Jumat, 07 Oktober 2011

Manglayang


Manglayang malam ini, tenda-tenda dan pandemonium mereka
Aku meringkuk bodoh dalam sepi yang tergantung memberi jarak antara kau dan aku
Ku sulut sigaret pertama, mencoba mencuri hangatnya
Bertanya pada bulan tentang rasa yang tergantung di lidahku, dan dalam diamku,
tanda tanya mengisi rongga-rongga otakku sampai lumpuh tak mampu berpikir,

Sigaret kedua kuhisap ketika kau melewati api unggun, dan asapmu mengepul siangi dingin yang mulai biadab,
Beberapa waktu berhenti, sinarmu mengalahkan bulan yang terlalu letih bersolek
Kutatap senyummu dalam jilat-jilat api
kunikmati dari jauh,
Gemerisik ilalang keringmu senada dengan aroma yang ditebar jangkrik
Meredam kesunyian, menjadikannya sebuah tanya yang tak tertebak

Sigaret ketiga,
Aku ingin menghentikan ketergantunganku pada sigaret sama seperti aku ingin berhenti mencanduimu
Entah unsur adiktif apa pada senyummu sehingga aku terlalu susah untuk beranjak
Bahkan kini aku kian giat membangun kisah kita dalam dunia bawah sadarku,
Bersenang-senang dengan bayangmu yang nyata kurasa dalam dingin yang mendarah daging

Sigaret keempat, api unggun lenyap, tinggal bara meletup-letup
Kau menghilang ketika cahaya tak mampu menjangkau hangat nafasmu,
Dan senyummu pergi bersama angin gunung yang samar
Sigaret terakhir kulempar dalam bara, dan hanguslah ia bersama malam yang kian renta
Ku diam beberapa waktu tanpa sigaret, tanpa kau
Dan denyut jantung perlahan melambat
Aku sadari kau takkan kembali, atau mungkin kau hanya sebuah ilusi
Fatamorgana padang pasir yang kini aku temui di gunung ini

Bersaranglah aku dalam selimut
Hangat menjalar,
Tapi seperti kamp tanpa api unggun
Seperti itulah malam ini tanpamu

Manglayang, 20 September 2011


13 blabla(s):

Gloria Putri mengatakan...

wuihhh...mau tdr baca puisi ini mantabbb niannn...
hahahhahaa
semoga aq mimpi ketemu pangeran cakep yaaaaaa (tp bukan kamu pake seragam:))
hahahhahaa

have a nice nite brother

Bali Tidbits mengatakan...

hiks. ya ampun kakak, please tell me ini cuma ide puisi aja, not a true story :'( tapi either way, it's a grrreeat poetry, dan mengingatkanku sama ini: ~some stay so we can love, some leave so we can learn~
at the end, worthreading bgt kak, salut :)

Asop mengatakan...

Camp tanpa api unggun? Yap bisa saya bayangkan betapa hampanya.

cerita iume mengatakan...

lagi camping sempatnya nulis,,andolen skali kk nih,,, :)
manglayang keren gak kak?

gamazoe mengatakan...

Hans berpuisi?? oh my God, sumpah dhe surprise banget Han, coz ini pertama kalinya dhe baca puisi kamu..

nice poem Hans, ada banyak rasa yang kau simpan di puisi ini..

BaS mengatakan...

nice post you have there......and so agree that cigar can always make you addict just like when you're in love with someone...

Wuri SweetY mengatakan...

Aduhhh...Hans lg camping pramuka ya???
wkwkwkwk *ngomong apa sich aku ni*

Hans Brownsound ツ mengatakan...

@glo:
hahaha. nite glo!

@bali
wah, unfortunately its true. haha :D
thanks :)

@asop
yah ):

Hans Brownsound ツ mengatakan...

@Bas
thanks bas!

@ayumie
biasa aja dek :B

@wury:
camping pramuka? doeng doeng.

Accilong mengatakan...

asyeeekk..
jaman praja, rasa2nya blum pernah menikmati manglayang sepenuh hati.
sllu ada steling-an dri senior.
wah, beruntung kamu diks. :D

Gogo Caroselle mengatakan...

Hans,
this is way way too beautiful... Isinya menyentuh banget.. you are talented hans.. :)

Hans Brownsound ツ mengatakan...

k acci: hehehe, thanks kak :)
gogo: THANKS my dear. its truly what i feel. :I

Irma Devi Santika mengatakan...

manglayang.. gunung belakang rumah saya. tiap hari dari pagi sampe sore angkuhnya tetap tegas..

tulisannya keren :)

 

Blog Template by