Sabtu, 26 Maret 2011

mandala monument

HELLO READERS!
Beberapa minggu lalu saya nemenin temen ke makassar trade center untuk benerin printer. Niat awalnya abis benerin printer, langsung pulang. tapi tetep aja, kalo udah jalan bertiga (you-know-who) ujung-ujungnya jalan kesana kemari. Setelah benerin printer dan makan gorengan di pasar sentral, kami jalan, seperti biasa tanpa arah dan tujuan. Beruntung kami akhirnya ketemu yang namanya Monumen Mandala. Selama dua tahun saya tinggal di Makassar, saya belum pernah samasekali masuk ke monumen ini, walaupun hampir tiap weekend mondar mandir didepannya. Berhubung lagi bertiga dan kebetulan pintunya tumben-tumbenan kebuka, saya sama mede dan astos memberanikan diri untuk masuk.

Saya nggak pernah tau secara detail sebenernya tentang bangunan besar ini. Yang saya tau Monumen Mandala ini dibangun untuk memperingati pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda beberapa puluh tahun yang lalu. Belakangan saya tau ternyata orang yang berperan besar untuk mengembalikan irian barat ke tanahair kita Indonesia adalah.. siapa coba? Alm. Mantan presiden Soeharto yang kala itu menjabat sebagai kepala deputi Indonesia bagian timur. Saya baru tau loh, serius. Mungkin saya belum cukup serius kali ya belajar sejarah waktu di SMP dulu. Mantan presiden Soeharto yang selalu dihujat sana-sini gara-gara kebijakan dan tentu saja ‘korupsi’-nya di jaman orde baru, ternyata berjasa besar ya dalam mengembalikan keutuhan NKRI. Memang udah kaya budaya ya di Indonesia, kalau orang melakukan kesalahan, pasti dihujat mati-matian tanpa ngeliat ke belakang bagaimana jasa orang tersebut. Yah, mungkin kita semua juga tau kalau kebijakan ‘ngutang luar negeri’ dan korupsi yang dilakukan pak Soeharto kala masa pemerintahannya dulu menyengsarakan bangsa kita sampai sekarang, but at least he got a point. Tanpa dia mungkin Indonesia sekarang hanya dari aceh sampai maluku saja. Tidak ada sodara-sodara-ku pace-pace mace-mace manise yang menemani jatuh bangunnya negeri ini sampe saat ini.




Kembali ke Monumen Mandala. Bangunan setinggi 75 meter ini diresmikan tahun 1995 dan memakan dana sebesar 75 miliar. Buset,duit semua itu yak? Hehe. Monumen ini dibangun untuk memperingati jasa-jasa pahlawan yang gugur dalam operasi Mandala dalam mengembalikan Irian Barat ke NKRI tahun 1966. Di bagian paling depan kita bisa liat monumen nama-nama pahlawan yang gugur dalam mengembalikan Irian Barat, nyampe ratusan kalo saya nggak salah. Dan sekarang OPM mau mencoba untuk memisahkan diri dari Indonesia, hell no. Tidak bisa. Saya masih bingung kenapa masih ada organisasi separatis seperti itu yang mau memisahkan diri dari Republik ini. Miris saya melihat semangat nasionalismenya. Liat deh betapa panjangnya jalan yang udah ditempuh bangsa ini untuk tetap bersatu, eh sekarang malah mau memisahkan diri dari Indonesia. Jangan gampang terprovokasi negara barat deh. Saya tau, gak mungkin orang Papua sana mau memisahkan diri dari Indonesia kalo nggak ada provokasi-provokasi dari negara lain yang niatnya memang mau merusak kesatuan negara kita. Well, mungkin kita bisa flashback ke tahun 1998, semua juga udah tau ya, negara mana yang memprovokasi disintegrasi timor-timur dari Indonesia waktu itu. Cukup itu jadi yang terakhir deh, jangan sampai terulang lagi. Kita ini bangsa Indonesia, dari dulu sampai kapanpun akan tetap satu. Jangan mau dipecah-pecah sama negara lain yang bahkan nggak pernah tau gimana pahitnya mencapai kemerdekaan.

Mungkin ada benernya juga ya, kalau OPM bilang kalau Papua itu negeri kaya raya tapi nggak tersentuh hasil pembangunan. Disparitas Papua dengan propinsi-propinsi lain bisa dibilang runcing. Disaat di propinsi-propinsi lain mobil-mobil merk terkenal udah seliweran, di Papua aja satu kabupaten dengan kabupaten lain aja kadang belum ada jalan daratnya (info dari temen saya asal kabupaten serui, papua nih). Okay, mungkin benar ya pembangunan masa orde baru bener-bener tidak merata, fokus di pulau Jawa aja. Tapi bukan berarti pemerintah sekarang gak melakukan perbaikan apa-apa kan? Otonomi khusus! Pemerintah mendelegasikan wewenang khusus untuk propinsi Papua untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, dengan harapan pembangunan di Papua bisa lebih fokus dan terencana oleh putra daerahnya sendiri. Everything needs process right? Selang beberapa tahun setelah otsus berjalan mungkin kita belum liat perubahan yang signifikan ya, tapi saya yakin banget, sepuluh atau duapuluh tahun ke depan saya yakin Papua bakalan maju. Apalagi didukung kualitas SDM yang makin mantap. Sekedar info, temen-temen saya dari Papua disini semangat belajarnya bisa dibilang bombastis. Hehe.

these are beautiful relief, but watch what some stupid people do with it. jerk.







Okay, kembali ke Monumen Mandala. Saya nggak tau kenapa kalo saya nulis selalu out of topic. Kondisi Monumen Mandala bisa dibilang masih baik, walaupun keliatan kurang terurus. Lumut udah banyak disana sini, bahkan udah ada tanaman epifit yang tumbuh di menaranya. Dan yang paling mengganggu mata, tulisan-tulisan yang dibikin orang-orang tolol di relief sekeliling monumen. Saya heran deh, kenapa makhluk-makhluk jenis begini nih demen banget bikin coret-coretan namanya di tempat umum kaya gini. Pengen eksis atau pengen ngartis kali ya. Tapi sayang sekali saudara-saudara, usahanya sepertinya sia-sia.

Pintu untuk naik ke puncak monumen dikunci rapat, gak tau kapan dibukanya. Kata temen saya yang asli Makassar, kalo kita naik ke puncak monumen ini kita bisa lihat seluruh pelosok Makassar. Saya pengen banget sebenernya naik, tapi apa mau dikate. Pintunya kaga bisa dibuka. Mungkin lain kali ya, saya masih punya waktu 5 bulan lagi untuk berkelana di Sulawesi Selatan ini. Setelah itu, Jatinangor, here i come!

Yang mau berkunjung kesini, nih alamatnya:
Jln. Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan.
(sekitar 200 meter dari pusat kota, lap karebosi)

Have a great day all!

2 blabla(s):

amalia khoirun nisa mengatakan...

foto di depan menara tingginya kayak di luar negri loh hans, tinggal pake jaket sama kupluk, haha.

aniwei, salam kenal, kapan2 mampir ke blog saya di wwww.amaliakhoirunnisa.blogspot.com yaa :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

hello amalia, welcome! :)
hehehe. tapi ini asli indonesia kok.
okai, dilaksanakan!
:D

 

Blog Template by