Rabu, 30 Maret 2011

the world spins madly on


Woke up and wished that I was dead with an aching in my head. I lay motionless in bed. I thought of you and where you'd gone, and let the world spin madly on. Everything that I said I'd do . Like make the world brand new. And take the time for you. I just got lost and slept right through the dawn . And the world spins madly on.
I let the day go by I always say goodbye. I watch the stars from my window sill. The whole world is moving and I'm standing still.
Woke up and wished that I was dead with an aching in my head. I lay motionless in bed. The night is here and the day is gone. And the world spins madly on.
I thought of you and where you'd gone
And the world spins madly on.

Sabtu, 26 Maret 2011

loser like me!

oke. sekarang saya mau cerita. today is saturday.okay crap, everyone knows that today is saturday. lets go the point. hari ini saya jalan keluar. sendirian. saya biasanya lakukan ini kalo keadaan perasaan lagi kurang baik. hampir semua temen-temen saya tau kalau saya ini moody. saya bisa berubah secara drastis dalam hitungan menit. if you think i'm freak, yes i am. saya masuk salah satu rumah makan. maksud hati mau menenangkan diri, karena memang saya selalu merasa lebih baik setelah makan sepuasnya. saya pilih tempat duduk yang menghadap ke jalan, biar pandangan lepas. biar semua yang membebani kepala ikut ngilang sama kendaraan yang seliweran.

malam minggu ini. tapi tetep aja sama kaya malam-malam biasa. ngiri banget sama pasangan-pasangan yang hilir mudik, they look so happy. and me, of course so lonely. saya kangen gimana rasanya jatuh cinta. sesuatu yang sudah tidak pernah lagi saya rasakan beberapa tahun terakhir. ini bukan berarti saya telah menjomblo bertahun-tahun. saya baru saja mengakhiri hubungan dengan pacar terakhir, beberapa bulan yang lalu. itu berarti hubungan saya dengan pacar yang lalu hanyalah sebatas hubungan saling membutuhkan, tanpa rasa cinta sama sekali. hambar. bisa kau bayangkan betapa tidak menariknya hal itu untuk diceritakan disini. saya bingung kenapa nasib saya dalam kehidupan percintaan tak pernah semulus teman-teman yang lain. orang yang saya cintai mati-matian selalu saja tidak menaruh rasa yang sama terhadap saya. orang yang samasekali tidak saya cintai, malah mencintai saya mati-matian. dunia ini memang sudah dibuat gila oleh cinta. saya kadang ingin tahu seperti apa rupanya si 'cinta' yang selalu bikin masalah dimana-mana itu. saya janji, saya akan tonjok habis-habisan kalo ketemu dengannya.

okay, lagi-lagi crap. i don't have to tell those silly things in here. okay, honestly i feel so lonely especially when i see happy couple around. but i am happy and enjoy my 'single' status right now. sebenarnya saya tidak mau cerita apapun tentang cinta di posting ini. ada yang jauh lebih penting saya ceritakan daripada masalah cinta yang gak ada habis-habisnya dari jaman adam hawa sampai zaman anak cucu saya nanti, mungkin. Saya melamun sambil ngeliatin kendaraan yang lalu lalang sampai akhirnya saya sadar saya ternyata jadi pusat perhatian orang-orang di sekeliling saya. ibu-ibu, bapak-bapak, gadis muda, bahkan anak-anak SMA. mereka melihat saya seperti saya ini alien dari planet antah berantah yang baru turun dari ufo. khususnya ibu-ibu yang duduk di pojokan. ngeliatin saya, terus bisik-bisik, abis itu ngeliatin lagi dengan pandangan dan senyuman yang samasekali nggak nyaman di mata saya. saya bisa baca ekspresi 'merendahkan' dari mata mereka. parahnya, mereka tetap saja begitu walau saya sudah menunjukkan wajah ketidaknyamanan saya. saya tidak mengerti apa yang ada di kepala mereka itu. tapi saya benar-benar tidak suka dengan cara mereka memandangi saya.


i'm brave enough to stand up and trash those mama dan mengajari tata krama bagaimana caranya menghargai orang yang tak dikenal. saya belum pernah kenal satupun dari mereka, dan mereka sudah berani memandangi saya seperti itu. freak! ada apa dengan orang-orang disini. ingin rasanya saya berdiri dan melemparkan gelas saya ke mereka supaya berhenti memandangi saya seperti itu. tapi saya ingat seragam saya. kadangkala seorang great fighter harus mengalah. saya bilang ke mbak pelayannya kalau pesanan saya tadi dibungkus aja, dan setelah membayar secepatnya saya tinggalkan rumah makan itu bersama manusia-manusia tanpa etika yang ada di dalamnya. saya kembali ke asrama dan berusaha melupakan kejadian ini. kejadian yang sudah sering terjadi dan membuat saya merasa seorang loser. tunggu, saya yakin banyak orang yang menganggap reaksi saya terlalu berlebihan. itu mungkin karena mereka tidak mengerti bagaimana rasanya jadi saya.

well, actually i knew what's on their mind. i totally knew. it just because, i'm a different one. i'm white and skinny, and i surely know that my uniform never suit me. i always look like a clown if i use that. so, is that the reason they can look at me like i'm a unrecognize creature from mars or pluto. that's not fair for me, really. i never wanted to be different. if only you know, how i tried to look normal in people eyes. i wan't to have dark skin. i want to have good body like all dudes have. if you think that i'm not trying. you're freaking wrong. :( oh hell, memang sepertinya hidup ini tidak pernah adil buat orang seperti saya. saya kadang-kadang iri dengan orang yang hidupnya berjalan mulus-mulus saja dan selalu seperti apa yang mereka inginkan. saya kadang iri dengan orang yang mendapatkan segala sesuatu dengan mudah bahkan tanpa usaha sama sekali, dimana saya sudah berusaha mati-matian dan tidak berhasil mendapatkan hal itu. life, when will you be fair to me? huh?

i feel like a loser right now even definetely, i’m not. i shouldn’t think too much about what people say. yap, thats why i tried to forget that and enjoy musics in my room. you know, sometimes music could make you feel better faster that those useless prayers does. watch glee season 2, original song. the ‘loser like me’ which they performed on regional extremely make me feel better. i don’t even know how the music could be a moodbooster like this. rapidly, i forgot about what happened this afternoon and enjoy the song.

“just go ahead and hate on me and run your mouth. so everyone can hear
hit me with the words
you got and knock me down. baby, i don’t care

keep it up, i’m tunin’ up to fade you out

you wanna be a loser like me!



well, i should know now,
i’m not a loser, i’m perfectly incredible,
might be not all of people can see,
but yes i’m perfectly incredible!
and you too guys, you’re perfectly incredible!
we are perfectly incredible!
so come here, join the club,
take your drink and raise your glass!
we shouldn’t think what those stupid people say right?



ps: this post dedicated to: kalian yang selalu tersakiti, physically maupun verbally. kalian yang sering dibilang terlalu kurus seperti orang-orangan sawah atau gendut seperti gajah, kalian yang selalu dibilang lebih jelek dan bodoh daripada keledai, kalian yang selalu merasa diri kalian tidak pernah cukup baik di mata orang lain, kalian yang tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dicintai dan mencintai oleh seseorang yang diharapkan, kalian yang tidak pernah melakukan sesuatu yang benar walaupun telah melakukan usaha terbaik, kalian yang selalu mengambil keputusan yang salah, kalian yang selalu merasa berada di tempat yang salah, kalian yang selalu diremehkan, dilecehkan, dihina saat sudah melakukan sesuatu sebagaimana mestinya, kalian yang merasa dunia ini bukan tempat yang adil buat kalian, kalian yang selalu dapat nilai d dan e walaupun sudah belajar sampai tengah malam, kalian merasa keberadaan kalian tidak pernah dianggap oleh orang lain, kalian yang selalu merasa tak pernah cocok dengan pakaian yang kalian kenakan, dan kalian yang bahkan tak pernah mencicipi bagaimana rasanya bahagia. WE ARE NOT A LOSER GUYS! WE COULD BE A SUPERSTAR AND WE’LL SEE THEM WASH OUR CAR!

Warm hug,







mandala monument

HELLO READERS!
Beberapa minggu lalu saya nemenin temen ke makassar trade center untuk benerin printer. Niat awalnya abis benerin printer, langsung pulang. tapi tetep aja, kalo udah jalan bertiga (you-know-who) ujung-ujungnya jalan kesana kemari. Setelah benerin printer dan makan gorengan di pasar sentral, kami jalan, seperti biasa tanpa arah dan tujuan. Beruntung kami akhirnya ketemu yang namanya Monumen Mandala. Selama dua tahun saya tinggal di Makassar, saya belum pernah samasekali masuk ke monumen ini, walaupun hampir tiap weekend mondar mandir didepannya. Berhubung lagi bertiga dan kebetulan pintunya tumben-tumbenan kebuka, saya sama mede dan astos memberanikan diri untuk masuk.

Saya nggak pernah tau secara detail sebenernya tentang bangunan besar ini. Yang saya tau Monumen Mandala ini dibangun untuk memperingati pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda beberapa puluh tahun yang lalu. Belakangan saya tau ternyata orang yang berperan besar untuk mengembalikan irian barat ke tanahair kita Indonesia adalah.. siapa coba? Alm. Mantan presiden Soeharto yang kala itu menjabat sebagai kepala deputi Indonesia bagian timur. Saya baru tau loh, serius. Mungkin saya belum cukup serius kali ya belajar sejarah waktu di SMP dulu. Mantan presiden Soeharto yang selalu dihujat sana-sini gara-gara kebijakan dan tentu saja ‘korupsi’-nya di jaman orde baru, ternyata berjasa besar ya dalam mengembalikan keutuhan NKRI. Memang udah kaya budaya ya di Indonesia, kalau orang melakukan kesalahan, pasti dihujat mati-matian tanpa ngeliat ke belakang bagaimana jasa orang tersebut. Yah, mungkin kita semua juga tau kalau kebijakan ‘ngutang luar negeri’ dan korupsi yang dilakukan pak Soeharto kala masa pemerintahannya dulu menyengsarakan bangsa kita sampai sekarang, but at least he got a point. Tanpa dia mungkin Indonesia sekarang hanya dari aceh sampai maluku saja. Tidak ada sodara-sodara-ku pace-pace mace-mace manise yang menemani jatuh bangunnya negeri ini sampe saat ini.




Kembali ke Monumen Mandala. Bangunan setinggi 75 meter ini diresmikan tahun 1995 dan memakan dana sebesar 75 miliar. Buset,duit semua itu yak? Hehe. Monumen ini dibangun untuk memperingati jasa-jasa pahlawan yang gugur dalam operasi Mandala dalam mengembalikan Irian Barat ke NKRI tahun 1966. Di bagian paling depan kita bisa liat monumen nama-nama pahlawan yang gugur dalam mengembalikan Irian Barat, nyampe ratusan kalo saya nggak salah. Dan sekarang OPM mau mencoba untuk memisahkan diri dari Indonesia, hell no. Tidak bisa. Saya masih bingung kenapa masih ada organisasi separatis seperti itu yang mau memisahkan diri dari Republik ini. Miris saya melihat semangat nasionalismenya. Liat deh betapa panjangnya jalan yang udah ditempuh bangsa ini untuk tetap bersatu, eh sekarang malah mau memisahkan diri dari Indonesia. Jangan gampang terprovokasi negara barat deh. Saya tau, gak mungkin orang Papua sana mau memisahkan diri dari Indonesia kalo nggak ada provokasi-provokasi dari negara lain yang niatnya memang mau merusak kesatuan negara kita. Well, mungkin kita bisa flashback ke tahun 1998, semua juga udah tau ya, negara mana yang memprovokasi disintegrasi timor-timur dari Indonesia waktu itu. Cukup itu jadi yang terakhir deh, jangan sampai terulang lagi. Kita ini bangsa Indonesia, dari dulu sampai kapanpun akan tetap satu. Jangan mau dipecah-pecah sama negara lain yang bahkan nggak pernah tau gimana pahitnya mencapai kemerdekaan.

Mungkin ada benernya juga ya, kalau OPM bilang kalau Papua itu negeri kaya raya tapi nggak tersentuh hasil pembangunan. Disparitas Papua dengan propinsi-propinsi lain bisa dibilang runcing. Disaat di propinsi-propinsi lain mobil-mobil merk terkenal udah seliweran, di Papua aja satu kabupaten dengan kabupaten lain aja kadang belum ada jalan daratnya (info dari temen saya asal kabupaten serui, papua nih). Okay, mungkin benar ya pembangunan masa orde baru bener-bener tidak merata, fokus di pulau Jawa aja. Tapi bukan berarti pemerintah sekarang gak melakukan perbaikan apa-apa kan? Otonomi khusus! Pemerintah mendelegasikan wewenang khusus untuk propinsi Papua untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, dengan harapan pembangunan di Papua bisa lebih fokus dan terencana oleh putra daerahnya sendiri. Everything needs process right? Selang beberapa tahun setelah otsus berjalan mungkin kita belum liat perubahan yang signifikan ya, tapi saya yakin banget, sepuluh atau duapuluh tahun ke depan saya yakin Papua bakalan maju. Apalagi didukung kualitas SDM yang makin mantap. Sekedar info, temen-temen saya dari Papua disini semangat belajarnya bisa dibilang bombastis. Hehe.

these are beautiful relief, but watch what some stupid people do with it. jerk.







Okay, kembali ke Monumen Mandala. Saya nggak tau kenapa kalo saya nulis selalu out of topic. Kondisi Monumen Mandala bisa dibilang masih baik, walaupun keliatan kurang terurus. Lumut udah banyak disana sini, bahkan udah ada tanaman epifit yang tumbuh di menaranya. Dan yang paling mengganggu mata, tulisan-tulisan yang dibikin orang-orang tolol di relief sekeliling monumen. Saya heran deh, kenapa makhluk-makhluk jenis begini nih demen banget bikin coret-coretan namanya di tempat umum kaya gini. Pengen eksis atau pengen ngartis kali ya. Tapi sayang sekali saudara-saudara, usahanya sepertinya sia-sia.

Pintu untuk naik ke puncak monumen dikunci rapat, gak tau kapan dibukanya. Kata temen saya yang asli Makassar, kalo kita naik ke puncak monumen ini kita bisa lihat seluruh pelosok Makassar. Saya pengen banget sebenernya naik, tapi apa mau dikate. Pintunya kaga bisa dibuka. Mungkin lain kali ya, saya masih punya waktu 5 bulan lagi untuk berkelana di Sulawesi Selatan ini. Setelah itu, Jatinangor, here i come!

Yang mau berkunjung kesini, nih alamatnya:
Jln. Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan.
(sekitar 200 meter dari pusat kota, lap karebosi)

Have a great day all!

Rabu, 23 Maret 2011

île, je viens ici

Hello Pals!
Berhubung saya baru saja ikut trip ke Pulau Samalona, saya mau share some useful tips nih buat yang mau traveling ke pulau yang letaknya terpencil atau bahkan gak ada penghuni samasekali. Siapa tau bisa membantu bagi yang niat untuk jalan-jalan.


Sebelum berangkat ke Pulau yang dituju, sebaiknya browsing-browsing dulu di internet mengenai pulau yang dituju, jangan nekat juga pergi ke pulau yang bahkan denger namanya baru sekali, bisa-bisa nyawa jadi taruhannya. Jangan lupa juga cari biaya perjalanannya, misalnya biaya sewa perahu pulang-pergi, atau kalau disana ada resort, berapa biaya penginapannya. Jadi kita nggak mudah ketipu sama oknum-oknum yang mencari keuntungan dalam ‘ketidaktahuan’ kita.

Sendals and short are the best! Pas jalan kemarin saya pake training sama sepatu kets dan hasilnya semuanya basah diterjang ombak. Pulang dari pulau saya terpaksa membersihkan pasir dari sepatu kets, saku jacket dan celana saya. Buat cewe-cewe yang biasa pake sepatu hak tinggi kemana-mana, udah deh, di pulau nggak ada catwalk atau panggung miss universe, jadi gak perlu dandan cantik-cantik. Pake sendal dan celana pendek aja cukup.

Bawa persediaan makanan. Di pulau yang dihuni tidak terlalu banyak orang biasanya harga makanan bisa melambung sampai beberapa kali lipat. Waktu saya ke samalona lalu tau nggak berapa harga makan malam untuk 10 orang yang ditawarkan ke kami? Satu juta! Pret. Kalo satu juta mending ngais-ngais tanah yah atau lompat ke laut sekalian nangkap ikan. Mie instan kayanya bisa jadi pilihan, jangan lupa bawa termos air panas plus coffee. Duduk di pinggir pantai malem-malem mengelilingi api unggun, ngobrol ngalor ngidul sama temen-temen sambil menikmati secangkir kopi, pasir putih dan ombak. what else more interesting than that, people?

Ini list beberapa barang yang kudu dibawa: Jacket/sweater, udara malam yang basah gak baik buat kesehatan. Lebih baik antisipasi dengan menggunakan jacket/sweater. Jangan sampai setelah bersenang-senang kita harus mendekam di tempat tidur berminggu-minggu karena sakit. Lotion anti nyamuk, di pulau nyamuknya bisa dua kali lebih ganas. Jarang-jarang liat makanan enak kali ya. Sunblock, kalo nggak mau pas pulang nanti kulit perih kebakar matahari, lebih parah lagi, disangka orang negro. Bawa pakaian lebih banyak dari yang direncanakan, bersiap untuk kemungkinan terburuk. Kaya temen saya waktu itu, bawa pakaian secukupnya aja, nggak taunya celananya basah kena ombak, yasudah, terpaksa pakai sarung sampai celananya kering. Korek api dan senter, ini benda kecil manfaat besar, jangan sampai lupa.

Segini aja dulu, ntar kapan-kapan saya tambahin.
Happy traveling all!


Selasa, 15 Maret 2011

harmoni sujiwa

hello people.

Beberapa hari yang lalu saya dapat undangan untuk menghadiri acara 40 hari berpulangnya temen saya, Rinra Sujiwa, yang juga merupakan putra bungsu Gubernur Sulawesi Selatan. Acara dilaksanakan hari jumat, 11 januari lalu di Celebes Convention Center, Makassar. Bagi yang tinggal di Makassar mungkin sudah liat tayangannya di Makassar TV. Saya datang menghadiri acara bareng temen-temen saya, praja regional Makassar dan ternyata juga dihadiri teman-teman saya dari Jatinangor yang sengaja terbang ke Makassar untuk menghadiri acara ini. Suasananya masih haru, pak gub masih kelihatan sedih banget walaupun udah hampir dua bulan si anak pergi.

Acara dimulai jam delapan malam. Untuk pertama kali saya nonton Fadly Padi secara live, he's so much better than i watched in tv, seriously. Acara juga diisi sama Firman Idol, Lobow, Paduan suara Unhas, juga ust. Haddad Alwi. I love every single song's that they sang. My favorite was tears in heaven (eric clapton), sang trio by fadly, firman, and lobow. I wonder how can't i have such an amazing voice like they had. grr. well, if i had might be i don't have to be single for long time like this. haha. I'm not in best mood to write, so let the picture tells!

the stage and unhas choir, they were impressive


left: lobow-salah
right: firman-kehilangan (i don't even like this song)


left: ust. hadad alwi with his speece
right: rinra's father, he still look so sad



my friends


this is what i mean, tears in heaven, yey

some souvenirs

oh yes one more, when ustadz Haddad Alwi told us about wrong doings that we've made in this world, everyone was teary. i dunno what happened to me or what happen to my heart so i couldn't feel anything at all. i really dont know from what thing god made my heart so it can be so hard like this. oh hell. i think i need to go to bed right now, see ya.


Senin, 07 Maret 2011

samalona island, south sulawesi

hello ladies and gentleman!

Akhirnya, setelah berbulan-bulan mendekam dalam asrama ditemani cicak-cicak di dinding, minggu ini saya dikasi ‘cuti’ dua hari untuk bersenang-senang yey! Saya dan partners in crime: mede dan astos, langsung rapat paripurna dimana kita akan menghabiskan akhir pekan ini dan jerejengjeng terpilihlah pulau Samalona. None of us pernah kesana sebenarnya, makanya kita (baca: bokek traveler) ini jadi horny-horny ga jelas. Langsung kebayang enaknya berjemur sambil berenang di pantai ditemani ikan-ikan yang lucu.

Namanya juga bokek traveler ya, jadi tetap berpegang teguh sama prinsip dan nilai dasar backpaking yaitu mendapatkan liburan asik dengan biaya sekecil-kecilnya. Tau nggak berapa kocek yang harus saya rogoh untuk liburan di pulau dengan rincian: transport kampus-pelabuhan, transport perahu makassar-samalona pulang pergi, penginapan, makan dua kali, plus snack, berapa hayo? Cuma seratus ribu doang. Pasti gak percaya ya? Pasti bilang gak mungkin ya? Hehe. Apa sih yang gak mungkin. Makanya tetap di bokek traveler show show show *kedap-kedip bunda dorce*.

Sebelum dilanjutkan, ada baiknya ya saya kenalin temen-temen yang terlibat dalam bokek traveling kali ini, sama asal sekalian biar kelihatan ini travelingnya anak-anak nusantara yang cinta terhadap bangsa dan negara serta berdedikasi dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan di nusantara, indonesia yang kucinta: mede (kalimatan selatan), astos (kalimantan timur), tugas (jawa timur), sabbit (jawa barat), chairan (maluku), maria (papua), mae (jawa barat), hary (jawa timur), dan lala (kalimantan barat). Kita ngajak temen-temen yang lain dengan dasar bahwa sewa perahu mahal. Dari hasil browsing alakadarnya di internet, sewa perahu kira-kira dua ratus limapuluh rebuan, bisa metong juga kalo perginya cuma bertiga, pulang-pulang bisa jadi gembel. (metong=mati, bahasa banci, belajar dari astos). Dan hasil pencarian beberapa jam, kita nemu beberapa orang yang tulus dan ikhlas diajak ngegembel ke Samalona.

Kita berangkat dari makassar kemarin siang sekitar jam 1an. Cuaca lagi kurang mendukung, ombak gede, sampai-sampai walo udah di atas perahu, kita basah kuyup kaya abis nyebur di laut. Bagi yang berencana mau kesana, tarif perahu makassar-samalona pulang-pergi paling mahal 250 ribu. tapi berhubung kita-nya nginap disana dan si empunya perahu harus bolak balik, ya terpaksa harus merogoh saku lebih, kita jadinya bayar 300 rebu. Gak apa-apa lah, amal dikit sama empunya perahu, hehe. Perjalanan makassar-Samalona memakan waktu kira-kira 45 menit (kira-kira 7 km). Perjalanan jadi makin kerasa lama gara-gara si lala nyanyi dengan suara falesnya itu. Dan setelah 45 menit ‘terpaksa’ mendengarkan ocehan Lala yang tak habis-habisnya, kita mendarat dengan selamat di pulau samalona, pulau yang akhirnya bisa saya sebutakan namanya dengan baik dan benar (saya selalu bilang 'samonella'', efek belajar biologi terlalu keras waktu SMA *preet*). First impression, GREAT! Pasirnya putih hoho. langsung nepsooong! (nepsong=nafsu, bahasa banci, belajar dari astos lagi).

dermaga bangkoa

gaya dikit sebelum jalan

anak ayam baru keluar kandang


pintu gerbang pulau samalona


tulisan semacam ini hampir ada di setiap pojok

tempat nyantai sore-sore

Sampe di pulau, kita langsung disamperin bapak-bapak nawarin penginapan, you know berapa dia tawarin buat satu rumah / satu hari? 350 rebu! Doeng doeng. Saya langsung bilang ogah sama si bapak apalagi setelah cek percek, rumahnya gak worthed sama harganya. Yaudah, kita ambil langkah seribu dengan alasan pengen jalan-jalan dulu. Dan setelah keliling-keliling ternyata emang pulaunya kecil banget dan penginapan yang paling kece ternyata memang cuma punya si bapak tadi. Kita langsung bentuk tim nego yang diutus untuk menawar sama si bapak. Dan setelah obrolan panjang lebrabar mas Tugas dengan si bapak tercapailah kata sepakat 275 ribu! Lumayan, hemat 75 rebu! Eitss, tapi bukan tanpa ‘tapi’. ‘tapi’nya adalah, lampu hanya nyala sampai jam 12 malem. Yaudah deh kita terima aja, lagian siapa juga mau melek pagi buta begitu. Dan kita langsung bergegas ke istana tercinta. Rumahnya mirip rumah panggung, khas sulsel banget. Ada dua kamar, ruang tengah dan kamar mandi yang gak ada airnya. Trus dapet air dimana? Kita harus ngangkat air sendiri dari satu-satunya sumur air tawar yang ada di pulau ini. Its okay lah, udah biasa juga jadi kuli panggul di pasar sentral, haha.

Sorenya kita jalan-jalan keliling pulau, ngerasain nikmatnya pasir putih dan segernya ombak. Hehe. Saya udah gak nahan banget sebenarnya pengen nyebur, tapi apa daya, masih ada sesi foto-foto. Kan gak enak kalo yang lain fotonya cakep-cakep eh sayanya udah basah kuyup diterjang topan. Samalona ternyata kecil doang, tapi cakep. Luasnya cuma 0,067 km2. Penduduknya juga cuma 82 jiwa, gak tau deh sensus taun berapa. Yang jelas pas saya tanya sama si bapak empunya penginapan, di Samalona ini sekarang yang tinggal cuma orang-orang tua doang, anak-anak usia sekolah semuanya moving ke makassar, karena emang disini gak ada sekolah samasekali. Disini juga gak ada instalasi listrik dari PLN, semua pure dari jenset.

Setelah puas foto-foto, saya dan temen-temen langsung nyebur di laut. Finally, setelah dua tahun saya gak ngerasain ombak di badan saya. Saya emang suka banget renang, apalagi di laut lepas kaya gini. Dulu, waktu di Padang saya biasanya berenang di pantai belakang Universitas Bung Hatta, lautnya gak terlalu dalam tapi ombaknya gila, menantang! Itu yang gak saya temui disini. Di Samalona ini, ombaknya gak terlalu gede, tapi keras. Gak enak buat main ‘tantang ombak’. Apalagi di bawahnya bukan pasir, tapi karang-karang. Tajam lagi. Gimana mau main ombak coba kalo nginjek ‘lantai’nya aja kudu hati-hati. Tapi nggak apa-apa dink, daripada nggak sama sekali ye. Sementara saya sibuk berenang, si wece-wece alias cewe-cewe malah sibuk main mumi-mumian. Mas tugas dengan tulus dan ikhlas rela lahir batin dijadiin boneka pasir sama yang wece-wece. Alhasil jadi mumi nyi roro kidul-lah beliau, dikerjain habis-habisan.

Gak ada yang percaya kalo saya ini hobi berenang dan rutin berenang seminggu sekali dari kecil dikarenakan kulit saya yang kinclong ini, hehe *preet*. Ini juga yang bikin wece-wece iri sama saya, karena saya gak bisa item dan gak bisa gemuk. Saya doyan panas-panasan, suka berenang, suka jemuran tapi gak item-item. Saya juga doyan banget makan ini itu, tapi gak gendut-gendut. Buat cewe keren ya, tapi buat saya ini menyiksa. Bukan karena kulit saya yang gak item-item, tapi karena berat badan saya yang gak naik-naik yang menyebabkan kritik dimana-mana. Sampe disini aja pembahasannya, gak tega soalnya kalo nulis lebih lanjut hehe.

Oia, saya lupa cerita, kalo disini juga ada penyewaan alat-alat buat snorkeling, kalo nggak salah cuma 10 ribu/ set. Terjangkau mamen. Saya juga sempat liat beberapa orang mau diving, sayangnya saya gak nanya penyewaan alatnya gimana.

maria, mace papua yang selalu minta difoto setiap 3 langkah sekali


belagak seksi, dipotoin astos


saya yang motoin, bagusan dari foto yang atas

bareng marry

ekspresi masih standar

nah loh, gilanya mulai keliatan

nah, udah gila beneran

di depan dermaga samalona


belagak bule













Setelah capek (gara-gara pose foto yang kebanyakan), kita balik ke penginapan. Jangan bayangin kita langsung berendam air hangat dalam bath tub karena itu pasti cuma dalam mimpi doang. Kita malah langsung nyari ember buat ngambil air di sumur deket mushalla, satu-satunya sumber mata air tawar di pulau ini. Tapi gapapa dink, as you know, i udah biasa lah jadi kuli panggul like this. Pertama ngambil air buat wece-wece dulu. Tapi wece-wece ipdn emang andalan, walau kecantikannya kadang sering menyiksa batin, tapi mereka pada mandiri loh, mandi sendiri. Haha. Gak dink, seriusan ini. Mereka nggak mau air buat mandinya diangkatin, malah ngangkat sendiri dengan semangat 28.

Abis mandi, kita kembali ke penginapan. Tadi siang kita sebenarnya udah coba tanya sana sini mengenai makan malem, dan tau berapa harga yang ditawarkan orang sono untuk satu kali makan? 1 juta! Preet, satu juta men. Mending saya puasa deh sampe pagi daripada harus bayar satu juta buat makan satu porsi doang. Lagian duitnya juga kaga ade sampai sejutaan gitu. Berbekal depresi akut karena mendengar kata ‘satu juta’ para gembel traveler langsung nyari cafetaria buat nanya berapa mi instan disana, dan ting, harganya normal.

Bukan gembel traveler namanya kalo gak bisa mengakali soal makan ini. Mas Tugas, tim nego coba nanya sana sini kalo ada yang bisa nyediain makan malam dengan harga miring. Dan berhasil! Kami Cuma harus bayar 50 rebu buat makan malam sepuluh orang. Yey! Berarti satu porsi kita cuma bayar 5 rebu per orang. Itu udah sama nasi, mie instan, sayur plus sambel. Gak penting lah menunya apa, yang penting kebersamaannya kan. Saya jadi sedih kalo inget gak nyampe satu setengah tahun lagi mesti pisah dari gembel-gembel hedon ini. I would be missing them so freaking much.

you know me so weeeeell, cenat cenut cenat cenut


marry sama sesuatu yang diyakininya sebagai duren laut
(bangga banget dia bawa nih barang sambil lari-lari keliling pulau)
kita malah curiga kalau itu buah adalah buah simalakama yang selama ini santer diperbincangkan


kiri: muminya nyi blorong, reinkarnasi kurang sempurna kanan: nyi blorong waktu masih idup


mance kedinginan (ketauan jarang mandi)


ini nih yang paling fenomenal: penampakan britney spears lagi nyisir rambut

Selesai makan, saya balik ke penginapan, denger musik sambil tidur-tiduran, dan akhirnya memang ketiduran. Nyesel deh saya, bener. Kenapa saya pake acara tidur-tiduran segala sih, sampe ketiduran gitu. Kata temen-temen bintang-bintangnya bagus, lampu-lampu makassar dari jauh juga bagus, apalagi sambil tidur-tiduran di pinggir pantai, pasti lebih nyos lagi. Saya bangun pagi-pagi sekitar jam 5, semua orang masih tidur. Dan benar ternyata, saya keliling-keliling sendirian, dan makassar light dari kejauhan memang bagus banget, apalagi bintang-bintang masih kelihatan jelas. Kami duduk nyantai di pantai sambil nunggu sunrise dan perahu jemputan. Awalnya kami mau pulang agak siangan, tapi karena ada yang mau ibadah minggu, ya kita terpaksa pulang pagi.

We say goodbye to Samalona, and i wish i could go there one more time before i leave this city on august. :) we arrived on makassar and walked to losari beach. Pantai losari ini berubah jadi kaya pusat jogging kalo hari minggu, jalan-jalannya khusus untuk pejalan kaki dan yang pengen makan enak, well semua orang makassar tau itu. Saya dan temen-temen puas-puasin makan sebelum kembali ke kampus. What a holiday!

menunggu sunrise di depan dermaga


bagus kan fotonya? sunrisenya manteb. lebih manteb lagi kalo makhluk bagian kanan dicrop aja

say goodbye for samalona


astos masih percaya kalo ada orang yang bisa terbang


lets go back guys

Fact about Samalona
(dari om-nya mede setelah kita balik dari pulau Samalona. sadly Om-nya itu meninggal tiga hari dia cerita ini fakta)
- before 1960, Samalona adalah pulau buat orang-orang anti pemerintah. Jadi seringkali setiap kapal dagang yang datang, dihambat dan dibajak sebelum memasuki makassar.
- after 1960, Samalona adalah tempat pengasingan bagi penderita kusta di kota makassar. *saya langsung merinding swing swing*

Kalo saya liat, pemda sulsel serius ya menangani objek wisatanya. Malah udah ada program visit makassar-nya lagi dengan brand ‘great expectation’. Sumbar kapan nih, kapaaan?

Jaman sekarang, banyak ya anak muda pengen jalan-jalan ke luar negeri, padahal negeri sendiri belum terjamah. Saya gak bilang kita gak boleh jalan-jalan ke luar negeri, maksud saya coba deh jalan-jalan keliling Indonesia dulu baru ntar jalan ke luar negeri. Ntar baru sadar deh, betapa besarnya bangsa kita. Percaya, indonesia pariwisatanya gak kalah sama negara-negara luar. Cuma promonya aja yang kurang. Nah loh, siapa lagi yang akan memajukan pariwisata negara kita kalau bukan kita, anak mudanya. Ya gak? Yuk mari sama-sama kita promo dengan ngepost keindahan alam Indonesia!

*maap buat nyai-nyai yang saya zalimi di postingan kali ini,
peace ya, marah-marah cepet tua, hehehe


 

Blog Template by