Kamis, 23 Juni 2011

labirin


saya percaya kalau kesedihan bisa datang kapan saja. kadang saat kau berjalan-jalan di taman kota. kadang saat jam istirahat diantara kelas. kadang saat kau buang air kecil sambil bernyanyi kecil di kamar kecil dan kadang bahkan saat kau sedang tertawa bersama teman-temanmu sambil menikmati makan siang di sebuah cafe. yang menjadi favorit saya, dia datang saat saya tertidur pulas di malam buta. dia membangunkan saya dan menghadirkan saya ditengah hutan belantara gelap gulita tanpa satu pun petunjuk untuk menemukan jalan keluar. saat itulah saya merasa orang paling sendirian di dunia. diri saya yang seharusnya saya kenal dengan baik bahkan terasa sangat asing. saya merasa segala sesuatu disekitar saya adalah musuh yang siap menggempur dari segala arah. bahkan pada keadaan terburuk, saya merasa musuh bebuyutan nomer satu adalah diri saya sendiri. satu-satunya cara untuk memenangkan pertarungan ini adalah dengan mengalahkannya. membuat diri saya, musuh dalam selimut ini terkapar berdarah-darah dengan nadi tersayat. saya tidak pernah melakukan hal itu. belum, lebih tepatnya. secara eksplisit bisa dikatakan sekarang: saya belum pernah menang.

saya juga percaya kalau tidak semua permainan di dunia ini dapat diselesaikan, bahkan dengan trik dan kode paling ampuh sekalipun. seperti saya, saya telah bermain dalam labirin ini bertahun-tahun tanpa kejelasan apakah permainan ini punya jalan keluar atau tidak samasekali. saya yakin, jikapun ada, pintu itu pasti dikunci rapat dan kuncinya disimpan dalam kantong celana makhluk yang konon bernama tuhan. ini terlalu rumit dan berliku untuk saya ceritakan, sama sulitnya dengan menemukan jalan keluar dari labirin gila yang memaksa saya berputar-putar dan kembali lagi ke titik yang sama berulang-ulang tak berkesudahan. kadang saya berharap bertemu dengan seekor minotaur setinggi dua kali saya, penjaga labirin seperti pada cerita mitologi yunani. meskipun dia akan memancung saya pada saat itu juga, setidaknya saya paham bahwa saya tidak sendiri di labirin ini. tapi bertahun-tahun di tempat lembab ini, tak satupun minotaur yang saya temui. tuhan benar-benar meninggalkan saya sendiri di tempat ini. dan saya tau, dia menonton saya dari atas sana, seolah tidak terjadi apa-apa.

tetap melanjutkan permainan ini sungguh sama tololnya dengan mengerjakan soal aljabar dengan rumus yang jelas-jelas salah. kadangkala tuhan memberikan kita rumus yang salah dari awal, memaksa kita melewati kebingungan demi kebingungan tanpa ada satupun titik terang, tak jelas lah apa maksudnya. formula salah ini telah membuat saya terjebak dalam kebingungan besar, bertahun-tahun, sehingga tak peduli apapun yang saya lakukan, saya tak pernah mendapat jawaban yang benar. kadang saya berpikir bagaimana jika saya tinggalkan saja pertarungan ini, daripada terus menerus melukai diri saya untuk menemukan jawaban yang benar. tapi tuhan mengancam kelulusan saya dan kau tau itu artinya apa. dia terlalu senang bermain-main dengan perasaan saya. itulah kenapa saya tidak terlalu suka dia.

saya bisa mendengar ribuan orang lalu lalang, tertawa lepas diluar sana disaat saya meronta-ronta melepaskan diri. saya diadili seperti orang yang melakukan kesalahan besar seperti membunuh satu klan atau apalah. saya benar-benar tidak mengerti kesalahan saya apa. pemasungan di labirin tanpa pintu ini saya rasakan terlalu tidak adil. haruskah sekarang saya benar-benar mengalahkan musuh bebuyutan ini untuk menang? membuatnya terkapar berdarah-darah? terjebak dalam kesalahan yang tidak pernah lakukan dan pergumulan sengit dengan diri sendiri bukanlah cerita yang manis untuk diceritakan. karena itu, tolonglah siapapun selamatkan saya dari tempat ini.

disini, di labirin ini. jalan-jalan sempit, lembab dan gelap. dan saya kini benar-benar tersesat.


20 blabla(s):

Hans Brownsound ツ mengatakan...

pada berkerut ya keningnya. haha :D
dont take it seriously friends. hanya mencoba menulis dengan gaya saya.

:*

-hans

adhelputriwulandari mengatakan...

abang, jgn galau galau :) hhehe

Lia mengatakan...

gayamu kalo lagi sense sastra tinggi ya begini hans. hihi.

sini tak teriakin dari luar labirin, tuh keliatan kamu lagi duduk manis di ujung putaran sebelah kanan, apa mau aku kirim via GPRS petanya? hihi.

sesulit apapun labirin yg kamu sedang mainkan di dalamnya, pasti selalu ada jalan keluar kan? :)

oh ya aniwei, km biologi UNJ? aku tahun ini mau masuk bio ipb di pilihan ke2 snmptn :p

Nindya Resha Pramesti mengatakan...

:( i dont really like this post anyway :(
hanya mencoba meyakinkan, bahwa Tuhan tidak semudah yang kita pikirkan, He always loves us, guides us, He'll never leave us. just believe it. Hidup kita adalah kehidupan yang paling sempurna dibanding kehidupan yang lain, jika kita bersyukur. :)
sorry.. semangat kak! ;)

Wuri SweetY mengatakan...

Kayaknya serem bener labirinmu hans???
seberat apapun yakinlah bahwa kita ga sendiri masih banyak orang2 disekeliling yang sayang dan selalu ada buat kita. GANBATTE Hans Kun!!!

BLACKBOX mengatakan...

saya suka cara penggambarannya

Enno mengatakan...

kalo kamu lagi galau, tulisannya kereng deh hahha..

GALAU? hihihi knp gw pake istilahnya para abege sih? hahaha...

lain kali klo mau masuk labirin, pinjem GPSku dulu, hans... canggih lho, buatan jerman! hehehe...

:P

Desyanans mengatakan...

satu-satunya cara adalah bermain baik dan berbangga hati karna bukan dimulut buaya, :P
atau hancurkan saja labirinnya :D

semangat hans!!
tulisan bagus :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

adhel: nggak galau kok adek ^_^

Hans Brownsound ツ mengatakan...

lia:
kadang emang ada labirin yang nggak ada pintu keluarnya li. :|
iya. pernah dulu, tapi ga jadi masuk, hehe :B sekarang aku di ipdn.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

nindya: everyone has different perspective about god, dear. just respect each other okay ^__^

Hans Brownsound ツ mengatakan...

wury: waa komennya so warm so warm :)
yes. i try to belive now, im not the only one in this maze.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

blackbox: thanks dude :D

Hans Brownsound ツ mengatakan...

enno: haha :I tapi rasanya galau ky gini ga enak banget tau enn. :c
boleh lah, aku pinjam GPSnya hehehe

Hans Brownsound ツ mengatakan...

desya: thanks desya. :]

Belo Elbetawi mengatakan...

yeeaaaahh... kadang emang tiba2 aje kite ngerasa sedih, seperti saat ini, gue tiba2 jadi melow pas baca tulisan lo... #owhyeaaahhh

gloriaputri mengatakan...

hans kenapa?
bilang ke aq semangat...koq hans sendiri galau gini?

ayok kita nyanyi2 aja pake gitar :) ato maw joged2 di karaokean?

semangat ya hanssss :)
kamu semangat, aq semangat :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

belo: aw aw aw aw. emang labil haha :))

Hans Brownsound ツ mengatakan...

glo: ayok deh. aku paling ga bisa ditantangin. hahaha :D

Wulan W Ratri mengatakan...

Maaf, kamu indigo?... Aku baca beberapa postingan kamu, dan aku langsung tiba-tiba berpikir... Hmm, sepertinya kamu indigo, mirip dengan beberapa temanku juga... Soalnya.. beda. Aduh, maaf susah dijelaskan, nanti takut salah tulis soalnya :)

 

Blog Template by