Sabtu, 27 Agustus 2011

punaga, takalar, south sulawesi

Hello dear.
Sorry for long time dissapear :) saya sedang disibukkan dengan kepindahan saya dari makassar ke bandung. Dan sekarang saya lagi sibuk leyeh-leyeh di kampung halaman tercinta di Payakumbuh, sumatera barat. Hows everything? Bet everything’s fine. Bagaimana puasanya? Lancar?

Pernah kebayang nggak jalan-jalan ke padang rumput luas, lengkap dengan sapi-sapi dan dibatasi dengan pantai yang landai. Untuk pertama kalinya dalam hidup, akhirnya saya menemukan tempat itu. Dan tempat itu tidak lain tidak bukan di lokasi praktek lapangan saya, kabupaten takalar, sulawesi selatan. Nanti saya cerita lebih lanjut. Okeh?

Minggu terakhir praktek lapangan di Takalar, saya dan temen-temen praja lainnya diajak jalan sama Hikma dan Ona, anak host family, yang rumahnya kita tinggali selama praktek. Tujuannya adalah pantai-pantai di Punaga. Dan berangkatlah kita, pagi-pagi hari minggu, sekitar jam 6an. Naik motor rame-rame. Perjalanan ke Punaga memakan waktu 1 jam, jadinya kami memutuskan untuk sarapan pagi dulu, makan coto makassar, makanan favorit saya. Setelah itu baru perjalanan dilanjutkan, melewati perkampungan penduduk suku makassar dengan rumah panggungnya.





Pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai punaga 1, sebut saja begitu karena memang gak ada namanya. Pantai landai dengan batu-batu besar dan ombak kecil, tipikal pantai-pantai di sulawesi selatan memang jarang banget yang ombaknya gede, mungkin karena dikelilingi pulau-pulau besar ya. Beda banget sama ombak-nya padang atau pantai selatan jawa. Yah, jadinya pantai-pantai di sulawesi selatan ini cuma enak buat panorama kongko-kongko. Gak bisa buat main tantang ombak, apalagi surfing.

Menurut saya, nggak terlalu istimewa pantai punaga 1 ini. Sama aja kaya pantai-pantai lainnya yang pernah saya kunjungi. Bedanya disini ada batu-batu karang besar yang jadi pemecah ombak alami. Viewnya manteb sih sebenarnya, tapi karena bagian pesisirnya udah banyak didirikan pemukiman penduduk, ya jadinya nggak keliatan asri lagi. Tapi pantai ini lumayan enak buat kongko-kongko, karena banyak pohon-pohon besar dan anginnya juga aduhai, bikin ngantuk. Saya aja hampir ketiduran di rumput teki yang tumbuh diatas batu karang. Kata hikma, kalo malam minggu biasanya dijadikan muda-mudi untuk memadu cinta *alamak bahasanya najong*. Oh ya, kalo jalan-jalan kesini jangan kaget kalo nemu rumah-rumahan yang ada sesajennya. Disini kayaknya yang adat tentang yang mistik-mistik masih kuat.

Dari Pantai Punaga 1 kami diajak ke pantai Punaga 2 *seenak udel aja saya ngasi nama*. Jalan kesana cukup terjal, kayak idup saya haha. Sepanjang jalan ditanami pohon yang saya nggak tau namanya apa. Rapi banget pokoknya. Padahal sebenernya pohon-pohon itu cuma pagar alami yang dipake warga disana buat batasin tanah sama jalan. Karena jalannya agak berbukit-bukit, saya sama temen-temen terpaksa turun dari motor buat dorong motornya. Tapi perjuangan langsung terbayar lunas pas nyampe di puncak bukit. Bukit dengan padang rumput luas, sapi-sapi, langsung berbatas sama pantai lepas. Saya sampai teriak-teriak saking girangnya. Tempat ini bener-bener impressive buat saya, walaupun panas karena nggak ada pohon-pohonnya.

Di padang rumput luas ini ratusan sapi-sapi dilepas liar, cuma dikasi lonceng aja nggak dikasi tali sama sekali. Saya jadi berasa di savana di afrika. Pemandangannya bener-bener eksotis, laut lepas yang biru. Saya nggak punya kata-kata deh buat deskripsiinnya. Liat aja beberapa pics yang sempat saya abadikan. :) selamat menikmati (dan ngiri :P)











13 blabla(s):

NuellubiS mengatakan...

pemandangannya baguuus


untitled#3

Dika Abriyan mengatakan...

hi hans, i like your blog... and i think it gives some inspiration.
visit me back if you want :)

http://dikaabriyan.blogspot.com/

Inggit Inggit Semut mengatakan...

aaaaaaa ngileeeerrr

Cindikya mengatakan...

aseeekkk,,update travelling lagi! *ngiriii sama hans, jlan jalan muluu ihh

:P

ke jogja hans,

Dana Paramita mengatakan...

fotonya pake kamera apa bang?

arik mengatakan...

Foto-2 Landscapenya bagus. Pake kamera apa? udah editan PS kah? Kalau bisa model cowoknya ganti ya. Jangan yang itu-2 terus. membosankan. hahaha ... becanda.

noreply@blogger.com (Hasyim) mengatakan...

Seru juga yah mas lihat2nya.. :D

De mengatakan...

Baru tahu klo kamu dari Payakumbuh.
Aku juga dari Sumbar juga lho. Tepatnya di Pariaman.
Salam kenal yaaah... :)

rona-nauli mengatakan...

arghhhhhh asli ngiri! btw, tambah lengkap kalo ada satu puun guede nan rindang di pinggir pantainya hehehe

Desyanans mengatakan...

aku ga iri, aku ga iri, aku ga iri..

gila akuu IRI!!
sialan km hans!

Hans Brownsound ツ mengatakan...

@nuellubis : THANKS :D
@dika : hai, thanks dika :D segera meluncur
@inggit : haha, monggo cari tiket pesawat.
@cindikya : hayook. kapan kita jalan bareng? hehe
@dana : pake kamera pocket dek :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

@arik : pake camera pocket doang rik :)
@hasyim : aseek :D
@De : iya, salam kenal ya :)
@Rona : ayooo. buruan tanam hehe
@desya : HAHAHAHAHA :D

arqu3fiq mengatakan...

Fotonya keren-keren, saya suka yang foto ada sapinya. Tampak natural.

 

Blog Template by