Sabtu, 11 Juni 2011

4 days off - Akkarena Beach

hello woods!

sedikit menjepret mede yang bergaya

saya pengen cerita tentang cuti bersama minggu lalu. nothing exciting i swear, tapi entah kenapa saya pengen cerita. empat hari off seharusnya jadi sarana paling pas ya buat break dari segala aktifitas yang menjemukan. terus terang saya benar-benar bosan dengan hidup saya akhir-akhir ini. everythings flat, tak ada hal baru yang menyenangkan. sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya harus stay di kelas dari senin sampai jumat dari jam delapan pagi sampai jam lima sore, dan saya harus menghabiskan waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu di tanah 150 x 50 meter ini. you know how much i struggle to survive.

Saya rencananya mau jalan-jalan ke Manado, empat hari cukup lah buat snorkeling di bunaken dan jalan-jalan di danau tondano. Beberapa hari menjelang keberangkatan, harga satu kali penerbangan ngelunjak sampai dua kali lipat, maskapai tau banget cara memanfaatkan hari libur jadi sarana maraup untung besar. Tentu saja budged di rekening merah putih saya nggak kuat, apalagi bulan mei lalu saya udah jalan-jalan ke Ambon. Alhasil Manado terpaksa dicoret dari daftar. Entah untuk keberapa kalinya rencana saya ke Manado harus ditunda.

Gagal ke Manado, beralih ke opsi ke dua. pulau Kapoposang, Pangkajene Kepulauan. saya tau pulau ini dari majalah intisari yang rutin saya beli tiap bulan. Pulau ini dianggap pulau paling bagus di sulawesi selatan. Selain laut sekitarnya dijadikan arena diving, pulaunya juga dihuni satwa endemik, ketam hitam terbesar di dunia (look, betapa kayanya kita, Indonesia). Berbekal informasi seadanya dari majalah tersebut, Saya, Mede dan beberapa teman mengunjungi pelabuhan Popsa Makassar, Pelabuhan dimana kapal yang akan membawa ke pulau Kapoposang. Sampai disana saya dan teman-teman bertanya sama empunya kapal. Dan ternyata kami ditawarkan paket wisata kesana dengan biaya preet satu juta sehari. Saya langsung tersenyum manja tanpa harapan. Dengan budget segitu saya udah bisa berjemur di bunaken pak. Lemes jadinya! Saya nggak tau lah ya apakah paketnya worthed atau nggak. Tapi katanya paketnya udah sama diving disana. Tapi tetep aja, satu juta bukan pilihan gampang untuk wisata domestik provinsi. Ya sudah, akhirnya Pulau Kapoposang dicoret dari daftar.

Hari pertama berlalu begitu saja. Setelah dari pelabuhan Popsa, sore sampai malam cuma ngangkang aja di kamar sambil melototin laptop. bener-bener flat lah pokoknya. Hari kedua saya bangun kesiangan, tak tahu lah itu jam berapa. Temen satu kamar saya, Bastian, ngajakin ke pulau Samalona. Itu loh, pulau yang pernah saya ceritain juga disini. Karena udah pernah kesana, saya nggak terlalu excited tapi saya pengen banget ke pulau. Saya pengen menghabiskan malam di pinggir pantai yang pasirnya putih, bakar ayam, mengelilingi api unggun, bermain ombak, dan ngeliatin bintang *romantis dadakan*. Tapi suer, saya kangen banget sama suasana kaya gitu. terakhir itu waktu saya baru lulus SMA, lagi jaman liar-liarnya. Saya berenang di laut dari siang sampai sore, sampai badan saya merah semua kaya kepiting rebus, malamnya langsung dilanjutkan bikin api unggun plus bakar ayam, ngalor ngidul sampe ketiduran dan baru bangun saat matahari udah tinggi. Saya pengen merasakannya lagi, walau mungkin kali ini dengan orang-orang yang berbeda.



Saya berusaha ngajak temen-temen saya, tapi sayangnya ga satupun yang excited. Bahkan Mede yang biasanya selalu se-Nafsu untuk jalan-jalan juga ikutan ogah-ogahan dan lebih milih tidur seharian. Oh, saya benar-benar hopeless. Sedih menerima kenyataan, saya ikutan molor seharian, sampai Bastian ngajakin ke Pantai Akarena. Daripada bengong saya ngikut, apalagi saya belum pernah kesana. Mendengar kata 'Banana Boat' membuat saya berekspektasi lebih. Dengan membayar sepuluh ribu rupiah saya dan temen-temen udah bisa memasuki kawasan pantai Akarena. Saya akui, sunset di makassar is the best. Bener-bener lempeng liatnya, tapi sayangnya Banana Boatnya tidak seperti yang diharapkan. Saya nggak jadi berbanana boat dan juga tidak jadi berenang. Baru beberapa menit nyampe disana aja udah diumumin bagi pengunjung pantai karena udah menjelang malam silahkan berhenti berenang. usai sudah cerita kau dan aku *kangen band mode: on*. Saya, Mede, Bastian dan Bagus menikmati angin pantai aja di anjungannya yang ada tulisan LOVE berlampu-lampu itu. Setelah itu kami masuk ke GTC yang udah kaya rumah zombie dan balik ke asrama. tidur dan bangun kesiangan lagi.

Hari ketiga, semua plan bisa dikatakan gagal. disaat teman-teman lain sedang asik dengan liburan masing-masing, saya cuma terkapar tak berdaya di kamar. untunglah siangnya ada pencerahan. Astos ngajak karokean dan ke toko buku. dan akhirnya akhir pekan saya diisi dengan ngalor ngidul dengan si tukang sapu ini. Besoknya, hari terakhir saya mbabu, bersih-bersih kamar, bongkar lemari, ngelap meja dan pekerjaan sejenisnya, dan besoknya lagi bangun, eh ternyata sudah senin aja. ohh noooo.

Bagaimana?
Saya juga bingung dimana letak menariknya.
Haha :p


18 blabla(s):

Inez mengatakan...

Uh.. halo.. Met kenal ya..

I'm sorry for your days off.. ^^;
At least you still have things to talk about here XP (Mine's flatter than a plate T_T)

Wish you wonderful holidays next time around! ;)

Nindya Resha Pramesti mengatakan...

i always like your post, i always wanna be like you, travelling everytime :D
it's look so interesting..
have a nice trip.

amalia khoirun nisa mengatakan...

tumben travelling nya boring begini =.=a
haha, ah, yg penting foto sunsetnya bagus
hehe :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

INEZ
hei, hello dear, welcome :)
thank you, keep on reading ya.
btw i adore your paint.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

NINDYA
nindya: its not interesting at all dek. my 4 days off was sucked. :))

Hans Brownsound ツ mengatakan...

amalia: sumpir, boring banget. haha. cuma menang di sunset doang.

gloriaputri mengatakan...

hehehe....it's okay hans....ayo nabung lagi biar kalo ada cuti bersama lg gak akan terbentur budget minim :D hehehhe
betewe, emangnya bakal ada cuti bersama lagi ya? setelah menuai begitu banyak protes...hhahahaha, tmn2ku kmrn pada komen begini hans "ah, kamu sih enak glo, kerja di lingkungan kayak gt, harpitnas dikit libur..dikit2 cuti, tp duit tetep gede"
hahahhaha...nasib hans....di protes org banyak :p

Hans Brownsound ツ mengatakan...

apa sih di dunia ini yang gak bikin orang-orang komplain glo? kita kentut aja orang pada ribut :p

Gogo Caroselle mengatakan...

Hansy,
cantik sekali foto2mu... Ahya, talk about wasted weekend yah hehe, aku juga tekapar sakit tidur kaya hibernasi dong selama weekend, tos kitaa hihi...

Esther Angela mengatakan...

the sunset is awesome!
just realize that our country has place lake that :)

maya mengatakan...

"saya harus stay di kelas dari senin sampai jumat dari jam delapan pagi sampai jam lima sore"
loh.. loh.. loh.. kuliah kok macam kerja kantor, hihihi...
sama bener tuh sm jadwal ktr saya. eh, beda dikitlah, sy sampe jam stgh 4 aja.
dmn letak menariknya? kurasa di gagalnya/rada runyamnya liburan kamu :))

maya mengatakan...

hey, kelupaan, tulisan km keren loh :)

Wuri SweetY mengatakan...

Padahal udah berpikiran bakal ngiler lagi nich baca postinganmu. Ternyata semua gagal. Selalu mupeng baca post-mu yang plesiran mulu.

Desyanans mengatakan...

hei, hans
asik banget punya hari libur buat malas-malasan, daripada UAS :P
tapi lebih asik liburan jalan-jalan ke antah berantah :)

salam kenal dari kalimantan :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

gogo:
haha. masa sih go? sakit apa? udah sembuh blom?

Hans Brownsound ツ mengatakan...

maya: iya kali ya may, haha.
:D thankyouu for compliment.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

wury: hehe. janji deh lain kali ga bakal gagal :)

hana tsurayya mengatakan...

sebenernya pas ditawarin wisata sejuta jangan langsung desperate hans, tawar ampe stengah harga.. di makassar emang gitu, kita harus berani nawar biar ga dikira orang awam ;)

 

Blog Template by