Kamis, 21 April 2011

tenggarong, east borneo (part II)

Hello dear!
museum kayu tuah himba
& waduk panji sukarame


Apa kabar semuanya? Baik kan. :) saya mau lanjutin nih cerita tentang Borneo’s Trip saya bulan agustus tahun lalu. Seharusnya ini sudah dipost beberapa bulan yang lalu, berhubung saya sok sibuk, yah baru bisa dipost sekarang. hehe.

Oh ya, saya mau ucapin makasih dulu nih buat: Ello Aristhosiyoga, Apisindica, Nova Miladyarti, Gloria, Inggit, Nitnot, Amalia Khoirunnisa, Phie, Enno, Mbak Vina, Aina, Ghea, Lita dan Memed. Makasi sudah jadi matahari saya disaat-saat berat buat hidup saya seperti saat ini. Sorry untuk postingan-postingan sebelumnya. Saya hanya mencoba menulis dengan gaya saya yang sebenarnya. Don’t take it seriously babeh. Dan for my beloved brother, Memed. Gak usah nangis lah ngeliat aku gini, bentar lagi kalau warasnya kumat pasti balik lagi seperti semula. Waktu akan mengembalikan segalanya. you know me so well kan. Haha. Udah baca belum pengalaman saya di museum Mulawarman Tenggarong? Kalau belum, baca disini (click!) dulu.

Dari museum Mulawarman, saya melanjutkan perjalanan saya ke Museum Kayu Tuah Himba, letaknya kira-kira 3 kilo dari pusat ibukota kabupaten Kutai Kertanegara, Tenggarong. Dari luar mungkin bangunan yang konstruksinya hampir seratus persen kayu ulin ini horor banget. Keliatannya juga museum ini jarang banget dikunjungi sama orang-orang. Mungkin karena letaknya yang sedikit kurang strategis atau mungkin jaman sekarang orang-orang lebih suka nongkrong di bar atau cafe daripada harus capek-capek datang ke museum.

Museum Kayu Tuah Himba koleksi herbarium, biji-bijian, potongan log atau batang pohon yang tumbuh di pulau Kalimantan, alat-alat pengolah kayu, alat-alat dapur tradisonal hingga perabot rumah tangga yg terbuat dari hasil hutan Kalimantan. Saya nggak bisa ngambil gambar dengan baik karena museumnya memang kurang banget cahaya. Alhasil bisa dilihat deh kualitas foto-foto saya.

infront of mulawarman museum


tuah himba museum


museum kayu tuah himba


the monster, grr!

Yang paling menarik perhatian saya yaitu: dua monster yang sudah diawetkan. Monster apa? Buaya Muara! Kalimantan memang terkenal banget sama buayanya ya, tapi soal buaya yang memangsa orang, kayanya saya baru denger. Dua buaya ini adalah buaya muara yang dibunuh dan diawetkan setelah memangsa dua orang tahun 1996 dulu. Orang yang dimangsa buaya itu dikeluarkan dari perut buaya dengan kondisi kepotong-potong. Suer, serem banget, apalagi liat foto-foto korbannya. Saya nggak bayangin gimana saya kalo ketemu buaya segede begono, pasti langsung mati serangan jantung. Mati duluan sebelum dimangsa buaya.

Ukuran buaya-buaya ini memang gak biasa, panjangnya 6 meter lebih dan usianya juga udah diatas 60 tahun. Dua buaya ini ditangkap di dua tempat: Sangatta dan Muara Badak, dalam selisih waktu satu bulan saja. Kata Yudha, Sangatta memang terkenal banget sama buayanya. Buaya udah kaya pemandangan biasa aja sama orang sana. Bahkan, kalo banjir, buaya biasa aja seliweran di luar rumah atau bahkan lebih serem lagi, kongkow di teras depan. Buset dah, kalau saya tinggal di Sangatta, mungkin umur saya bisa beberapa kali lipat lebih pendek. Bukan karena dimakan buayanya, tapi karena serangan jantung.

Bagi yang mau jalan-jalan ke museum Tuah Himba, harga tiketnya Rp. 1.000 aja, ini nih saya kasi jadwal kunjungannya, jangan sampai pas nyampe disana ternyata museumnya tutup. Oke, check this out.


Setelah puas keliling-keliling museum, saya diajak Yudha ke waduk Panji Sukarame. Letaknya nggak terlalu jauh dari Museum Kayu, karena masih satu lokasi. Dengan membayar Rp. 1.000 saya sudah bisa menikmati nyaman dan teduhnya waduk ini. Kata Yudha (lagi), di hari-hari biasa, waduk ini dijadikan tempat bagi muda-mudi memadu kasih *ahay bahasanya bo*. Jelas aja, waduk yang tenang, pepohonan yang rindang, angin sepoi-sepoi, taman anggrek, dan jembatan kayu, apalagi yang lebih romantis dari itu? Berhubung saya datengnya bulan puasa, gak banyak orang pacaran, yang ada nenek-nenek dan kakek-kakek lagi ngabuburit.

Waduk ini sebenarnya enak banget buat piknik bareng keluarga, tapi sayangnya keliatan kurang terurus. Mungkin karena saya datangnya musim kemarau, airnya surut dan cuma didominansi sama rumput-rumput liar. Pemda Kutai Kertanegara harusnya lebih serius lagi menanganinya, karena kalo diliat dari potensi pariwisata, Tenggarong nggak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi Tenggarong kan udah terkenal sampai ke luar negeri karena pesta rakyat Erau yang dilaksanakan setiap tahun. Ayo dong bapak-bapak, mari kita majukan pariwisata Indonesia.

the tower


stairs


view from the tower


calm down, i didn't plan to commiting suicide, haha


a flower, i dont know what's the name


orchids


orchids garden, beautiful

Saya diajak Yudha menaiki menara di bagian atas waduk. Saya nggak tau tingginya berapa, yang jelas dari atas menara kita bisa lihat ke segala penjuru Tenggarong. Yang punya penyakit jantung saya saranin gak usah naik, soalnya menaranya suka goyang-goyang kalau angin kencang. Setelah itu saya lanjutkan berjalan-jalan ke jembatan kayu dan taman anggrek. Suasana yang rindang dan teduh di waduk ini cocok banget buat yang mau ngerefresh otak, menghilangkan kejenuhan pekerjaan. :)

Saya sebenarnya membawa misi lewat blog ini. Di postingan sebelum-sebelumnya kita udah liat kan betapa kayanya kita Bangsa Indonesia, tapi kenapa sih di luar negeri sana kita yang terkenal cuma jelek-jeleknya aja. Maka dari itu lewat blog ini saya pengen mempromosikan pariwisata Indonesia biar semua orang di seluruh dunia tau kalau Indonesia itu kaya begini loh, jauh banget sama yang ada di pikiran mereka. Pariwisata kita ini sebenarnya mantap, kita cuma kalah di promosinya aja. Saya udah bagikan link blog ini untuk temen-temen saya di luar negeri, mulai dari asia, eropa sampai amerika sana, dan respon mereka benar-benar positif. Beberapa temen saya yang liat foto saya di Waduk Panji Sukarame Tenggarong bahkan menganggap Indonesia itu surga dunia. Saya langsung blushing-blushing gak jelas gitu dibuatnya. Beberapa teman saya dari eropa bahkan langsung memasukkan Indonesia dalam list travelingnya. Yey yey, semoga usaha saya ini tidak sia-sia dan suatu saat Indonesia akan dikenal sebagai negara pariwisata dunia, bukan hanya jelek-jeleknya aja seperti ini (click!)

Next Destination:
Kumala island,
Afternoon on Mahakam River,

Islamic center Samarinda
How delicious Sate Buaya is
Kampung Dayak Pampang


Rabu, 20 April 2011

perfect to be pervert


Saya sampai pada titik kulminatif dimana saya tidak bisa lagi menerima apa yang terjadi pada saya. Saya berada pada titik tidak berpengharapan dan kehilangan hampir semua keinginan saya untuk hidup. Pada titik ini kebanyakan orang akan tunduk dan menyembah, mengintimkan diri dengan sesuatu yang diyakininya sebagai tuhan. Tapi saya tidak, walau sebelumnya pernah. Saya sudah berada di titik ini berkali-kali dalam hidup saya. pasang-surut, turun beberapa saat dan sampai pada titik ini lagi. Kekacauan pribadi dan psikologis saya membuat saya merasa beberapa ratus tahun lebih tua. saya sangat sadar kalau saya masih terlalu muda untuk ini.

Di awal-awal saya sampai di titik ini, saya melakukan hal yang sama. Mencoba sedikit mengintimkan diri dengan ya, dia itu, untuk mendapatkan sedikit ketenangan dan ketentraman. Menghilangkan sesak dan sakit yang menggerogoti hati saya. Tapi hal itu terjadi beberapa tahun lalu, sekarang hampir tak pernah lagi. Mungkin benar kata orang kalau sahabat dekat itu lebih berpotensi menjadi musuh bebuyutan daripada siapapun di dunia ini. Mungkin itulah yang terjadi pada saya. Saya dan tuhan sudah kehilangan hubungan baik yang kami bangun bertahun-tahun. sekarang saya tak pernah lagi datang padanya seperti tahun-tahun kami menjadi sahabat dekat. Sekarang saya menemuinya seperti orang yang pernah kenal di suatu pesta dansa yang setelah bertahun-tahun bertemu lagi di sebuah pasar malam. Semua obrolan kami hanya basa-basi, formalitas agar tak satupun dari kami yang merasa tersinggung. Saya sadar ini sangat buruk bagi saya bermasalah dengan direktur pemilik alam semesta. Dia bisa saja memecat saya dan membuat hidup saya seperti di neraka (walaupun dia sudah lakukan itu).

Bagi saya, tak ada seorangpun di dunia ini yang berhak ikut campur dengan urusan orang lain dengan tuhannya. Masalah ketuhanan itu masalah personal, tidak ada hubungannya dengan orang lain. Saya merasa sangat tidak nyaman jika seseorang datang sok pahlawan mengatakan saya harus begini, saya harus begitu, saya tidak boleh begini, saya tidak boleh begitu, seolah-olah dialah manusia suci paling benar, titisan tuhan dari langit ke tujuh. Boleh saja mereka merasa dirinya jauh lebih baik dari saya dalam konstelasi hubungan dengan tuhan. Tapi saya tak yakin mereka mengenal tuhan jauh lebih baik. dari saya. Mereka mungkin sedikit lebih beruntung saja tidak ditempatkan pada keadaan saya. Jika mereka berada di ambang batas seperti saya ini, saya yakin mereka akan melakukan hal yang sama. Jadi berhentilah menceramahi saya seperti orang yang tidak pernah diajarkan pendidikan agama sewaktu kecil. Judgement yang anda berikan tidak akan membuat saya jauh lebih baik. Saya menghargai keyakinan anda pada tuhan, dan anda-pun harus respek terhadap keyakinan saya. Agama dan Tuhan, tidak pernah ada pemaksaan. Semua orang bebas memilih jalannya masih-masing, berikut konsekuensi sesudahnya. Konsekuensi ditanggung masing-masing, tidak ada hubungannya dengan orang lain.

Dulu saya paling senang berdoa. Hampir tak ada langkah tanpa doa. Saya hapal berbagai jenis doa yang saya yakin anda tidak pernah tau. Jujur saya, saat kehampaan besar menyerang saya dari segala arah, doa-doa itu selalu menguatkan saya. Saya yakin, tak ada kesedihan selamanya, dan tak ada kebahagiaan selamanya. Semua ada masanya. Tapi kehampaan besar itu merapuhkan saya sedikit demi sedikit, menggerogoti doa-doa saya hingga semua lenyap dari penglihatan tanpa mengangkat rasa sakit dan perih itu. Saya tak kehabisan akal, saya layangkan doa pada semua tuhan. Jujur saja, saya pernah berdoa pada Allah, Jevoah, Yesus, bahkan Budha. Saya berharap ada satu saja dari mereka yang mau membantu saya mengangkat beban kronis di pundak saya. Agar saya bisa tersenyum dan menjalani hidup saya seperti orang-orang normal lainnya. Dan tentu saja, tak satupun dari mereka mengubris doa-doa saya, sehingga doa-doa itu berubah menjadi agnotisme yang menguasai saya dan meninggalkan saya dengan lobang besar di hati saya.

Hidup seseorang tidak pernah benar-benar berakhir jika dia masih memiliki harapan. Bagi orang seperti saya, saya hidup saya sudah berakhir bertahun-tahun lalu. Periode sesudahnya hanyalah periode menunggu akhir yang sebenarnya. Saya tidak tahu kenapa saya bisa begini, atau akankah akan ada jalan lagi bagi saya untuk membangun hidup saya dari awal lagi, mengumpulkan sedikit demi sedikit harapan yang masih tersisa menjadikannya sesuatu yang mengembalikan keyakinan saya padaNya.

Saya tau, betapa saya seharusnya memiliki hidup yang sempurna, tapi dia mengacaukan semuanya begitu saja.

Minggu, 17 April 2011

bye, god

Tuhan, sepertinya kita masih punya masalah yang belum terselesaikan. Aku tak mau bilang ini semua salahmu, dan tentu saja ini semua bukan salahku. Ini salah kita. Ini sudah beberapa minggu sejak kita tak lagi berbicara. Aku memalingkan wajahku dengan sombong padamu, dan kau-pun melakukan hal yang sama padaku. Sungguh betapa bodohnya aku mencoba menantangmu. Jelas-jelas kau berkuasa atas semuanya, aku tidak mungkin menang melawanmu. Kau selalu benar, dan aku selalu salah. Kau mungkin sedikit lebih beruntung saja karena tercipta sebagai tuhan. Bisa melakukan apa saja yang kau inginkan. Dan aku mungkin juga sedikit kurang beruntung karena tercipta sebagai hambamu. Kadang aku berpikir bagaimana jadinya jika aku mendapat posisi sebagai tuhan, dan kau menjadi hambaku. Tentu saja aku akan balas dendam padamu, akan ku buat kau merasakan kesedihan seperti apa yang aku rasakan saat ini. Dan aku buat kau menunggu berabad-abad bahkan untuk satu pertanyaan.

Tuhan, sebenarnya aku merindukan masa-masa kita saling mesra dulu. Tiap hari kita bertegur sapa, saling bercerita. Tak pernah satu hari-pun tidak. Aku selalu datang padamu, bercerita tentang apa saja yang aku alami hari itu. Aku tertawa dalam pelukmu, aku juga menangis dalam pelukmu. Ingat tidak saat aku bercerita kalau aku sedang jatuh cinta, aku selalu tersenyum kalau ingat masa itu, betapa konyolnya aku. Kau ingat tidak waktu aku menangis ketika orang yang aku cinta lebih memilih teman sebangkuku, saat aku kecewa dengan nilai raport semester duaku, saat aku cemas akan hari kelulusanku. Aku tak yakin kau masih ingat. Kau kan mudah lupa. Bahkan pertanyaan terbesar dalam hidupku semudah itu kau lupakan. Tentu saja, hidupmu menyenangkan. Tak satupun yang kau inginkan tak terwujud. Kau tidak pernah tau bagaimana rasanya jadi aku.

Aku selalu berharap kau mendengarkan. Kau ingat, saat aku bertanya satu pertanyaan saja, aku mohon kau segera jawab, tapi sampai bertahun-tahun aku tak pernah dengar jawabnya. Aku sudah bosan menunggu, apalagi yang tidak pasti seperti ini. Aku menunggu bertahun-tahun untuk hal yang buram, tidak jelas, jelas itu bukan hal yang mudah. Fine, aku tau, kau banyak urusan, kau punya jutaan urusan yang harus kau selesaikan setiap harinya, hingga kau sibuk sampai-sampai tak sempat mendengarkan ocehanku walau sebentar saja. Aku tidak minta waktu lama-lama. Lima menit saja untuk kita bicara, agar semua pertanyaanku terjawab, agar aku tak perlu lagi menunggu bertahun-tahun untuk sebuah jawaban. Mengertikah engkau? Tahukah kau apa yang aku rasakan? Tentu saja tidak. Kau Tuhan, semua keinginanmu bisa kau penuhi. Kau tidak pernah merasakan kesedihan. Kau hanya duduk di singgasanamu, menunjuk ini itu dan abrakadabra, semua berubah seperti yang kau mau. Kadang kupikir kau arogan sekali. Ketika kau tak pernah merasakan apa itu kesedihan, kau malah menanamkannya di hati orang-orang. Kita harus tukar posisi sesekali. Aku jadi tuhan, dan kau jadi aku. Kau harus rasakan sesekali bagaimana rasanya tak seluruh keinginanmu bisa terpenuhi, supaya kau berhenti memperlakukan orang-orang sesuka hatimu. Aku janji aku tidak akan jadi Tuhan yang kejam. Aku takkan membuatmu menderita seumur hidup, sungguh aku tak sekejam itu. Aku Cuma ingin kau merasakan beberapa minggu jadi seorang aku, biar kau mengerti bagaimana rasanya jadi aku. Biar kau mengerti betapa kesedihan bisa sangat menyiksa.

Tak pernah mudah bagiku bercerita tentang kau. Bercerita tentang pahit manis hubungan kita. Aku masih ingat betul saat aku percaya menyimpan seluruh cerita-ceritaku padamu. Tapi kesombonganmu untuk tidak menjawab pertanyaanku selama bertahun-tahun bukan kesalahan mudah untuk dimaafkan. Aku tidak akan memaki-mu lagi, tidak akan. Aku sudah memakimu berkali-kali, tapi hatimu tetap sekeras batu. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku untuk kedua kalinya, dengan mempercayaimu. Tidak. Sungguh aku telah salah memilihmu untuk tempatku bersandar. Cintaku padamu bertepuk sebelah tangan. Aku terlalu berekspektasi lebih kalau aku menduduki posisi khusus di hatimu.

Mungkin ini sudah saatnya aku berhenti bermimpi, berhenti berpikir kalau kau benar-benar peduli padaku. Dan lebih penting, berhenti berpikir kau akan menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Mungkin akan lebih baik jika aku simpan saja pertanyaan ini sendiri, dan tidak sedikitpun bertanya-tanya pada orang sepertimu lagi.

Tuhan, aku percaya kau ada. Aku hanya tak menyukaimu lagi.


Rabu, 13 April 2011

entahlah


Hujan dari tadi sore membuatku membeku malam ini. Mungkin kau berpikir aku dapat tidur nyenyak dalam selimut ini, tapi kenyataannya tidak. Meski hujan menyapa dan mengajak untuk bergelung di tempat tidur yang hangat, aku samasekali tidak bisa tidur memejamkan mata. Kenapa? Jawabannya masih sama dengan kenapa hidupku ini akhir-akhir ini seperti di neraka atau siapa yang membuatku hari-hariku menjadi lesu dan tidak bersemangat.

Kamu.

Malam ini, seperti biasa. Bayangmu terbaring disampingku. Membuatku tak tahan untuk tidak menyentuhmu. Aku memang punya sedikit masalah dengan kontrol diri, tapi kali ini semakin menjadi-jadi. Lama-lama aku bisa benar-benar gila dibuatmu. Kenapa kau tak bisa membuatku berhenti ngos-ngosan seperti sedang lari pagi di tengah malam buta begini. Sudah, pergilah dari sini, aku ingin tidur nyenyak.

Lihatlah di sudut sana, tumpukan puntung sigaret dan cangkir-cangkir bekas kopi berserakan. Awalnya aku pikir benda-benda itu bisa membantuku sedikit melupakanmu. Kata orang cafein punya efek yang bisa membuat bahagia, bahkan lebih frontal, analgetik, menghilangkan rasa sakit. Aku awalnya juga percaya, tapi sekarang sudah tidak. Aku sudah minum puluhan cangkir kopi dan ratusan hisap sigaret hari ini, tapi itu tetap tak bisa membuatku beberapa senti lebih waras. Atau haruskah aku mencoba sedikit lebih ekstrim, whisky atau sejumput ganja yang katanya wangi itu? Ah, aku tidak segila itu. jadi tolonglah sayang, berhentilah menghantuiku.

Aku menggigil. Padahal pintu dan jendela sudah kututup rapat-rapat. Aku mencoba bertanya pada dinding dan lantai. Karena aku tahu, tuhan tidak cukup pintar menjawab pertanyaanku. Tapi ternyata mereka sama saja. Tak satupun dari pertanyaanku yang bisa dijawab. Mungkin aku menderita penyakit cerdas berlebihan sehingga makhluk gaib raksasa sekaliber tuhan-pun tak bisa menjawabnya. Atau mungkin dia hanya pura-pura saja ya? Dia memang selalu bergaya pura-pura tolol dihadapanku.

Kau jadikan hidupku hambar seperti bubur gandum sejak kau tak lagi bicara padaku. Aku kini sadar, kadangkala kejujuran dan ketulusan bisa mengacaukan segalanya. Berbicara denganmu sama saja seperti bicara pada dinding. aku memulai pembicaraan, kau berpaling. Seolah-olah aku ini hantu yang tak perlu didengarkan. Dan pandanganmu itu, oh, berhentilah memandangku seperti itu. Aku bukan kriminil yang siap untuk tiang gantungan.

Berbulan-bulan sudah aku menyalahkan diriku, kenapa aku bisa mengagumimu segila ini. Apakah kau ingin membuat ini menjadi menahun? Tolong jangan. Aku sudah tak kuat. Aku benar-benar membenci diriku karena menggilaimu segini hebatnya. Cintaku tidak semudah cerita-cerita novel ataupun opera romantis yang selalu berakhir bahagia. Aku ingin membuatmu mengerti, disaat aku tau kau takkan pernah mengerti. Aku juga tak ingin terlalu egois memaksamu untuk mengerti. Aku paham betul, keegoisan takkan menghasilkan apa-apa.

Aku menyerah sekarang. Aku tau tuhan tak mentakdirkan kamu untukku dalam cerita ini, jadi untuk apa aku memaksa? Aku bukan sutradara. Aku ini cuma aktor kacangan yang selalu dapat peran figuran. Aku tentu saja tidak perlu ngotot meminta peran utama, menjadi pasanganmu, peran yang aku inginkan. Ikuti saja instruksi sutradara pintar itu, aku memang sudah dibayar untuk adegan yang ia inginkan. Adegan percintaan panas dengan makhluk manis bernama sepi, harus dilakukan dengan sempurna walaupun aku selalu saja memainkannya dengan setengah hati. Si-sepi itu sepertinya sudah jatuh hati padaku. Entah apa pesonaku yang membuat dia menguntitku setiap siang malam dalam hidupku. Aku tak berhak menyuruhnya pergi dan melupakan perasaan gilanya itu. Dia berhak mencintaiku. Sama seperti hakku mencintaimu.

Aku putuskan untuk keluar dari selimut hangat ini. Memanjat sedikit ke jendela, menemani hujan yang jatuh bergantian. Sedikit lebih nyaman daripada harus sendirian atau bercumbu bersama si sepi di bawah selimut. Sesekali kuseruput kopi hangatku, tapi kali ini tanpa asumsi kopi bisa menghilangkan rasa sakit atau membuatku beberapa senti lebih waras lagi. Aku bermain bersama hujan. Satu yang mulai aku sadari, sepertinya hujan juga mulai jatuh hati padaku.





Minggu, 10 April 2011

indonesia in camera






Hello readers!
I’m kind of busy right now cause i’m in LPJ period, one more step to be civil servant perfectly. I have to stay in class everyday even in weekend. Actually it sucks, but to reach something good we need some sacrifice, right? How have you been? I hope you all are blessed with joy and happiness every single day in your life, amen.

You know who i am. I can’t leave internet even just for a day. No matter how busy i am, i still have time to online, especially here, hanstorehouse. Its like home to me. Oh, i want to say hi to my new followers first, hello, how are you? Thanks for following this blog.

I won't write so much in this post, cause i have so many things to do tomorrow. i can’t believe monday can come four times in month and all of them suck. Stop talking about Monday, now I want to share some beautiful place in Indonesia that you should visit. I wasn’t the one who captured the pictures, in fact i found it in tumblr. I have been in some places in there. Believe me, you’ll be proud to be Indonesian after see these. lets go.

weh island, our westest island in nanggroe aceh darussalam


lake toba, south sumatera. i've been here in 2009.


rice fields in batusangkar, west indonesia. i've been here.


belitong island, bangka belitung.


busy jakarta


kampung sampireun, garut, west java. i've been here last december.


sunrise on rinjani mount


borobudur temple, central java

prambanan temple, jogjakarta


mount bromo, east java


berau, east kalimantan


besakih temple, biggest temple in bali.


gili islands, nusa tenggara barat


telaga warna, flores, east nusa tenggara.


komodo island, nusa tenggara timur. proud of it.
i'll be here this august. amen amen god.


bunaken, south sulawesi


wakatobi, south east sulawesi


doweda gane, halmahera, north maluku


raja ampat, papua. looks like beach in 'beach' movie.
i really want to go here, but still too expensive


lorentz national park, papua.


foot islands, biak, papua


see? we're so rich, dude. we just don't realize it.














Kamis, 07 April 2011

bus, je viens ici

Saya mau share dikit nih, tips-tips ‘jalan-jalan sendiri’ saya, buat yang seneng jalan-jalan kesana sini sendirian, biar kita terbebas dari niat-niat jahat yang datang tak dijemput, pulang tak diantar itu. Kali ini saya bahas masalah jalan-jalan dengan bus, lebih khusus lagi bagaimana strategi biar aman di terminal dan tempat yang baru pertama kali kita kunjungi. Yuk check these out.


Persiapan pertama, sebelum naik bus. Perhatiin dulu barang-barang bawaan kita. Kalo saya biasanya bawa backpack dan tas sandang kecil. Barang-barang berharga seperti hape, dompet, atau laptop taro di tas sandang aja, itupun sebaiknya letaknya agak disamarin. Jangan ditaro ditempat-tempat yang umum. tas sandang ini sebaiknya kita bawa ke tempat duduk aja, untuk kepentingan safety tentunya. Nah, backpack boleh ditaro di tempat tas diatas bangku kita.

Pas diperjalanan, kita kan satu bangku sama orang dengan kemungkinan hampir 100% tidak kita kenal. Taro tas berlawan arah dari temen duduk kita. Kalo ngobrol juga sekedarnya aja, jangan terlalu percaya dengan orang yang baru kita kenal. Obrolin masalah umum-umum aja, jangan omongin masalah pribadi. Tau nggak kalo orang yang lagi memikirkan masalah pribadi itu lebih gampang dihipnotis. Bisa-bisa abis curcolan, turun dari bus, barang udah ilang semua.

Jika sudah sampai di terminal tujuan, periksa bangku dan bawahnya, pastikan kalau nggak ada barang yang ketinggalan. Jangan ngeloyor aja ke luar. Ini sempat jadi pengalaman buruk juga sih buat saya. Saya pernah gak ngecek hape pas turun dari bus, eh udah turun dari bus ngecek hape ternyata nggak ada. Pas naik lagi, tuh hape udah raib. So, hati-hati. Jangan sampai ada barang ketinggalan. Menyesal itu datangnya kemudian loh.

Saat turun dari bus biasanya kita berdesak-desakan kan? Nggak tau juga tujuannya apa. Wong turun pertama atau terakhir sebenarnya sama aja. Malah lebih safety kalau turun terakhir, saat abang-abang penarik tas yang nanya ‘mau kemana mas.. mau kemana mas” (baca postingan sebelumnya) udah sibuk dengan penumpang lain. Nah kalau kebetulan ada abang-abang yang nanya mau kemana, mending bilang sama abangnya “mau ke damri” atau “udah dijemput”, dua mantra yang bikin abang-abang itu pergi begitu saja. Pengalaman saya, sebaiknya diminimalisir berhubungan sama abang-abang itu, karena mereka memang suka maksa. Kalau udah gitu mah ceritanya sama kaya temen saya waktu itu, dipalak ujung-ujungnya.

Jika gak tau harus pakai kendaraan apa untuk melanjutkan perjalanan, jangan tanya sama sembarang orang. Niat jahat bisa dimana aja. Apalagi di kota besar, orang udah gak peduli lagi sama rasa kemanusiaan, yang paling penting buat mereka itu uang. Jalan terbaik untuk nanya kendaraan selanjutnya adalah mampir di warung terdekat, beli minuman atau makanan kecil, nah tanya deh sama yang punya yang punya warung. Jauh lebih akurat dan jauh lebih aman.

Mau menunggu kendaraan selanjutnya? Tunggu di tempat yang agak ramai! Jangan coba-coba menunggu di tempat sepi. Usahakan jangan terlihat seperti kebingungan, karena orang-orang dengan niat jahat udah hapal banget gimana memanfaatkan orang yang kebingungan.

Happy backpacking all! :)
 

Blog Template by