Senin, 15 Agustus 2011

from my heart (2)

Blog ini punya arti yang luar biasa bagi saya dan tentu saja, membutuhkan alasan yang benar-benar kuat untuk menutupnya dari publik. Saya tumbuh bersama blog ini, 4 tahun, bukan waktu yang singkat. Blog ini seolah menjadi tempat bercerita bagi saya, bercerita keluh kesah saya, bercerita kebahagiaan-kebahagiaan saya, dan bercerita perjalanan hidup saya. Saya mulai menulis di blog ini dari jaman SMA, waktu saya masih alay-alaynya hingga sekarang, dimana sebentar lagi menerima ijazah s1 saya. Sungguh bukan hal mudah bagi saya untuk begitu saja menutupnya. Karena dengan menutupnya, sama saja dengan memotong kisah hidup saya, dan membiarkan hidup saya berlalu tanpa ada bekas sama sekali.

Blog ini saya bangun dari awal, dari saya belum punya follower sama sekali, sampai follower saya udah bisa dibilang banyak seperti sekarang ini. Pikiran polos masa SMA saya bilang “saya harus menulis, supaya nanti kalau saya udah nggak ada, orang-orang tau kalo saya itu pernah hidup, pernah menginjakkan kaki di tanah yang sama”. Simpel sekali memang, saya hanya ingin dikenang. Saya hanya ingin jika saya mati nanti, orang-orang masih akan ingat saya dengan membaca tulisan-tulisan saya. Tapi percayalah, alasan simpel itulah yang membuat saya terus menulis sampai saat ini. Saya tak ingin mati sia-sia. Saya ingin mati dengan paling tidak meninggalkan sedikit jejak yang berarti buat orang banyak. Banyak yang sudah saya lewati bersama blog ini, makanya saya selalu gak terima jika dibilang loser, pengecut, ketemu masalah langsung kabur. Langsung nutup blog. Saya ingin kalian tau, readers, menutup blog ini juga nggak gampang buat saya.

Sebenarnya, saya sering dapat masalah. Dan sejauh ini saya bertahan. Saya pernah menemukan foto-foto karya saya dipajang di facebook seseorang, di klaim itu hasil karyanya. Saya diam aja. Saya nggak terlalu mempermasalahkan, karena saya yakin kebahagiaan yang dia dapat cuma kebahagiaan semu, nggak ada sense of belonging sama sekali sama foto-foto itu, karena memang bukan dia yang ambil. Saya cuma elus-elus dada aja, nggak terlalu mempermasalahkan. Saya ambil sisi positifnya saja, berarti foto-foto saya bagus. Desain blog saya juga pernah di-copy total. Saya tau banget itu kopian kode HTML blog saya, yang diubah cuma bagian post title doang. Itu selang beberapa hari setelah saya ganti background blog saya dengan yang putih ini. Bagi saya yang ngedesain blog ini dengan passion sendiri, rasanya pait banget. Saya kerja templete ini dari pagi buta sampai malam, seharian penuh dan tiba-tiba seseorang dengan seenak udelnya, memakainya tanpa ijin sama sekali. Malah dengan bangga menuliskan designed by: hantu belau, namanya sendiri. Saya tau banget, soalnya baru beberapa hari sebelumnya saya blogwalking ke blognya dia. Langsung saya check di traffic, dan bener banget. Dia sempet datang ke blog saya. Saya nggak marah, kecewa aja. Saya diemin aja. Apalagi keliatannya itu orang rada psyco. Saya rada malas saya berurusan dengan orang sakit.

Sampai terakhir, ada yang ngopi identitas saya dan mengaku-aku dia adalah saya. Facebooknya dengan foto-foto dan nama saya. Blackberrynya juga dengan nama saya. Yahoo messengernya dengan ID nama saya. Saya gak bisa terima banget. Dengan foto-foto dan nama saya sebebas-bebasnya dia ngomong seenak kepalanya. Menipu banyak orang, sampe dari negeri seberang, Malaysia juga. Ngajak orang-orang gay pacaran dan phone sex dengan modal foto-foto saya. Mengisi kolom info di facebooknya dengan gaya gigolo gampangan. Bikin buku favorit saya adalah kamasutra bla bla. Lebih parahnya publik gampang banget tertipu dan percaya kalau itu saya. Setiap hari saya dapat message dari gay ngajak ML. Jujur rasanya sakit banget, kalian harus rasain gimana rasanya jadi saya, baru kalian boleh bilang saya loser atau pengecut atau whatever. Beruntung saya punya teman-teman yang mau bantuin saya ngereport ini makhluk tak punya otak. Facebooknya akhirnya diblokir admin facebook, tapi yang terjadi dia malah datang lagi dengan akun baru, dan masih menggunakan identitas saya. Jujur saya kehabisan akal ngehadapin orang sakit jiwa kaya begini. Yang ada malah saya jadi ikutan sakit jiwa. Hilang banget semangat nulis saya.

Gak saya sangka banget, rencana menutup blog ini mengundang banyak komentar dari temen-temen blogger, readers, silent readers, temen-temen facebook, juga temen-temen dunia ‘nyata’ saya. Semuanya pada protes dan kecewa kalau saya tutup blog ini. Bener-bener deh bikin saya terharu, ternyata tulisan-tulisan saya udah menginspirasi dan menyentuh hidup banyak orang. Yang bikin saya bener-bener terharu adalah para silents readers akhirnya unjuk muka, datengin facebook saya, ngirimin message betapa kehilangannya mereka kalau blog saya sampai ditutup dan betapa berartinya blog saya bagi mereka. Ada yang menjadikan blog ini hiburan disela jam-jam kerja yang padat, teman sarapan pagi, pedoman traveling, bahkan bacaan rutin tiap weekend. Mereka bikin saya nggak tega banget. Ngerasa tolol banget saya kalau saya berhenti hanya gara-gara segelintir orang sakit jiwa yang mau cari popularitas tapi dengan cara yang salah. Saya mulai mikir, bener banget kata salah satu temen blogger saya, lebih banyak yang mengapresiasi karya-karya saya daripada yang mengabaikan hak-hak saya. Lebih banyak orang-orang terdidik yang saya kenal daripada orang-orang tidak punya otak. Jadi haruskah saya berhenti hanya gara-gara segelintir orang-orang yang bahkan nggak punya hak sedikitpun mempengaruhi hidup saya. Satu yang paling saya sadari, saya punya massa yang gede banget buat support dan membantu saya saat hak-hak saya diabaikan orang-orang tak bertanggung jawab.

Jadi intinya, to the point aja ya, semoga ini berita yang menggembirakan. Saya memutuskan untuk tidak menutup blog ini. Saya akan tetap menulis disini, bagi-bagi pengalaman, bagi-bagi info backpacking, berkeluh kesah seperti biasa. Karena saya yakin banget, yang menghargai karya saya lebih banyak daripada yang mengabaikan hak-hak saya. Terimakasih semua yang bikin pikiran saya berubah total setelah baca komen-komen dari kalian, baik di blog, facebook, maupun twitter. Saya sekarang jadi semangat lagi nulis, walau facebook palsu itu masih gentayangan. Tunggu aja tanggal mainnya sampai facebook itu ditutup, karena yang report banyak banget. Saya harap itu cloner juga cepetan sadar deh, insaf, kalo apa yang dia lakuin itu berdampak besar bagi hidup orang lain yang di cloning. Cepet sadar deh lo Adhi Fadli, di Pondok Kelapa. (nah, tau kan gue siapa elo. Siap-siap aje nunggu polisi nyamperin lo ke rumah).

Makasih banget buat support kalian semua, tanpa tanggapan kalian mungkin saya gak mikir panjang buat nutup blog ini. Last, but not least, kalian harus tau betapa sayangnya saya sama kalian :* BIG HUG!



19 blabla(s):

Inggit Inggit Semut mengatakan...

alhamdulillah deh kl gak jd ditutup blognya.
Banyak2 doa aja mas, kan doa org yg dizalimi bakalan dikabulin.

Enno mengatakan...

terlalu senang jd speechless...

sini pelukan ala teletubbies, hans!
:D

Cindikya mengatakan...

Yayy,,! tetep semangatt hans,,mbaca tulisanmu jadi terharu* mewek

arik mengatakan...

Hufffss ... lega.

Setidaknya saya merasa tak bersalah lagi. Tapi gue tahu, aslinya Hans emang udah capek menahan rasa rindunya untuk mengupdate blognya lagi. hehehe ...

Good Luck, Hans.

Wuri SweetY mengatakan...

Ahhhh Hansss akhirnya, berasa ga jadi putus ma pacarku.wkwkwkwkwk

Rajin2 posting ya!!!ntr kalo ada yang kloning2 lg siap membantu sekuat tenaga. moga aja udh pada kapok ya...

Big Smile for u!!!:)

rona-nauli mengatakan...

Alhamdulillah...:)

Inez mengatakan...

YAAAY!! YAAAY! YAAAY!!
Hurraaaaaah!!!!! \(TwT)/
YAAAAAAAAAAAAAAAAAAYYY!!!


mm.. maap komen sy ga enak kemaren..

Ah, ga dimaafin jg gpp!
Pokoknya; YAAAAAAAAAAYYYY!!!! XD

gloriaputri mengatakan...

aq jg mau pelukan ala teletubies tuuu...xixixix....

hip hip horrayyy

ga jd tutup :D
gt dong hansss.....
gitu br namanya Hans....bukan LOSER :)
wkwkwkwkkwkwk

seneng2.....
percaya deh masih banyak yg bakal dukung km walopun bnyk org sinting cloner itu :)
cheers hans

intan sari dewi mengatakan...

wesss yo tuh bg, jan tutuik akun le...
ancak kmbangkan tulisan bg tu...
kan jdnyoo ntan ternikmati jo taruih,
hehe

Fivyolen Qiu mengatakan...

YAYY GOOD FOR YOU! AND GOOD FOR US TOO :)

SWEET POST BTW ;) <3

Dana Paramita mengatakan...

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ahirnya! gitu dong bang hehehe lanjutkan! ;)

Adindaku mengatakan...

Nah gitu donk baru itu namanya seorang penerus abdi negara mental baja coy...... :->

4 jempol hans..... :)

maya mengatakan...

sebaiknya memang lebih baik terus bertahan. siapa yg palsu, teman2 terdekat bakal tau.

gk seru jg kan 'rumah' yg udah dibangun bertahun2 hrs ditutup hy krn ada maling. yg ada, pengamanan hrs ditingkatkan. okey. keep spirit :)

deenee mengatakan...

ojo ditutup tho mas, gak eman tho ??

Saiaenno mengatakan...

hihi jangan di tutuplah.. baru aja gue gabung hehehe


yang sabar ya... :D

mataminus mengatakan...

miris bacanya...moga yang terbaik jalan keluarnya

Hans Brownsound ツ mengatakan...

THANKS semua supportnya :D

Gogo Caroselle mengatakan...

sweetie,
im so glad you'll stay...
hal2 kaya gitu ga enak banget ya rasanya kena di kita, but it shall passed, janji.. :)

Km ga loser, atau pathetic ato apapun, respond km itu normal kok, km ngerasa terugikan dan semua org juga bs ngerti kenapa...

well the person has vandalized your identity, why would you let him vandalize your blog too, ya kan...? :)

dont worry hans, yg penting org2 yg bnran care sm km, tau km sebenarnya siapa.. yah? :)
*hugs*

Hans Brownsound ツ mengatakan...

THANKS gogo for the sweet comment :D
hug!

 

Blog Template by