Kamis, 15 September 2011

tekateki


Mari bermain teka-teki, siapa yang kalah dia yang mati
Teka-teki merah jingga, lekang matahari hari ke hari
tersulut panas dalam kotak-kotak hitam dan berpita putih
Kita mainkan rodanya sampai sepi terlalu riuh untuk berbunyi
Kau tarik pedalnya, kutelanjangi jengahnya
Biar menang berdentang-dentang
Bergelimpang, menggelepar

Dan beri sedikit garam agar lobang-lobang berhenti terkunci
Jalan keluar dan teka-teki seperti jarak matahari dan ujung telapak kaki
Atau mungkin disini kita berada, dalam remang yang rapat
Kurasa lebih indah jika kita selami saja rimbanya
Kalungkan tanah di ujung tenggara, lepaskan bersama nyawa
jangan takut, dia hanya menggertak
dan diujungnya saat tali genggam lehermu dan jantungmu sebongkah lelah
terikatlah, tumbal jadi jawaban doa tak terselamat
dan akhirnya, tapakku satu-satunya tersisa
bergantilah teka-teki jadi jerat yang memisah

Jimbaran, 15 september 2011

9 blabla(s):

Enno mengatakan...

ih ngeriii.... tekatekinya kok taruhannya nyawa siiiy?
tekateki apaan hans?

:P

Wuri SweetY mengatakan...

ogah ikutan achhh, ntr gw mati lg kl kalah. :D

Dhani mengatakan...

waahh.. mumdur ahh.. pake acara mati-2 an hehe..

Senjana Jingga mengatakan...

jawabnya ngasal ah, biar kalah terus mati...apa ya...

Asop mengatakan...

Ah makasih, taruhannya nyawa sih.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

@enno: ayo, mau ikutan?
@wury: loh ko ga mau?
@dhani: nambah satu lagi yg mundur
@ica: hahaha. ini dia yang satu paham, satu aliran.
@asop: berani?

Gloria Putri mengatakan...

hans, aq baca ini berasa kayak nntn film SAW dehhh
serem

Hans Brownsound ツ mengatakan...

@glo: hehehe. tabah glo *loh?

Annesya mengatakan...

bagus... puisinya bagus...
ini tulisanmu ya? bagus... <-- pecinta hal2 gelap :3

 

Blog Template by