagi hari libur nasional, saya dan temen-temen SMA saya berencana jalan-jalan. Sesuai rencana kami akan keliling-keliling garut dan ujungnya di pantai selatannya garut, saya juga lupa namanya apa. Saking niatnya saya dan temen-temen kemarinnya langsung carter mobil dan sopir untuk hari ini.

Kita berangkat dari jatinangor sekitar jam tujuh tigapuluh. Sepanjang jalan kita disuguhi pemandangan yang hijau. Sawah dan hutan di kanan kiri. Kita sempat berenti untuk isi bensi dan beli jajanan. First destination kita adalah yang paling deket yaitu candi cangkuang yang terletak di kecamatan Leles, Garut. Kita nyampe disana sekitar jam sembilan-an. Kita bisa memasuki kawasan candi dengan retribusi dua rebu rupiah. Murah ya? Iya murah. Tapi itu baru retribusi masuknya. Ternyata candi cangkuang itu terletak di pulau di tengah danau yang namanya Situ Cangkuang. Untuk ke pulau itu kita harus naik rakit dengan biaya empat rebu rupiah. Itu juga harus nunggu penuh.

on the way


the scenery


the rakit *wekeke


infront of situ cangkuang


unlimited narcist

Sambil nunggu penuh di rakit, saya dan temen-temen langsung pasang gaya. Jeprat sana sini. Mohon dimaklumi saja kenarsisannya. Disana saya juga kenalan sama seorang bapak sama istrinya yang lagi liburan juga. Bapak itu kerja sebagai asisten rektor di salah satu universitas di philipines. Kami sama-sama orang Indonesia, tapi ngomongnya pake bahasa inggris, luar biasa sekali saudara-saudara. Saya sempat kewalahan juga sih jawab pertanyaannya, soalnya bahasa inggrisnya cap cip cus. Dia nanya saya kuliahnya dimana. Trus ya saya jawab, di IPDN. Dia berubah jadi excited gitu, dan alhasil saya harus mendapatkan kuliah penyegar rohani tujuh menit, diceramahin gimana calon pemerintah yang baik itu gimana.

Dari pinggir danau ke pulau nggak memakan waktu lama. Cuma lima sampe sepuluh menitan aja. Di pulau, kita harus muter dulu baru bisa ke candinya. Candinya ternyata nggak terlalu gede, juga gak terlalu tinggi. Bentuknya segi empat, kira-kira 5 x 5 meter doang. Yang saya bingung, kenapa ada candi hindu sementara disana juga terdapat pemakaman muslim. Saya dapat jawabannya, ntar saya cerita.

Candi cangkuang ini merupakan candi hindu, ditemukan tahun 1966 serta dipugar dan diresmikan tahun 1978. Ternyata, candi cangkuang tersebut bentuknya nggak seperti yang kita liat saat ini. Gak ada yang tahu persis seperti apa bentuk aslinya. Yang sekarang ini cuma hasil rekayasa, hanya sekitar 35 persen aja yang mempertahankan bentuk aslinya. Didalamnya juga ada arca siwa yang wajahnya udah gak keliatan lagi.

diatas rakit


diatas rakit (lagi)


top: the bapak dan the ibuk yang i ceritain itu
bottom: andhini mengambil tempat saya haha

didepan candi


prikitiew! :))


infront of temple


one house on kampong pulo


begaya lagi


ini dia candinya


Mengenai danau itu. Ada legenda yang bilang kalau danau Cangkuang atau ‘situ Cangkuang’ dalam bahasa sunda ini terbentuk saat seseorang yang namanya Arif Muhammad membuat parit dari sungai Cipapar untuk keperluan wudhu. Ceritanya jaman dulu itu, Arif Muhammad itu seorang panglima perang melawan belanda yang waktu kalah melawan belanda, kesasar ke desa cangkuang. Saat itu penduduk desa cangkuang agamanya masih hindu. Karena Arif Muhammad orangnya baik dan gak menye-menye, akhirnya dia diterima di Kampung orang Cangkuang tersebut. Perlahan-lahan ajaran islam yang dia bawa sedikit demi sedikit mulai diterima sama penduduknya. untuk mengokohkan ajaran islam, maka Arif Muhammad (sorry ye, saya manggil nama aje nih, gak pake embel-embel) membangun masjid yang menghadap ke barat, sesuai arah kiblat. Untuk wudhu-nya ia membuat parit dari sungai Cipapar, dan bamm, jadilah danau cangkuang. Sampe saat ini masjid tersebut masih ada di pulau ini. Nah, jadi jelas, kenapa ada makam-nya Arif Muhammad di dekat candi. Nah, yang jadi pertanyaan sekarang, kan kita tau tuh kalo islam udah diterima, jadi kenapa candi masih dipertahankan?

Ada beberapa cerita bilang kalo Arif Muhammad menghargai agama hindu. Jadi waktu islam udah masuk ke desa Cangkuang, semua candi memang dihancurkan, tapi disisakan satu buat membuktikan budaya hindu pernah ada disana. Ada lagi yang bilang kalo candi-candi yang lain itu dibenamkan ke tanah dengan tangan kanan Arif Muhammad. Katanya orang jaman dulu kan sakti-sakti gitu. Ini menurut legenda loh. personally, saya nggak percaya sama legenda-legenda begitu.

Setelah puas foto-foto di candi, saya dan temen-temen jalan ke kampung adat-nya orang cangkuang. namanya kampung Pulo. Ini yang kata legenda merupakan tempat tinggalnya Arif Muhammad. Arif Muhammad punya tujuh anak, enam perempuan dan satu laki-laki. Ini juga yang menjadi dasar membangun rumah di kampung Pulo ini. Disini Cuma ada enam buah rumah, gak boleh ditambah. Enam rumah ini melambangkan enam anak perempuan Arif Muhammad. Sedangkan anak laki-lakinya dilambangkan dengan sebuah masjid di tengah-tengah. Jadi menurut teori saya, Arif Muhammad itu nikah sama gadis Cangkuang.

Kata Rama, disini Cuma boleh dihuni sama enam kepala keluarga, kalau lebih yang lain harus tinggal di luar desa cangkuang. Masyarakatnya masih memegang teguh syariat islam dan juga adat istiadat. Setelah puas keliling-keliling, saya dan temen-temen melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, Curug Orok!

To Be Continued
*udah kaya sinetron aja*

4 blabla(s):

Enno mengatakan...

jiaaah dia ke garut ga bilang2!
aku kan jg lagi di garut!

hahaha....

keren kan kampung gue? :P

Hans Brownsound ツ mengatakan...

oh, jadi orang garut enn?
kok gak bilang2 sih *giliran aku nih yg nanya*
keren!
trus tinggal di garut juga?

Enno mengatakan...

skrg lagi di garut... paling sampe 100 harinya nyokap deh...

wah kayaknya selama di garut udah kemana2 ya...
beli jaket kulit ga? di garut murah, klo udah sampe kota laen, apalagi jkt harganya bisa jutaan hehe

*berasa duta budaya neh*

wkwkwk

Hans Brownsound ツ mengatakan...

iya. udah keliling2, walaupun dapat pengalaman tidak mengenakkan di curug orok.
iya enn? loh, aku gak tau!
emang di daerah mana tokonya?

 

Blog Template by