Rabu, 13 April 2011

entahlah


Hujan dari tadi sore membuatku membeku malam ini. Mungkin kau berpikir aku dapat tidur nyenyak dalam selimut ini, tapi kenyataannya tidak. Meski hujan menyapa dan mengajak untuk bergelung di tempat tidur yang hangat, aku samasekali tidak bisa tidur memejamkan mata. Kenapa? Jawabannya masih sama dengan kenapa hidupku ini akhir-akhir ini seperti di neraka atau siapa yang membuatku hari-hariku menjadi lesu dan tidak bersemangat.

Kamu.

Malam ini, seperti biasa. Bayangmu terbaring disampingku. Membuatku tak tahan untuk tidak menyentuhmu. Aku memang punya sedikit masalah dengan kontrol diri, tapi kali ini semakin menjadi-jadi. Lama-lama aku bisa benar-benar gila dibuatmu. Kenapa kau tak bisa membuatku berhenti ngos-ngosan seperti sedang lari pagi di tengah malam buta begini. Sudah, pergilah dari sini, aku ingin tidur nyenyak.

Lihatlah di sudut sana, tumpukan puntung sigaret dan cangkir-cangkir bekas kopi berserakan. Awalnya aku pikir benda-benda itu bisa membantuku sedikit melupakanmu. Kata orang cafein punya efek yang bisa membuat bahagia, bahkan lebih frontal, analgetik, menghilangkan rasa sakit. Aku awalnya juga percaya, tapi sekarang sudah tidak. Aku sudah minum puluhan cangkir kopi dan ratusan hisap sigaret hari ini, tapi itu tetap tak bisa membuatku beberapa senti lebih waras. Atau haruskah aku mencoba sedikit lebih ekstrim, whisky atau sejumput ganja yang katanya wangi itu? Ah, aku tidak segila itu. jadi tolonglah sayang, berhentilah menghantuiku.

Aku menggigil. Padahal pintu dan jendela sudah kututup rapat-rapat. Aku mencoba bertanya pada dinding dan lantai. Karena aku tahu, tuhan tidak cukup pintar menjawab pertanyaanku. Tapi ternyata mereka sama saja. Tak satupun dari pertanyaanku yang bisa dijawab. Mungkin aku menderita penyakit cerdas berlebihan sehingga makhluk gaib raksasa sekaliber tuhan-pun tak bisa menjawabnya. Atau mungkin dia hanya pura-pura saja ya? Dia memang selalu bergaya pura-pura tolol dihadapanku.

Kau jadikan hidupku hambar seperti bubur gandum sejak kau tak lagi bicara padaku. Aku kini sadar, kadangkala kejujuran dan ketulusan bisa mengacaukan segalanya. Berbicara denganmu sama saja seperti bicara pada dinding. aku memulai pembicaraan, kau berpaling. Seolah-olah aku ini hantu yang tak perlu didengarkan. Dan pandanganmu itu, oh, berhentilah memandangku seperti itu. Aku bukan kriminil yang siap untuk tiang gantungan.

Berbulan-bulan sudah aku menyalahkan diriku, kenapa aku bisa mengagumimu segila ini. Apakah kau ingin membuat ini menjadi menahun? Tolong jangan. Aku sudah tak kuat. Aku benar-benar membenci diriku karena menggilaimu segini hebatnya. Cintaku tidak semudah cerita-cerita novel ataupun opera romantis yang selalu berakhir bahagia. Aku ingin membuatmu mengerti, disaat aku tau kau takkan pernah mengerti. Aku juga tak ingin terlalu egois memaksamu untuk mengerti. Aku paham betul, keegoisan takkan menghasilkan apa-apa.

Aku menyerah sekarang. Aku tau tuhan tak mentakdirkan kamu untukku dalam cerita ini, jadi untuk apa aku memaksa? Aku bukan sutradara. Aku ini cuma aktor kacangan yang selalu dapat peran figuran. Aku tentu saja tidak perlu ngotot meminta peran utama, menjadi pasanganmu, peran yang aku inginkan. Ikuti saja instruksi sutradara pintar itu, aku memang sudah dibayar untuk adegan yang ia inginkan. Adegan percintaan panas dengan makhluk manis bernama sepi, harus dilakukan dengan sempurna walaupun aku selalu saja memainkannya dengan setengah hati. Si-sepi itu sepertinya sudah jatuh hati padaku. Entah apa pesonaku yang membuat dia menguntitku setiap siang malam dalam hidupku. Aku tak berhak menyuruhnya pergi dan melupakan perasaan gilanya itu. Dia berhak mencintaiku. Sama seperti hakku mencintaimu.

Aku putuskan untuk keluar dari selimut hangat ini. Memanjat sedikit ke jendela, menemani hujan yang jatuh bergantian. Sedikit lebih nyaman daripada harus sendirian atau bercumbu bersama si sepi di bawah selimut. Sesekali kuseruput kopi hangatku, tapi kali ini tanpa asumsi kopi bisa menghilangkan rasa sakit atau membuatku beberapa senti lebih waras lagi. Aku bermain bersama hujan. Satu yang mulai aku sadari, sepertinya hujan juga mulai jatuh hati padaku.





29 blabla(s):

Viot mengatakan...

Wow!
I like this so much...

Especialy bagian "dicintai si sepi"

;D

gloriaputri mengatakan...

Hans, q suka banget bagian yg ini :
"Kau jadikan hidupku hambar seperti bubur gandum sejak kau tak lagi bicara padaku. Aku kini sadar, kadangkala kejujuran dan ketulusan bisa mengacaukan segalanya. Berbicara denganmu sama saja seperti bicara pada dinding. aku memulai pembicaraan, kau berpaling. Seolah-olah aku ini hantu yang tak perlu didengarkan. Dan pandanganmu itu, oh, berhentilah memandangku seperti itu. Aku bukan kriminil yang siap untuk tiang gantungan."

kayaknya dl aq pernah nulis serupa tp di buku harianku...jaman2 patah hati...km lg patah hati ya?

amalia khoirun nisa mengatakan...

aku suka yang bagian ini,
"Berbulan-bulan sudah aku menyalahkan diriku, kenapa aku bisa mengagumimu segila ini. "
dan
"Aku ingin membuatmu mengerti, disaat aku tau kau takkan pernah mengerti. Aku juga tak ingin terlalu egois memaksamu untuk mengerti. Aku paham betul, keegoisan takkan menghasilkan apa-apa."

heuum, itu tulisan patah hati mbak, bener ga hans? :(

didi-aNNa mengatakan...

i like this part,
"Aku bermain bersama hujan. Satu yang mulai aku sadari, sepertinya hujan juga mulai jatuh hati padaku." :)

saat hujan jatuh, menangislaa bersama-samanya. saat ianya terhenti, kita harus turut sama berhenti dan menunggu datang pelangi, 7 warna.

bergembiralah, Hans dan bersedih bila perlu. ^^

Fivyolen Qiu mengatakan...

iaa hans, aku potong pendek :D thx u :D
love all your words in this post!
are u inlove? hhah :) well best of luck for everything ya
xoxo :)

Fivyolen Qiu mengatakan...

o em gee. I just read the whole post ):
dun be sad ya. its trully an emotional post ):
x

Senjana Jingga mengatakan...

cup cup cup... kita senasib lagi..lagi lagi senasib

Ewi mengatakan...

wahhhh...
diantara semua postingan.. postingan yang ini paling ewi suka..
gilee bener. Seperti membaca curahan hati sndiri..

bagus banget hanss.. bagusss ^_^

Enno mengatakan...

tulisan ini bagus banget...
*enno as an editor*

;)

NIT NOT mengatakan...

wah ini pasti kakaknya nick salsabila ya si gadis hujan itu...heheee....
makassar bulan ini masih dipenuhi hujan ya...bagus tulisannya...ungkapan hujan dalam rangkaian rangkaian ungkapan sastra..

phie mengatakan...

wow,, are falling in love??
haha,, gotcha..
don't be sad hans..
desperado bgt tuh kata"nya..
*so tau
tapi,, bagus c..

Hans Brownsound ツ mengatakan...

via: hey thanks dear :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

glo:
gak bisa disebut tulisan patah hati juga sih glo. :| soalnya belum pernah bersemi. hehe x)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

amalia:
hello amalia, welcome ^_^
nggak bisa dibilang tulisan patah hati juga lia. duh, bingung juga mau disebut apa nih tulisan. hehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

didi:
thanks didi ^_____^
love ya!

Hans Brownsound ツ mengatakan...

olen:
jadi lebih fresh len, lebih cantik :)
hahaha. gak tau lah apa ini namanya. cuma iseng-iseng nulis aja len :P

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ica:
serius ca? -_-

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ewi:
thanks eww :P

Hans Brownsound ツ mengatakan...

enno:
asiiik, thanks enno! :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

nitnot:
ini bukan tentang hujan loh not. hehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

phie:
hehe. cuma iseng-iseng nulis aja phie. :)

phie mengatakan...

iseng"nya hans "dalem ya?" wkwkwkwk

phie mengatakan...

iseng"nya hans "dalem ya"?
hahahahaha

Nova Miladyarti mengatakan...

halo hans. makasih udah mampir ups, lebih tepatnya tersesat,hahhaa... di blog ku yang tidak seberapa mana itu,hehe:D
untungnya kamu tau jalan pulang ya,haha:D

tulisanmu keren ya, dalem banget. btw, daerahmu juga musim ujan ya? di aceh juga lagi ujan nih, waktu aku nulis komen ini juga lagi ujan, jd aku baca tulisanmu brasa momentnya,hehhe:D

kenapa komen aku jadi panjang begono yak???sori hans,haha:)

salam kenal:)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

nova:
hehehe iya nov.
thanks :)
iya nih, makassar lagi musim ujan. ujan terus tiap hari.
salam kenal :)

Aulawi Ahmad mengatakan...

untung masih ada yg mencintai bro, meski itu sepi dan hujan :) nice words :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

thanks bro :)

Alvina A. Amir mengatakan...

sorry hans,, gw gatel bgt pengen ngomentarin poto di tulisan lo kali ini... hehehe.... so damn sexy... and so tempting huehehehe jadi kebayang bagian2 lainnya hahahaha peace yee hans :P

Hans Brownsound ツ mengatakan...

set dah. hahahahahaha :p

 

Blog Template by