Selasa, 31 Mei 2011

floor and the roof

these pictures pictured my feeling currently.






Muak

hello people!
Sebenarnya sudah lama saya menyimpan unek-unek ini. Unek-unek yang bikin saya berencana untuk menutup beberapa akun saya di dunia maya seperti blog ini dan facebook saya. Saya merasa privasi saya betul-betul dikebiri. Lagi-lagi, hari ini saya menemukan orang menggunakan foto saya untuk hal-hal yang tidak baik. Ini bukan yang pertama kalinya, tapi yang satu ini bener-bener bikin saya gerah pengen nampol. *middle finger up*

Saya bukan tipe orang yang sombong, samasekali bukan. Saya hanya menghargai hak saya, privasi saya untuk berkembang tanpa adanya gangguan dari pihak lain. Facebook pertama saya, hanya diisi oleh orang-orang yang saya kenal di dunia nyata dan beberapa orang dari dunia maya yang saya kenal dengan sangat baik. Setiap friend request dari orang yang samasekali tidak pernah saya kenal sebelumnya, saya gantung sampai dia cape menunggu dan akhirnya membatalkan sendiri requestnya. Karena hal itu, banyak personal message yang masuk ke akun saya bilang saya itu sombong lah, sok lah, ini, itu, mentang-mentang, dan hal-hal sejenis lainnya. Maka dari itu, saya berinisiatif membuka satu akun lagi, buat orang yang tidak saya kenal. Tiap friend request yang masuk, saya alihkan ke facebook kedua saya. Dalam pikiran saya, ini win-win solution, facebook pertama saya tetep aman dari strangers dan saya-pun tidak dianggap sombong sama orang-orang. Satu minggu semua berjalan baik, tapi masalah mulai datang di minggu-minggu berikutnya. Orang menggunakan foto-foto dan berpura-pura menjadi saya. Tidak tahu lah apa motif dibalik semua ini. Dari hasil penyelidikan saya, orang ini sepertinya homoseksual yang mencari pasangan dengan menggunakan foto saya. Siapa yang nggak gerah coba. Apalagi setelah melihat friend list dan status-status (alay)nya. Bayangkan, ratusan orang tertipu dan lebih buruk lagi jika orang-orang menganggap itu saya. Situasi seperti ini sangat sangat tidak menyenangkan bagi saya.

Ini bukan kali pertama sebenarnya hal ini terjadi. Saya sudah sering mendapatkan 'cobaan' jenis begini. Tapi kali ini buat saya benar-benar keterlaluan. Ceritanya awalnya begini, tadi tiba-tiba ada orang (lebih buruk lagi orangnya laki-laki) ngirim PM ke facebook kedua saya. Bilang begini "Sayang, facebook kamu ada berapa sih?". Otomatis saya heran dong, maksud orang ini apa. Usut punya usut ternyata ada akun facebook yang dengan bangganya memajang foto saya bulat-bulat plus nama yang sama dan hanya ditambahin kata "justin". Ternyata si pengguna foto saya itu sudah berpacaran dengan makhluk yang ngirim PM ke saya. Dan kedua-duanya laki-laki. Its okay, i'm preety liberal person. Saya nggak mau terlalu ikut campur sama kehidupan pribadi orang. Kalau mereka berdua pasangan, fine. Tidak ada masalah bagi saya. Mau jungkir balik juga itu urusan mereka. Yang jadi masalah bagi saya adalah kenapa dia memakai foto saya untuk menarik mangsa-mangsanya. CRAP!

Sampel 1:

hans brownsound justin, WTF?!


2. Sampel 2

What the ...??



teman-teman, saya mohon bantuannya untuk memusnahkan account palsu ini dari dunia per-facebookan. Ini langkah-langkahnya:



2. Isi formnya 'This profile is pretending to be someone or it fake', trus isi 'Pretending to be someone i know', selanjutnya isi dengan akun facebook saya 'hans brownsound II'.



3. Klick okay.

Semoga dengan banyaknya report yang masuk. Facebook bisa segera menghapus akun fake ini. Saya sebenarnya tidak terlalu suka maki-maki, apalagi orang yang nggak saya kenal seperti ini. Tapi dengan cara dia yang demikian, menggunakan foto saya tidak sebagaimana mestinya, mohon maaf kalau label 'son of a bitch' harus ada di tulisan saya. Saya tidak suka punya musuh, samasekali tidak. Tapi saya lebih tidak suka kalau privasi saya diganggu. Kalo hak saya yang satu ini diganggu, bunuh-bunuhan pun ga jadi masalah buat saya.

Lihat betapa alaynya Maho ini bikin status:






Mau kenal bedebah ini lebih dekat? klik disini




Senin, 30 Mei 2011

Afternoon on KRI Surabaya

Hello woods!
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengunjungi satu kapal perang Indonesia. Siang tadi, Mae ngajak saya buat ketemuan sama temennya, taruna akademi angkatan laut yang lagi PKL dan kebetulan singgah di Pelabuhan Makassar. Jarang-jarang nih ya bisa mengunjungi kapal perang, ya saya iyain aja ajakan Mae, plus ngajak Mede dan Astos as always. Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kapal perang, jadi mohon dimaklumi aja kalo rada-rada katro. Lagian basic saya kan pemerintahan yak, bukan militer. hehe.

Dari kampus kita langsung jalan ke Pelabuhan Makassar. Dua tahun tinggal disini, belum pernah saya masuk pelabuhan ini walaupun sering bolak-balik di depannya. Kami agak kesulitan muter-muter pelabuhan nyari ntu kapal sampe akhirnya ada bapak-bapak baik hati yang nunjukin kapalnya. Sampai di pinggir darmaga, kami disambut sama temennya Mae. Namanya Agus. Orangnya ramah, tipe-tipe mas-mas Jogja umumnya lah. Kami diajak keliling-keliling kapal. Dan, apa yang ada di pikiran Mae tentang kapal perang ternyata berbeda dengan yang kita temui. Mae bilang di kapal perang itu ada tank baja apa segala macam kendaraan perang begono, dan ternyata nong hadong! Yang kami temui malah lapangan olahraga (biasanya buat landing heli), studio musik, dan kamar-kamar ala hotel. cakep banget deh suer. Saya jadi kepengen satu atau dua minggu ngerasain berlayar sama itu kapal. Satu dua minggu aje yeh, kalo lebih mah ane gak sanggup. hehe.

KRI Surabaya, itu nama kapalnya. Kapal perang jenis ini ternyata jumlahnya hanya 5 di Indonesia. Coba noh bayangin Indonesia segede bagong gini kapal jenis begini cuma 5, gimana ntar kalo perang sama negara lain yak? Peralatan di kapal buatan Jerman ini bisa dibilang lengkap, tapi lebih lengkap lagi dua kapal yang mendampinginya. Saya lupa cerita ya, kalo ini kapal nggak berlayar sendiri, tapi dilengkapi 2 kapal jenis berebeda yang mendampingi. Bener deh, saya berasa ada di sebuah misi berbahaya seperti di film-film hollywood *masakecilkurangbahagia*.

Saya diajak jalan-jalan ke Anjungan kapal, tempat kemudi kapal. Saya mau nanya dulu nih, orang yang kerjanya mengemudikan kapal ini namanya apa?? siapa?? nahkoda?? bagoooooooos. ternyata anda sama gebleknya sama saya. Kapal perang seperti ini nggak ada nahkodanya, yang ada cuma Kapten sebagai pimpinan tertinggi di oraganisasi ini yang bertanggung jawab terhadap seluruh awak kapal dan mengendalikan jalannya kapal. Segitu aja sih. Saya nggak bisa lama-lama karena jam enam sore saya sudah harus masuk kampus yang sangat saya cintai dan banggakan ini. :)

last, enjoy the pics ya.

this is, makassar harbour


pelabuhan yang panas dan gersang

welcome board


di landasannya


our red and white, stand forever


tinggal dorong ke bawah dan sret, jadilah sekoci


ruang kendali


ruang rapat

yes, KRI Surabaya














Jumat, 27 Mei 2011

Fall in Love with Siberian Husky

Hello folks!


Hari minggu lalu saya duduk di depan laptop kurang lebih delapan jam, dari pagi sampai sore. Gak bisa kemana-mana diakibatkan dompet yang udah bener-bener tipis gara-gara di awal bulan jalan-jalan ke ambon. Iseng saya mejeng di kaskus dan menemukan thread jual-beli fauna. Dan saya menemukan makhluk cantik ini, Siberian Husky. Saya langsung jatuh cinta, pengen memiliki.

Sebenernya ini bukan kali pertama rasa kepengen yang menggebu-gebu ini datang. Saya udah niat punya anjing (lagi) dari dua tahun lalu, tapi mengingat situasi kondisi niat saya terpaksa diurungkan. Saya bersekolah di sekolah asrama yang bener-bener tegas melarang siswanya memelihara binatang. Oh ya, saya bilang 'lagi' karena memang saya pernah memelihara beberapa ekor anjing, dulu. Satu anjing yang paling berkesan buat saya adalah Lucky, anjing betina paling setia dan paling lama bersama saya. Makanya pas kehilangan dia mental saya benar-benar terpukul :c. Ntar deh lain kali saya cerita tentang Lucky.

Kembali ke Siberian Husky. Sebenarnya saya udah lama juga tertarik sama ini anjing, cuma thread di kaskus itu bikin nafsu saya nggak terbendung lagi. Pernah nonton Eight Below nggak? tentang petualangan ilmuwan dengan siberian huskiesnya di antartika sana. Saya jatuh cinta sama Maya, anjing yang jadi tokoh utama di film ini. Sampai-sampai dulu saya pengen ngasi nama anjing saya 'Maya" juga, tapi nggak jadi gara-gara tetangga depan rumah saya namanya juga Maya. Ntar dikira malah disangka ngeledekin dia. :)

Tahun ajaran depan adalah tahun ajaran terakhir bagi saya kuliah. Setelah itu saya akan kembali dan mengabdi di daerah. Can't wait for that time, get enough income, buy a new house, and live with a Husky. Omg, what a dream.

look how funny huskies are:










Minggu, 22 Mei 2011

Gratisan, Jalan-jalan ke Pulau Komodo

hello!
it won't be a long post. saya cuma mau bagi-bagi info buat yang suka jalan-jalan gratis. (yaoloh, semua deh kayanya). pagi ini temen saya ngasi link untuk ikut kuis yang hadiahnya jalan-jalan gratis ke pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. who can resist? saya langsung berangkat ke TKP dan ikut kuisnya.

5 orang pemenang yang beruntung bakal ikut langsung dapat paket wisata ke pulau komodo, 2 hari 3 malam. gratis! :D moga saya dan follower blog ini dapet 5 tiketnya, biar kita bisa jalan-jalan sambil kopdar. goodluck pals!

buat yang mau uji keberuntungan kaya saya monggo, silahkan klik disini:

::: klik klik klik :::

Jumat, 20 Mei 2011

Trip Dadakan: Ambon Manise, Maluku (day 1)

Hello folks!
Sabtu 14 mei 2011-Got 3 days off minggu ini dan untungnya untuk pertama kalinya kampus saya ngasi ijin bermalam tiga hari berturut-turut, betapa senangnya hati beta. Saya awalnya nggak ada rencana kemana-mana sampai temen saya , Memed yang mungkin dalam keadaan setengah sadar nanya saya, “ke Ambon yuk?”. Nah, sayanya juga jawabnya setengah sadar sambil main laptop, “yuk, ajakin Asti sama Mae juga”. Nah loh, si Memed langsung sms Asti sama Mae, dan dua-duanya setuju. Memed langsung telpon travel agent buat booking tiket makassar-ambon buat 4 orang. Sorenya saya dan Memed langsung ambil tiketnya . Begini nih manusia tajir dadakan. :))

Rencananya kita mau bergembel ria di ambon, gak nyari penginapan tidur di pantai ato dimana bisa tidur, maklum namanya juga backpacking yak. Eh ternyata Isma, si chacha maluku juga pulang ke ambon, yaudah akhirnya kita sekalian jalan sama si Isma. Denger saya dan temen-temen mau Ambon, temen saya yang lain juga pada ikutan. Langsung booking tiket hari itu juga. Alhasil saudara Sabbit, Tugas, dan Hariy-pun ikut dalam trip ambon manise kali ini. Genaplah kami delapan orang.

Minggu 15 mei, Saya dan temen-temen ngumpul di rumah Isma yang di makassar sebelum ke bandara Internasional Hasanuddin. Sebenernya ada beberapa hal sih yang merusak mood jalan-jalan saya beberapa jam sebelum keberangkatan, tapi syukurlah saya punya temen-temen yang selalu bisa menenangkan penderita ocd seperti saya ini. Hehe. Dengan penerbangan satu jam dua puluh menit dari bandara internasional Hassanuddin Makassar, akhirnya saya mendarat untuk pertama kali di tanah rempah-rempah, pintu gerbang Portugis dan belanda masuk ke Indonesia ini. Ini juga untuk pertama kalinya juga saya menginjakkan kaki di waktu indonesia bagian timur. Langsung deh over excited, lompat sana lompat sini minta dipoto. Bukan saya aja sih, semuanya juga gitu. Sia Mae malah minta minta dipoto sambil lompat-lompat.


top: infront of isma's house. five minutes before went to airport
bottom: in hassanuddin international airport, makassar


begaya dulu sebelum terbang :P




just arrived at amboooon


porter at international airport pattimura, ambon

Keluar dari bandara, kami disambut sama wajah-wajah khas maluku, kulit coklat, hidung mancung dan tampang eksotis yang seksi. Suer deh, orang maluku memang manise manise abis, beta sampai jatuh cinta begini sama maluku. Saya akhirnya paham kenapa orang maluku itu rata-rata punya suara bagus dan pinter nyayi, kenapa? Karena ngomongnya aja udah pake nada. Logatnya itu kaya narik-narik nada kalo saya denger. Ngomong aja udah kaya nyanyi, gimana kalo nyanyi beneran.


first lunch


100% indonesia


on the way to natsepa beach, me, astos and mae

Dari bandara kami dijemput supirnya Isma. Langsung jalan ke kota Ambon. Sebenarnya bandara Internasional Pattimura letaknya ada di Kabupaten Maluku tengah, bukan di kota Ambon. Saya jelasin dulu yah gimana sebenernya yang namanya Ambon itu. Ambon itu kota teluk, saya bingung nih jelasinnya gimana. Misalnya gini nih, kalo kita berada di Pattimura International Airport kita bisa liat kota Ambon di seberang laut. Jadi kotanya bentuknya kaya huruf U. Kota ambon itu tipenya bertingkat-tingkat gitu, persis Balikpapan atau Bukitinggi. Kalo kita liat peta maluku, pulau Ambon bukan pulau yang paling gede, yang paling gede itu namanya pulau Buru. Ambon itu cuma pulau kecil terdiri dari dua kota kabupaten, kota Ambon dan kabupaten Maluku Tengah. Meskipun kecil, tapi Ambon bener-bener cabe rawit deh buat saya. Nggak nyesel deh liburan kesini.

Kami berenti di untuk makan siang (yang terlanjur sore gara-gara Makassar dan Ambon beda waktu satu jam). Makanan disini kayanya masih dikuasai makanan jawa dan padang, saya nggak nemu warung makan khusus makanan khas maluku, yang ada malah rumah makan padang dimana-mana. Emang dasar orang padang pada eksis *lirik kanan kiri*. Saya pesan satu piring Ayam Panggang Sambal Rujak. Kata Isma, uniknya disini, setiap makanan itu dikasi jeruk kecil, saya nggak tau namanya apa. Sedikit berbeda dengan Makassar kali ya. Kalo di Makassar, mau makan apa aja pasti dikasi jeruk nipis. So far so good lah traveling ini. Traveling dadakan begini ternyata bisa bisa bikin saya lupa sama masalah-masalah yang selalu datang menghantui, haha.

Natsepa Beach, Central Maluku Kabupaten

Dari rumah makan, kami nggak langsung menuju hotel, tapi jalan-jalan dulu ke Pantai nestapa Netsepa. Ah, suer deh pantainya bikin horny. Untung saya dipegangin temen-temen, kalo nggak saya udah nyebur. Pantai ini landai dan lebar, pasirnya juga putih, siapa yang nggak tergoda coba. Kata Isma, pantai ini biasanya rame di akhir pekan, banyak orang-orang datang untuk berenang, naik banana boat, atau cuma cuci mata aja. Ombaknya yang nggak terlalu gede enak buat bawa anak-anak yang masi balita, tapi saya rasa kurang cocok bagi saya yang lebih suka main-main sama ombak yang gede. Disepanjang pantai kita bisa jumpai pedagang rujak, jagung rebus dan es kelapa muda. Kata Isma (lagi) rujak disini is the best, nggak perlu nunggu komando lagi saya dan temen-temen langsung pesen rujak sama mama Taulahuru. Dan bener aja, saya sebagai penggemar kuliner kelas berat tergila-gila. Menurut saya this is one of best rujak i’ve ever eaten. Bumbunya kerasa banget, juga kacangnya yang digiling kasar. Oh mama, beta tergila-gila. Saya sampe nambah dua kali walaupun malemnya harus bolak-balik kamar mandi.

natsepa beach!



the rujak, bikin ngiler :B

Puas makan rujak sambil ngeliatin orang berenang saya diajak Isma menuju hotel tempat kami nginap untuk dua hari. Awalnya kami semua mau nginap di rumah Isma, tapi karena kami rame banget kami move ke hotel Amaris, di jalan Diponegoro, Ambon. Saya dan temen-temen istirahat beberapa saat, langsung mandi dan beres-beres untuk menikmati Ambon malem-malem. First Impression, Ambon itu kotanya nggak terlalu gede tapi padat. Kata Isma (lagi dan lagi), Ambon itu enak banget emang untuk jalan-jalan tapi nggak enak buat tinggal. Tujuan pertama kami adalah rumah makan Alfa, masih di jalan Diponegoro, makan malam dulu. Kami kesana naik becak yang ngebut luar biasa, saya sampe sport jantung. Satu yang saya rasakan di Ambon adalah biaya makan yang besar. Untuk rumah makan yang nggak terlalu gede aja saya dan temen-temen harus mengeluarkan uang 40 ribu per porsi plus minum. Beraaaat! Awalnya saya kira Makassar adalah kota dengan biaya makan paling besar dan ternyata beta salah. Coba aja Jogja atau Bandung ya, duit sepuluh rebu aja udah bisa makan kenyang.

ambon sore-sore

amaris hotel, where we stayed for 2 days

view infront of hotel, love the citylight

teparr

dinner dinner dinner



Pattimura Statue, Lapangan Merdeka
Perjalanan dilanjutkan ke Patung Pattimura di lapangan merdeka. Oh iya, saya lupa cerita. Kebeneran banget pas kita datang ke Ambon bertepatan dengan peringatan hari Pattimura. Biasanya pas hari Pattimura ada perayaan besar-besaran di Ambon, contohnya: lari estafet keliling ambon sambil bawa obor. Biasanya subuh-subuh. Karena kita nyampenya agak sorean, yah terlewatkanlah kesempatan langka ini. Saya cuma bisa liat sisa-sisa perayaannya aja di lapangan merdeka. Sebenernya itu malam kami nggak dijinin masuk, tapi karena belagak bule lagi jalan-jalan, kita diijinin masuk sama pol pp yang jaga. Aduh so sweet banget, walau cuma 10 menit doang. Orang Ambon selain manis-manis ternyata juga friendly. Saya dan temen-temen langsung manfaatin waktu 10 menit untuk berpose ala model hollywood di depan kamera. Jeprat jepret sampe cape.

in front of pattimura statue

bukti eksistensi orang padang. LOL

Patung Pattimura lagi teriak yang sekarang kokoh berdiri sebenernya baru diresmikan tahun 2008 untuk menggantikan patung yang lama yang umurnya udah 40 tahunan. Patung yang lama dipindahkan ke kawasan museum Siwalima, deket pantai pintu kota, tempat yang menurut studi sejarah merupakan tempat dimana Pattimura diletakkan setelah digantung penjajah Belanda 16 desember 1817. Patungnya beratnya sekitar 4 ton, tingginya 7 meter, dan dibuat menghabiskan dana hampir 2 milyar rupiah. Buneng! Ayo siapa yang mau coba ngangkat?

Karena jam tangan udah menunjukkan jam 11.30 lebih, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Istirahat untuk menyambut hari yang lebih menyenangkan lagi esoknya. Saya dan temen-temen langsung tepar. What a trip baby! :)
Ambon is land of paradise!



 

Blog Template by