Kamis, 21 April 2011

tenggarong, east borneo (part II)

Hello dear!
museum kayu tuah himba
& waduk panji sukarame


Apa kabar semuanya? Baik kan. :) saya mau lanjutin nih cerita tentang Borneo’s Trip saya bulan agustus tahun lalu. Seharusnya ini sudah dipost beberapa bulan yang lalu, berhubung saya sok sibuk, yah baru bisa dipost sekarang. hehe.

Oh ya, saya mau ucapin makasih dulu nih buat: Ello Aristhosiyoga, Apisindica, Nova Miladyarti, Gloria, Inggit, Nitnot, Amalia Khoirunnisa, Phie, Enno, Mbak Vina, Aina, Ghea, Lita dan Memed. Makasi sudah jadi matahari saya disaat-saat berat buat hidup saya seperti saat ini. Sorry untuk postingan-postingan sebelumnya. Saya hanya mencoba menulis dengan gaya saya yang sebenarnya. Don’t take it seriously babeh. Dan for my beloved brother, Memed. Gak usah nangis lah ngeliat aku gini, bentar lagi kalau warasnya kumat pasti balik lagi seperti semula. Waktu akan mengembalikan segalanya. you know me so well kan. Haha. Udah baca belum pengalaman saya di museum Mulawarman Tenggarong? Kalau belum, baca disini (click!) dulu.

Dari museum Mulawarman, saya melanjutkan perjalanan saya ke Museum Kayu Tuah Himba, letaknya kira-kira 3 kilo dari pusat ibukota kabupaten Kutai Kertanegara, Tenggarong. Dari luar mungkin bangunan yang konstruksinya hampir seratus persen kayu ulin ini horor banget. Keliatannya juga museum ini jarang banget dikunjungi sama orang-orang. Mungkin karena letaknya yang sedikit kurang strategis atau mungkin jaman sekarang orang-orang lebih suka nongkrong di bar atau cafe daripada harus capek-capek datang ke museum.

Museum Kayu Tuah Himba koleksi herbarium, biji-bijian, potongan log atau batang pohon yang tumbuh di pulau Kalimantan, alat-alat pengolah kayu, alat-alat dapur tradisonal hingga perabot rumah tangga yg terbuat dari hasil hutan Kalimantan. Saya nggak bisa ngambil gambar dengan baik karena museumnya memang kurang banget cahaya. Alhasil bisa dilihat deh kualitas foto-foto saya.

infront of mulawarman museum


tuah himba museum


museum kayu tuah himba


the monster, grr!

Yang paling menarik perhatian saya yaitu: dua monster yang sudah diawetkan. Monster apa? Buaya Muara! Kalimantan memang terkenal banget sama buayanya ya, tapi soal buaya yang memangsa orang, kayanya saya baru denger. Dua buaya ini adalah buaya muara yang dibunuh dan diawetkan setelah memangsa dua orang tahun 1996 dulu. Orang yang dimangsa buaya itu dikeluarkan dari perut buaya dengan kondisi kepotong-potong. Suer, serem banget, apalagi liat foto-foto korbannya. Saya nggak bayangin gimana saya kalo ketemu buaya segede begono, pasti langsung mati serangan jantung. Mati duluan sebelum dimangsa buaya.

Ukuran buaya-buaya ini memang gak biasa, panjangnya 6 meter lebih dan usianya juga udah diatas 60 tahun. Dua buaya ini ditangkap di dua tempat: Sangatta dan Muara Badak, dalam selisih waktu satu bulan saja. Kata Yudha, Sangatta memang terkenal banget sama buayanya. Buaya udah kaya pemandangan biasa aja sama orang sana. Bahkan, kalo banjir, buaya biasa aja seliweran di luar rumah atau bahkan lebih serem lagi, kongkow di teras depan. Buset dah, kalau saya tinggal di Sangatta, mungkin umur saya bisa beberapa kali lipat lebih pendek. Bukan karena dimakan buayanya, tapi karena serangan jantung.

Bagi yang mau jalan-jalan ke museum Tuah Himba, harga tiketnya Rp. 1.000 aja, ini nih saya kasi jadwal kunjungannya, jangan sampai pas nyampe disana ternyata museumnya tutup. Oke, check this out.


Setelah puas keliling-keliling museum, saya diajak Yudha ke waduk Panji Sukarame. Letaknya nggak terlalu jauh dari Museum Kayu, karena masih satu lokasi. Dengan membayar Rp. 1.000 saya sudah bisa menikmati nyaman dan teduhnya waduk ini. Kata Yudha (lagi), di hari-hari biasa, waduk ini dijadikan tempat bagi muda-mudi memadu kasih *ahay bahasanya bo*. Jelas aja, waduk yang tenang, pepohonan yang rindang, angin sepoi-sepoi, taman anggrek, dan jembatan kayu, apalagi yang lebih romantis dari itu? Berhubung saya datengnya bulan puasa, gak banyak orang pacaran, yang ada nenek-nenek dan kakek-kakek lagi ngabuburit.

Waduk ini sebenarnya enak banget buat piknik bareng keluarga, tapi sayangnya keliatan kurang terurus. Mungkin karena saya datangnya musim kemarau, airnya surut dan cuma didominansi sama rumput-rumput liar. Pemda Kutai Kertanegara harusnya lebih serius lagi menanganinya, karena kalo diliat dari potensi pariwisata, Tenggarong nggak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi Tenggarong kan udah terkenal sampai ke luar negeri karena pesta rakyat Erau yang dilaksanakan setiap tahun. Ayo dong bapak-bapak, mari kita majukan pariwisata Indonesia.

the tower


stairs


view from the tower


calm down, i didn't plan to commiting suicide, haha


a flower, i dont know what's the name


orchids


orchids garden, beautiful

Saya diajak Yudha menaiki menara di bagian atas waduk. Saya nggak tau tingginya berapa, yang jelas dari atas menara kita bisa lihat ke segala penjuru Tenggarong. Yang punya penyakit jantung saya saranin gak usah naik, soalnya menaranya suka goyang-goyang kalau angin kencang. Setelah itu saya lanjutkan berjalan-jalan ke jembatan kayu dan taman anggrek. Suasana yang rindang dan teduh di waduk ini cocok banget buat yang mau ngerefresh otak, menghilangkan kejenuhan pekerjaan. :)

Saya sebenarnya membawa misi lewat blog ini. Di postingan sebelum-sebelumnya kita udah liat kan betapa kayanya kita Bangsa Indonesia, tapi kenapa sih di luar negeri sana kita yang terkenal cuma jelek-jeleknya aja. Maka dari itu lewat blog ini saya pengen mempromosikan pariwisata Indonesia biar semua orang di seluruh dunia tau kalau Indonesia itu kaya begini loh, jauh banget sama yang ada di pikiran mereka. Pariwisata kita ini sebenarnya mantap, kita cuma kalah di promosinya aja. Saya udah bagikan link blog ini untuk temen-temen saya di luar negeri, mulai dari asia, eropa sampai amerika sana, dan respon mereka benar-benar positif. Beberapa temen saya yang liat foto saya di Waduk Panji Sukarame Tenggarong bahkan menganggap Indonesia itu surga dunia. Saya langsung blushing-blushing gak jelas gitu dibuatnya. Beberapa teman saya dari eropa bahkan langsung memasukkan Indonesia dalam list travelingnya. Yey yey, semoga usaha saya ini tidak sia-sia dan suatu saat Indonesia akan dikenal sebagai negara pariwisata dunia, bukan hanya jelek-jeleknya aja seperti ini (click!)

Next Destination:
Kumala island,
Afternoon on Mahakam River,

Islamic center Samarinda
How delicious Sate Buaya is
Kampung Dayak Pampang


18 blabla(s):

inggit .PR mengatakan...

Itu "Inggit" beneran Inggit saya bang?

Aaah kenapa gambar korban yang dimakan buayanya gak dimasukin kesini bang? Saya mau liaaaaat.
Oh kalimantan byk buayanya ya, pasti kebanyakan jenis laki laki!!

phie mengatakan...

so sorry hans atas komen ph yg waktu itu..
hehe..
(>.<) maaaaaaaaaaaf..
haha senangnya abang 1 ini mulai posting baru..
yeee iyeee,, (norak) !!
iya tuh bener kata inggit..
gambar korbannya mana??

hana tsurayya mengatakan...

kereeen, pengen deh jalan2 ke borneo :D

ria mengatakan...

aaaah bikin iri deh bisa jalan jalan terus. asiik banget ya :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

inggit:
iya hehe. :D
aih, terlalu vulgar kalo nampil disini nggit.
hahaha. ya begitulah. buaya-buaya itu bukan di kalimantan aja, disini juga banyak. hehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

phie:
iya gapapa. :)
hehehe. kasian korbannya kalo diupload gambar dia kepotong-potong disini phie, hehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

hana: ayok dah, ntar kita jalan bareng. hehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ria: wkwkwk. asik dong ria, yuk jalan yuk.

Bayu Hidayat mengatakan...

wihhh seru ya brooo. mudah mudahan indonesia makin banyak pawisata nya. menarik buat orang luar negri. eh buaya nya mengerikan ampe 6 meter gitu. gile. tapi buaya tuh kalo ngak di ganngu kayak nya baik baik aja deh. pasti ada sesuatu

rhein fathia mengatakan...

The BEST, bro!!
Suka banget sama postingan2 lo klo ngomongin traveling keliling Indo..

Tapi sebelnyaaaaaa... bikin MUPENG! aaaahhh... >.<

Gogo Caroselle mengatakan...

Hansy ku jalan2 terus yaaa,
enaknyaa....
Bagus bagus, masi muda, go have fun, go mad! :)

Hayfa Qanita mengatakan...

wowwwwwww foto2 nya bagoooooooooos

NIT NOT mengatakan...

dulu pernah sekali ke borneo tapi di kalbar...sangatta adalah salah satu cita2 kunjunganku..wkwkkk...

Hans Brownsound ツ mengatakan...

bayu: iya nih. nggak tau hehehe. mungkin lagi musim panas ya, gw pernah baca kalo buaya itu lebih agresif kalo musim panas.
salam kenal brotha..
D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

gogo:
yeeey gogo!
we should have vacation together! :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ipeh: thanks nyuuk :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

rhein:
wkwkwkw. ntar lo juga bisa kok.
wait fo the time rhein :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

nitnot: ayooo visit kaltim :D

 

Blog Template by