Kamis, 03 November 2011

Am I an Indigo? (Part 1)

hello.
Beberapa waktu lalu saya nggak sengaja baca salah satu komen dari pembaca blog saya yang nanya terang-terangan “hans, are you indigo? blabla blabla”. Otomatis waktu itu saya marah dong ya, ini orang kenal nggak apa nggak tiba-tiba langsung melabeli saya dengan istilah ‘indigo’. Well, dalam mindset saya waktu itu, indigo itu nggak ada bedanya sama anak autis dan sejenisnya. sejak itu saya jadi sering browsing mengenai indigo, dan akhirnya saya mulai sadar sesuatu. Indigo beda banget dengan autis. Dan yang lebih mengejutkan, saya rasa saya memang satu diantara mereka.

Disini saya nggak mau cari sensasi, sok misterius, sok mutan planet lain yang nyasar ke tubuh manusia, sok ini, sok itu. Saya juga ga sertamerta langsung vonis kalau saya adalah anak indigo. Sebagian orang bakal bilang tulisan ini mungkin tulisan paling konyol yang pernah saya bikin, tapi percayalah jika anda jadi saya, anda nggak akan pikir ini konyol. Disini saya pengen cerita aja, siapa tau pembaca ada yang lebih paham mengenai masalah ini dan gimana sebenarnya mengatasi gangguan yang mungkin timbul diakibatkan istilah ‘indigo’ ini. Hasil browsing-browsing, saya menemukan kalau indigo is a label given to children who are claimed to possess special, unusual and/or supernatural traits or abilities. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Indigo terkait dengan indera keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan.

Denger tentang indigo agak sedikit seram ya? Dari browsing-browsing akhirnya saya nemu karakteristik anak-anak yang terlahir dengan aura nila tersebut, dan yang paling membuat saya khawatir adalah saya hampir memenuhi karakteristik anak indigo baik secara mental maupun fisik. Emosi yang tidak pernah stabil, penghargaan diri yang rendah, kemampuan melihat ‘sesuatu’ diluar batas manusia normal, dan karakteristik lainnya. Untuk lebih jelasnya saya paparkan dalam poin-poin aja ya:

1. Seorang anak indigo memiliki kondisi kejiwaan yang khusus, emosi ekstrim dan memiliki masalah mengendalikan emosinya. Secara fisik dan emosional sensitif, selalu bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau bahkan stress, juga sering bertindak diluar batas kewajaran. Kebanyakan mengalami depresi di usia muda, merasa tidak tahu untuk apa mereka dilahirkan. Dan yang paling parah adalah sering menyakiti diri sendiri dengan alasan yang tidak logis, bahkan sering berpikir suicidal walau tidak benar-benar melakukannya.

Ini karekteristik paling dominan yang saya rasakan. Dari kecil di keluarga saya memang dikenal paling tempramental, emosi sering meledak-ledak, dan jika marah sangat susah dikendalikan. Waktu masih di taman kanak-kanak orangtua saya sering dipanggil bimbingan konseling sekolah karena tindakan saya yang sering tidak wajar dan emosi saya yang sangat susah dikendalikan. Saya pernah merendam salah seorang teman saya dalam bak mandi di usia saya 5 tahun. Saya biasa mengacak-acak kamar, membanting vas bunga, memecahkan kaca waktu saya masih di sekolah dasar di saat puncak kemarahan.

Kecemasan berlebihan, gampang panik, depresi dan stress. Ini yang paling saya rasakan. Banyak yang bilang saya terlalu muda untuk merasakan depresi. Saya tidak pernah satu hari-pun lepas dari yang namanya kecemasan. Jika saya dalam kondisi yang panik, emosi saya menjadi susah dikendalikan dan cenderung menyalahkan semua orang, bahkan pada kondisi terparah saya bisa membenci semua orang dihadapan saya. Kadang-kadang saya dicemaskan oleh hal-hal sepele, tapi tetap saja hal tersebut mengganggu ketenangan saya. Kecemasan-kecemasan tersebut kadang membuat saya stress dan depresi, lebih nyaman mengunci diri dalam kamar. Saya ingin sekali lepas dari kecemasan-kecemasan tersebut, tapi tetap saja, semakin saya berusaha untuk merasa bahagia, kecemasan selalu datang, bahkan ada kalanya saya tidak tahu apa yang saya cemaskan. Saya juga sangat sensitif terhadap interaksi orang terhadap saya. Jika ada perkataan seseorang yang menyinggung saya, saya selalu memikirkannya dalam waktu yang cukup lama. Ada saatnya saya sangat dilematis, tidak mampu memilih sesuatu sama sekali. Kondisi psikologis saya seringkali kacau balau. Kadang saya ingin menangis meraung-raung, kadang saya ingin tertawa lepas, dan keduanya bisa berubah dalam hitungan menit saja. Saya bingung dengan diri saya, kadang saya malah berpikir saya mengalami gangguan psikologis dan putus asa dengan hal itu. Saya selalu merasa tidak akan pernah bahagia walaupun semua orang disekitar saya selalu berpikir hidup saya sempurna. Mungkin banyak yang memvonis saya terlalu banyak berpikir dan tidak wajar untuk pemuda seusia saya untuk dealing sama hal-hal berbau stress dan depresi atau sejenisnya, dan ya, sepertinya that’s the truth. I’m dealing with despair and hopelesness every single day of my life. Kegagalan pencapaian, mimpi-mimpi tak terwujud, masalah-masalah tak terselesaikan, dan ketidakpuasan makin memperburuk kondisi psikologis saya yang labil. Pada kondisi puncak inilah tulisan-tulisan ‘galau’ saya lahir sebagai pelampiasan emosi saya.

2. Kecenderungan mempunyai kemampuan supranatural, seperti dapat melihat sesuatu yang orang lain tidak dapat melihat. Suka menunjuk dan melihat ada sosok orang tetapi orang lain tidak bisa melihat. Mempunyai teman fantasi. Sebagian psikolog menganggap hal itu adalah teman fantasi. tetapi uniknya anak dapat menggambarkan nama, baju dan postur teman fantasi itu secara konsisten. Beberapa orang yang mempunyai kemampuan indigo mengatakan bahwa anak tersebut memang diikuti anak lainnya.

Sebenarnya saya sudah terbiasa dengan hal-hal berbau supranatural dari kecil. Saya sering mendengar dan melihat hal-hal diluar batas kemampuan indra orang biasa. Awalnya bonyok saya nggak sadar, bahkan nggak percaya kalau saya cerita ini itu. Barulah waktu SMA, mereka percaya kalo selama ini saya sering berkomunikasi dengan makhluk yang sebenarnya dimensinya beda dengan kita manusia.

Di kamar saya, saya mengenal sosok hitam tinggi besar yang selalu datang malam-malam ketika saya tidur. Dia selalu membangunkan saya saat tidur, dan ketika terbangun saya seperti berada diantara dua alam, sadar dan tidak sadar. Mungkin terdengar konyol, tapi percayalah saya tidak bohong. Saya masih bisa melihat sekeliling saya, padahal saya dalam keadaan tidur, bahkan pernah satu keadaan dimana saya seolah lepas dari tubuh saya. Saya bisa melihat tubuh saya sedang tertidur, sementara saya berdiri disampingnya dengan kondisi kamar seratus persen identik. Saya sering diajak terbang oleh si makhluk hitam itu, dan saya udah pernah merasakan gimana rasanya terbang melayang bebas di angkasa, tanpa kaki menginjak tanah. Saat saya ceritakan tentang makhluk ini-lah akhirnya bonyok saya mulai was-was, karena memang beberapa jam setelah kelahiran saya, ibu saya bermimpi bertemu dengan makhluk hitam ini.

Sebenarnya bukan makhluk ini saja yang sering saya lihat. Banyak jenisnya yang membuat saya mengalami stress berat karena tidak mampu lagi mengendalikanya. Terlalu sering dulu saya melihat sosok wanita berbaju merah atau putih, sosok orang duduk di sofa rumah, suara-suara aneh, anak kecil yang berlarian, sekelebat bayang-bayang aneh, noni-noni belanda, sampai wanita berambut panjang. Sampai-sampai waktu saya melaksanakan praktek lapangan di sebuah desa terpencil di sulawesi selatan, orang pintar disana bilang saya adalah anak yang berbeda. Dia menyarankan saya untuk tidak menerima ilmu tersebut. Saya sendiri sampai sekarang nggak ngerti ilmu apa yang dia maksud. Dia bilang aura dan mata saya berbeda, entah apa maksudnya.

Hingga sampailah batasnya setahun yang lalu. Saya sudah tidak tahan lagi dengan gangguan-gangguan yang saya alami. Bonyok sampai nenek-kakek saya ribut ngomongin masalah ini. Sampai akhirnya saya dibawa bonyok untuk mengikuti semacam terapi agama, mirip-mirip rukiah gitu untuk menghindari gangguan-gangguan makhluk halus tersebut. Di awal-awal program tersebut saya menderita banget, karena hampir tiap malam saya diganggu karena makhluk-makhluk itu nggak terima kalo hubungannya dengan saya diputus. Saya bahkan dicekik oleh makhluk wanita berambut panjang di malam pertama setelah saya mengikuti program tersebut. Untungnya setelah kurun waktu satu tahun ini, saya mulai lepas dari gangguan mereka. Penampakan-penampakan makhluk-makhluk ‘lain’ itu mulai jarang saya lihat, bahkan sudah hampir tidak pernah. Thank god for that.

Yang masih belum saya pahami sampai saat ini adalah kenapa saya diberi kemampuan melihat hal-hal tersebut. Saya juga tidak mengerti apakah makhluk-makhluk tersebut memiliki niat baik atau malah sebaliknya, niat jahat pada saya. Satu hal yang saya sadari, saya hanya ingin hidup seperti manusia normal lainnya.



15 blabla(s):

Dana Paramita mengatakan...

bang. itu serius?! sumpah deh merinding bacanya..........

Enno mengatakan...

nomor satu dan dua, kita sama...
dulu lagi kecil malah beneran sempet terpikir pengen bunuh diri, mskipun cuma sebatas pikiran 'kepingin mati.'

indera keenamku jg udah ditutup, meskipun kdg2 msh ada yg lolos jg keliatan hehe...

cuma soal emosi yg ga stabil itu, aku ga separah kamu, hans... atau mgkn krn aku lbh tua dr kamu ya, jd lbh dewasa gitu? xixixi....

ayo mana part 2-nya?

;)

chicylahasan mengatakan...

ceritanya, dongeng bangett, tpi bacanya smape bulu kuduk sy merinding !!!
sy percaya akan hal hal yang kk alami,karna cerita kk ini gak mustahil , hanya orang orang tertentu yang bisa rasain hal hal tersebut !

Gloria Putri mengatakan...

ah masa sih km indigo?

#langsung_search_google

Dewi Rahma mengatakan...

Pernah tau tentang penelitian orang luar knpa tingkat depresi/kegilaan di Indonesia itu tinggi ka?
salah satu penyebabnya karena yg diceritain ama kaka. mikir-mikir serem bgt, beruntung dilahirkan sbg org yg ga peka ama hal begituan.

Kei mengatakan...

"Saya bahkan dicekik oleh makhluk wanita berambut panjang di malam pertama setelah saya mengikuti program tersebut".

seriously? serem banget sampemo di cekik segala.
kalo saya sih pas masi kecil cuma pernah liat-liatan doang ama hantu (i dont know what I should call it, yang gw tau makluk itu cewek pake baju putih and rambutnya panjang. should be kuntilanak or sundel bolong maybe).

dilis mengatakan...

wah kl masalah indigo dll aku no koment deh...coz gak terlalu paham hanya sekedar tahu...cm aku mo koment bwt kejiwaan yg kata u bermasalah...boleh kasih saran gak?kl boleh daripada tebak2 dan analisa sendiri,kenapa gak konsultasi ma ahlinya kyk psikater kalau emg sudah bermasalah or psikolog nt kan bisa di konsulin ke psikiater kl emg perlu.cm semoga gak sampe seekstrim itulah,just look deep inside u'rself...jgn pernah berpikir negatif tentang diri kita sendiri,cb mind set nya di rubah sendiri bro...kl kita sadar tentang kekurangan diri kita sendiri,katanya itu proses awal yang baik untuk kenal dengan diri kita sendiri dan kalau kita bisa menerima dan beradaptasi dengan segala kelebihan dan kekurangan kita,bisa jadi proses pendewasaan diri...goodluck bro...aku gak terlalu suka dengan hal yang berbau mistik,maaf yah,realistis ajalah...

JejakShally mengatakan...

indigo itu anugrah kan???
klo yang kakak bisa keluar bisa terbang-terbang gitu, setau aku namanya "astral" (mulai rame yang ngomongin astral, bahkan dijadiin film >> insidious) dulu aku sempet ngerasain juga yang namanya astral,cuma sekarang aku udah ngindarin hal-hal seperti itu :) ngeri, aku bahkan sampe nangis pas astral.
aku nunggu part 2 nya :)

Nindya Resha Pramesti mengatakan...

setau aku, menurut agama namanya anak indigo itu nggak ada kak. Mungkin kalo udah masalah kaya beginian kita baiknya ngga ambil dari istilah medis aja. Manusia ngga bisa melihat Jin dengan kasat mata, tapi mereka bisa lihat kita dimana aja kita ada. Nah, kalo kita bisa lihat mereka, itu perlu dipertanyakan. :)
Semangat ya kak, kalo yang pertama, yang masalah suka menyakiti diri sendiri itu mungkin lebih ke MASOCHIST ya kak. Dimana dia ngerasa nyaman banget kalo disakiti, fisik maupun mental.
anyway, aku Masochist, Pas disakitin, aku ngerasa sakit, sedih sampe pusing banget, tapi itulah yang bikin aku tenang, ya kerana begitulah aku hidup, dari awal. Karena dari kecil udah biasa di gituin. Apalagi dulu kurang bersyukur, dan ngga tau kalo kehidupan setelah ini jauh lebih complicated. Dulu setiap kenapa2 selalu pengen mati, mulai dari potong nadi sampe jedug2in kepala ke tembok.
Tapi sekarang insyaaALLAH sedikit berkurang. Lebih deket sama Tuhan aja kak. Aku ngerasain efeknya kok. Semoga kakak baik2 aja :)

mahatrywan fhony mengatakan...

Menurut saya Anda terkesan membesarkan masalah yg Anda alami. Saya pribadi hanya akan memikirkan masalah yg benar2 penting untuk dipikirkan (atau mungkin saya yg terlalu berpikiran bahwa terlalu banyak hal tdk penting di sekitar saya).

Hans Brownsound ツ mengatakan...

dana: serius dek :I
enno: mungkin enn. are we? wait part 2nya ya.
chicy: nggak dongeng dek. :p
glo: yang jelas aku bukan indiglo. haha :p
dewi: ah masa sih? hehehe. iya, beruntunglah orang2 normal.

Hans Brownsound ツ mengatakan...

kei: duh, sama aja seremnya. :s
dilis: thanks komentarnya.
sally: okey, thanks :)
nindya: tapi sepertinya saya bukan Masochist dek, saya nggak suka menyakiti diri sendiri kok. thanks komennya dek
ramathanks bro.

Lia mengatakan...

indigo? hhmmm
aku juga ngerasa kamu bgitu lho hans, berasa kalo baca tulisan galaumu itu kayak udah di ujung waktu.
well, kutunggu part 2 nya ya.
:D

Hayfa Qanita mengatakan...

tau sih dulu pas sma lo bs liyat2 gituan, tp gue br tw sisi lain mengenai lo di rukiyah nyuk --------" g nyangka .. apalagi pas baca tuh makhluk nyekek2 lo .. apalaaah ... sereeeeeeeemmm T,T

arqu3fiq mengatakan...

WOW...Fantastic. Kamu seperti dalam cerita di film horor Insidious. saya percaya dengan hal itu, karena kita hidup di dunia ini tidak sendiri. banyak makhluk dari dunia lain berseliweran di antara kita. Ngeri juga baca cerita kamu bro. Semoga sampai sekarang tidak terjadi apa-apa.

 

Blog Template by