Selasa, 28 Juni 2011

Selamat Tinggal

Sembilan delapan, musim gugur sendiri
Jalanan basah dan hati yang tertinggal
Kenapa selalu ada kata selamat tinggal diantara pisah
Bukan kau dan aku di pematang waktu
juga buih berembun basah

Ada hangat yang tersisa, Dari matahari yang tak terima kekalahan
Seperti selingan yang ia titipkan pada bunga-bunga,
rerumputan
Dan gadis diujung jalan perempatan
Dan hilang
Dan mati

Tak ada seorang malaikat jenguk demam panasmu, tergenang
Dan kau menunggu waktumu datang
katakan selamat tinggal
Berkatalah pada sendi-sendimu
Mari berdamai saja, aku tak suka banyak air mata

Keletihan tingkat tinggi, meruak, membakar jemari
Saat kehilangan satu kata yang harusnya kau sampaikan
Dan kau sulit percaya kalau aliran sungai tak mungkin diubah
Alir tak bisa dibelot
Jalan-jalan berembun dan basah hatimu
Tertinggal

Dan habislah waktu jika terlalu lama menunggu
Jalananmu terlalu basah untuk dipercaya
Dan kau terlalu berbeda
Saat matamu, dan tanganmu bersandar
Sadar, tak ada hati yang diselamatkan
Perang terlalu dalam diredam
Dan kita kembali pada jalan-jalan yang basah
Dan tertinggal

Selamat tinggal

makassar, 28 juni 2011

Minggu, 26 Juni 2011

Rasidah dan Kesetiaan


Setia. Kesetiaan. Kamus besar bahasa indonesia bilang: Keteguhan hati. Jika saya berkuasa atas amandemen kamus besar bahasa indonesia tersebut, saya akan tambahkan “, barang langka di dunia saat ini”. Mungkin saya akan kelihatan seperti kuli bangunan tidak tamat SD yang bicara masalah politik luar negeri atau semacamnya. Bagaimana saya bisa bicara mengenai kesetiaan sedangkan saya saja sudah entah berapa lama sendiri. Tapi saya percaya, tak ada satupun kuli bangunan yang dijebloskan ke bui gara-gara bicara soal politik luar negeri.

Saya tak habis pikir dunia saat ini. Kemunafikan dan penghianatan seolah buku best seller yang bebas ditemukan di setiap toko buku. Seseorang lelaki yang bisa dibilang tiap tiga jam menulis status di jejaring sosial “kangen pacar” “kangen si bodoo” “kangen si monyet” “kangen si hantu belau bisa-bisanya berkhianat, berdua didalam taksi dengan wanita lainnya dan pergi entah kemana. Kasus kedua, seorang yang punya tunangan, melupakan janji setia yang pernah disepakati bersama hanya untuk desahan lima sepuluh menit. bahkan dengan besar hatinya bisa saja mengirimkan sms “udah makan sayang?” pada pacarnya di seberang lautan, disaat sedang bersenang-senang diatas paha pria lain. Saya tidak menjudge siapa-siapa disini, sungguh. Saya tidak berniat memojokkan siapapun. Saya akan pegang teguh prinsip saya: “semua orang bebas melakukan apa saja, asal tidak merugikan orang lain”. Jadi, tolong siapapun jangan anggap tulisan ini pelecehan. Anggap saja ini tulisan seorang kuli bangunan yang menyukai politik luar negeri, tapi tak pernah punya biaya untuk kuliah dan berujung menjadi kuli bangunan.

Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu berharap bisa berada diatas, ikut merasakan bagaimana rasanya berpolitik luar negeri, jadi sedikit geregetan kalau melihat ada masalah politik luar negeri yang tak seharusnya terjadi malah bermekaran seperti bunga kacang di musim hujan. Si kuli bangunan ini juga sadar, seandainya dia diatas sana mungkin saja dia melakukan hal yang sama atau mungkin lebih buruk lagi. Tapi kuli bangunan tetap kuli bangunan. Biarkan saja dia yang hina itu bicara apa saja, toh politikus seperti anda-anda tidak perlu pikirkan omongannya. Toh apapun yang dia bilang takkan mengurangi jumlah uang yang masuk ke kantong anda.

Jadi izinkanlah si kuli bangunan tidak tamat sd ini bercerita apa yang dia tau tentang politik luar negeri atau dengan kata lain, seorang saya yang entah sudah berapa lama sendiri ini bercerita tentang kesetiaan. Beberapa puluh tahun yang lalu, di sebuah desa kecil di sumatera barat ada seorang wanita. Rasidah namanya. Wanita yang menikah dengan seorang pria yang dikasihinya. Zulkarnain nama si pria tampan itu. Kita mungkin bisa bayangkan kehidupan zaman limapuluhan seperti apa, tentunya tidak semudah zaman sekarang ini. Kau cukup tau pin blackberry seseorang, dan minggu depannya kau bisa saja sudah diatas ranjangnya, bersenang-senang berdua. Di zaman tanpa BB itu Rasidah hidup bersama Zulkarnain membesarkan darah daging mereka.

Kemunafikan dan pengkhianatan memang tak pandang jaman, walau bisa saya katakan semakin hari semakin buruk. Zulkarnain, tipe lelaki muda yang tak mau terikat dan menyenangi kebebasan. Terus bertualang walau menyadari sudah punya Rasidah dan buah hati mereka. Zulkarnain sering pergi dari rumah, berjudi di kedai kecil di simpang jalan, mabuk-mabukan, setelah itu bergumul dengan janda pemilik kedai dan baru pulang ke rumah saat matahari sudah tinggi seolah tak terjadi apa-apa. Rasidah tau itu semua. Kau bisa bayangkan betapa perihnya tangis seorang wanita disaat orang yang seharusnya bisa menghentikan tangisnya adalah orang yang membuatnya menangis. Rasidah sebenarnya bisa saja lari dengan lelaki lain, toh dia cantik dan banyak lelaki tuan tanah yang menyukainya. Dia bisa saja lari ke kota, bersenang-senang walau mengorbankan anak mereka. Tapi yang Rasidah tidak lakukan itu. Dia tetap pada pendiriannya, dia telah memilih dan memegang teguh itu semua. Disaat Zulkarnain tidak pernah peduli padanya, dia tetap menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya itu. Disaat Zulkarnain lebih senang menghabiskan waktu dengan wanita lain di kedai-kedai perjudian, Rasidah tetap mencurahkan perhatian pada suaminya itu, berharap suatu saat ia bisa berubah. Kebanyakan dari kita pasti bilang dia bodoh, tapi saya bilang dia berpegang teguh pada prinsipnya. Menjaga harga dirinya sebagai seorang istri dan sebagai seorang wanita.

Disaat semuanya makin memburuk, tak sedikitpun niat di hati Rasidah ingin bercerai dengan suaminya itu. Dia tetap kuat, bertahan membesarkan buah hatinya sebaik yang ia bisa. Setiap hari ia turun ke sawah dan ladang yang mereka punya, menanam padi dan apapun yang bisa ditanam untuk menyekolahkan anak-anaknya. Tak hanya itu, setiap harinya ia berkeliling kampung berjualan kue yang ia buat subuh-subuh saat anak-anaknya berjalan ke sekolah yang jaraknya entah berapa kilometer. Dia yakin, usahanya tidak akan sia-sia. Dan benar saja, beberapa puluh tahun setelah itu, walaupun terpaksa menangis setiap hari karena ulah suaminya, keberhasilannya sebagai wanita dan sebagai ibu bisa kita lihat. Tak satupun dari anaknya harus berpanas-panas setiap hari di sawah untuk mencari sesuap nasi. Semua anak-anaknya hidup layak kini. Disanalah kekuatan kesetiaan. Bisa kita bayangkan jika Rasidah waktu itu memilih lari dengan lelaki lain. Ikut bersenang-senang seperti yang Zulkarnain lakukan. Akan seperti apakah nasib anak-anak mereka? Keteguhan hati seorang Rasidah-lah yang sulit sekali kita jumpai saat ini.

Hingga akhirnya Rasidah meninggal beberapa belas tahun yang lalu karena usianya yang renta dan tubuhnya yang ringkih karena terlalu keras bekerja. Walaupun ia pergi tanpa satu tetes air mata-pun dari Zulkarnain. Saya melihat Rasidah pergi dengan senyuman di wajahnya. Senyuman bangga karena selama puluhan tahun menjaga kesetiaannya pada Zulkarnain dan pada anak-anak mereka. Saya mengecup keningnya untuk terakhir kalinya waktu itu. Saya menggenggam tangan dinginnya dan berjanji dia akan selalu hidup dalam hati saya. Saya kemudian menatap wajah ayah saya. Ada kesedihan dan juga kebanggaan luar biasa disana. Kebanggaan punya sosok seorang ibu yang bertahan pada kesetiaan sampai akhir nafasnya. Meskipun Zulkarnain sekarang sudah beristri lagi, saya yakin diatas sana, Rasidah, nenek saya, tersenyum melihat anak-anaknya yang hidup layak dan cucu-cucunya yang beranjak dewasa.

Itulah Rasidah. Wanita luar biasa, idola saya. Meski saya sudah lama tidak tidur memeluk tubuh ringkihnya, ia mengajarkan banyak hal tentang kesetiaan bagi saya. Itulah sampai sekarang kenapa si kuli bangunan ini suka geregetan melihat masalah politik luar negeri yang tak seharusnya terjadi malah bermekaran seperti bunga kacang di musim hujan.

Sekarang, beberapa puluh tahun setelah kepergiannya. Saya terpaksa menerima mentah-mentah kalau kesetiaan seperti yang dipegang teguh Rasidah sudah seperti padi di musim paceklik. Seseorang bebas saja berpindah ke lain hati disaat tengah berada di hati yang satu. Seorang gadis yang sudah punya tunangan bebas saja menghabiskan malam dengan lelaki lain disaat tunangannya, di seberang lautan, bekerja keras mengumpulkan uang untuk membeli rumah saat mereka menikah nanti. Seorang pria dalam pendidikan, jauh dari kekasih, dengan senang hati berbagi tempat tidur dengan wanita lain. Mengorbankan cinta yang dibangun bertahun-tahun cuma untuk desahan lima sepuluh menit. Sedih ya. Itulah yang dirasakan seorang kuli bangunan yang tidak pernah punya kesempatan untuk berkecimplung dalam politik luar negeri.

Tapi kuli bangunan tetap kuli bangunan. Tak ada omongannya yang benar-benar harus didengarkan. Begitu pula saya, pria single ini, tak semua omongan saya perlu didengarkan. Saya tidak berniat menggurui siapa-siapa disini maka ambilah yang perlu didengarkan dan abaikan saja jika tak perlu. Biarkanlah si kuli bangunan ini percaya dengan apa yang ia yakini. Mencari sosok Rasidah masa kini, untuk bersama-sama membesarkan anak-anak kami, dan mengajarkan pada mereka apa makna kesetiaan sesungguhnya yang pernah Rasidah ajarkan pada saya.




okay. sepertinya saya baru saja mangacaukan janji saya ga bakal online dulu sampai tanggal 4 juli. sepertinya saya nggak bisa berhenti menulis. gerah banget kalo yang ada di ini otak nggak dikeluarin. saya berhenti bentar buat post ini tulisan. tulisan yang saya bikin satu jam yang lalu karena melihat realita yang terjadi tadi siang. saya ga bisa lama-lama. blogwalking back juga bales2 komennya ntar kalau udah selesai ujian ya. gonna miss yu alot. muach muach.

Sabtu, 25 Juni 2011

count my blessings

hola mundo!
how are you? hope you all fine. i know, you know that this blog is full of sad stories and hazy atmosphere almost everytime. at this post i promise you you won't read any of sad parts of me. for this post only ;D. i just realized that even i spent really hard days and getting harder day by day, god actually blessed me with so many things (but happiness). he doesn't care about my feelings actually, but he still cares about my life. he gave so many things to me and can i just 'curcol' in here?

Say Hello to A
saya pernah cerita kan keinginan terbesar saya semester lalu? ya, saya pengen banget nilai saya di semester 5 kalo bisa nggak ada lagi B-nya. dan sepertinya sekarang saya baru mewujudkannya. i got A in every single subject, what a happiness! sedikit sulit dipercaya sih, tapi saya bener-bener bersyukur kalo usaha saya yang mati-matian menjelang ujian akhir semester berbuah manis. ga sia-sia saya tidur jam tiga pagi dan bangun jam setengah enam. tapi dibalik itu saya punya beban untuk mempertahankan nilai tersebut semester ini. kalo tidak berarti traffic nilai saya turun dan kesempatan saya untuk melanjutkan pendidikan s1 di jakarta bisa gagal. dengan kata lain, agustus ini saya akan kembali ke kampus jatinangor untuk pendidikan d-4. senin sampai sabtu depan saya akan mengikuti ujian akhir semester enam, empat sampai lima mata kuliah sehari, belum belajar samasekali. tapi saya yakin aja, saya bisa melaluinya. saya mau pamer boleh? ini dia list nilai semester 5 saya:


Got 2 Books and Voucher

serius deh, seumur idup saya jarang banget menang kuis. apapun jenisnya. kemarin itu dosen saya, yang emang hobi bagi-bagi hadiah ngadain kuis, dan beruntungnya saya, saya bisa menjawab pertanyaan dua kali, dan benar dua-duanya! akhirnya saya dapat dua novel plus voucher. asek asek. pics menyusul ya. belum sempat moto. :D


One Step to be Full
terhitung oktober tahun 2010 saya resmi menjadi seorang calon pegawai negeri sipil, setelah keluarnya surat keputusan mendagri tentang pengangkatan cpns nindya praja IPDN. itu berarti saya sudah punya penghasilan tetap per bulannya. saya merasa lebih bebas bereksplorasi dengan hasil keringat saya sendiri. kalo biasanya perlu apa-apa saya selalu minta bonyok, sekarang saya udah bisa beli ini itu, jalan kesana kesini dengan uang sendiri. akhirnya.

april 2011 ini saya juga telah mengikuti LPJ alias latihan prajabatan. pada masa 'karantina' selama tiga minggu yang melelahkan itu seingat saya telah saya lalui dengan baik, dan jika nanti saya dinyatakan lulus, maka oktober tahun ini saya akan resmi menjadi pegawai negeri sipil dan dapatkan gaji 100%. uhuy. saya udah nggak sabar, udah banyak list barang yang pengen saya beli hehe. oh iya, mau pamer lagi, boleh? rapelan gaji pertama saya belikan barang-barang yang udah lama ada di list saya. saya beli tiga handphone baru untuk menggantikan hape butut jaman baheula yang tersisa dari tragedi hilangnya hape di angkot mei tahun lalu. dua untuk saya, satunya saya kasi mama. saya belikan outfit baru buat kuliah bokap saya. saya juga beli sepatu buat adik. buku-buku yang udah lama saya incar. gitar (yang saya pake buat nyanyi di posting sebelumnya). buat jalan-jalan tiga hari di ambon. dan hadiah untuk beberapa teman dekat.

nokia c3 (for my mom), nokia x5 and se x10 mini pro (for me)
new outfit (for daddy), shoes (for sister)



books. total sekitar 15-an yang saya beli.
hobi beli doang, yang dibaca baru beberapa


new accoustic guitar, yey yey!


3 days jalan-jalan di ambooon


Friendship


"Truly great friends are hard to find, difficult to leave, and impossible to forget.” -Randolf G.

saya baru sadar. dibalik psikologis saya yang saya rasa disorder, saya dikelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayangi dan peduli dengan saya. keluarga, teman-teman, dan teman-teman yang sudah saya anggap keluarga. saya tau diri saya ini dengan baik. saya orang egois, suka seenaknya, sensitif, bermental kerupuk, tak pernah berhasil dalam relationship, bahkan being a bitch all the time. saya bahkan kadang tidak bisa menerima diri saya sendiri. tapi perhatian dan kasih sayang dari teman-teman membuat saya sadar kalau saya ini berarti dan tidak sendiri di dunia ini. mereka menerima saya apa adanya, tak pernah menuntut saya menjadi sempurna. disini saya mau bilang terimakasih buat temen-temen saya, yang udah nerima saya apa adanya, bagaimanapun saya. saya sayang kalian.

jujur dua puluh satu tahun hidup di dunia ini, saya tidak pernah mempercayai siapapun. saya keukeuh dengan prinsip hidup saya "trust no one, share no secret". saya beranggapan kalau orang-orang bersahabat saling dekat satu sama lain hanya karena alasan yang tentunya menguntungkan bagi mereka. i know its true, cause i've been there. dimanfaatkan, setelah itu dibuang saja seperti sampah tak berguna. di sini, di IPDN inilah saya baru belajar apa arti persahabatan yang sebenarnya. saya belajar, persahabatan yang hakiki itu adalah persahabatan tanpa alasan.

disini untuk pertama kalinya, saya merasakan ada bagian saya yang berada pada orang lain. yang apabila orang tersebut tersakiti, saya juga ikut merasakan sakit. disini juga, saya menemukan orang yang bisa menjaga rahasia saya sebaik-baiknya. orang yang bisa saya jadikan tempat bersandar, menceritakan keluhan-keluhan, dan meredakan tangisan saya di malam buta. saya belum pernah lakukan ini sebelumnya. selama dua puluh satu tahun, semuanya saya simpan sendiri. disini juga lah saya menemukan orang-orang yang bisa mengajari saya tanpa harus menggurui. orang yang mengenal saya dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa satupun rahasia. orang yang menerima kekurangan saya dan menjadikan saya merasa lebih baik setelah bertahun-tahun merasa jadi orang pertama yang harus dimusnahkan dari muka bumi ini. saya nggak punya apa-apa yang bisa saya berikan untukmu, untuk kalian, selain ucapan terimakasih yang luar biasa. terimakasih telah menerima saya dan kekurangan saya apa adanya. saya tidak tau apa jadinya saya tanpa kalian. semoga persahabatan ini bisa terus berjalan sampai kita hembuskan nafas terakhir nanti, walau kenyataannya nanti kita pasti terpisah-pisah, kembali ke daerah masing-masing. tapi saya yakin kok, yang namanya sahabat itu nggak ada yang ada yang sifatnya sementara. inget gak janji kita waktu itu? WE ARE FOREVER. bersama kalian akan saya menemukan siapa saya sebenarnya dan apa yang saya cari, siapapun diantara kita yang 'pulang' duluan, saya yakin kok dia akan tetap hidup dalam hati yang lain, sampai ikut menyusul suatu saat nanti. i love you guys, more than i can say.

thats all. saya nggak bisa lanjutin. nggak pengen ini kampus kena bencana banjir bandang.


Kamis, 23 Juni 2011

labirin


saya percaya kalau kesedihan bisa datang kapan saja. kadang saat kau berjalan-jalan di taman kota. kadang saat jam istirahat diantara kelas. kadang saat kau buang air kecil sambil bernyanyi kecil di kamar kecil dan kadang bahkan saat kau sedang tertawa bersama teman-temanmu sambil menikmati makan siang di sebuah cafe. yang menjadi favorit saya, dia datang saat saya tertidur pulas di malam buta. dia membangunkan saya dan menghadirkan saya ditengah hutan belantara gelap gulita tanpa satu pun petunjuk untuk menemukan jalan keluar. saat itulah saya merasa orang paling sendirian di dunia. diri saya yang seharusnya saya kenal dengan baik bahkan terasa sangat asing. saya merasa segala sesuatu disekitar saya adalah musuh yang siap menggempur dari segala arah. bahkan pada keadaan terburuk, saya merasa musuh bebuyutan nomer satu adalah diri saya sendiri. satu-satunya cara untuk memenangkan pertarungan ini adalah dengan mengalahkannya. membuat diri saya, musuh dalam selimut ini terkapar berdarah-darah dengan nadi tersayat. saya tidak pernah melakukan hal itu. belum, lebih tepatnya. secara eksplisit bisa dikatakan sekarang: saya belum pernah menang.

saya juga percaya kalau tidak semua permainan di dunia ini dapat diselesaikan, bahkan dengan trik dan kode paling ampuh sekalipun. seperti saya, saya telah bermain dalam labirin ini bertahun-tahun tanpa kejelasan apakah permainan ini punya jalan keluar atau tidak samasekali. saya yakin, jikapun ada, pintu itu pasti dikunci rapat dan kuncinya disimpan dalam kantong celana makhluk yang konon bernama tuhan. ini terlalu rumit dan berliku untuk saya ceritakan, sama sulitnya dengan menemukan jalan keluar dari labirin gila yang memaksa saya berputar-putar dan kembali lagi ke titik yang sama berulang-ulang tak berkesudahan. kadang saya berharap bertemu dengan seekor minotaur setinggi dua kali saya, penjaga labirin seperti pada cerita mitologi yunani. meskipun dia akan memancung saya pada saat itu juga, setidaknya saya paham bahwa saya tidak sendiri di labirin ini. tapi bertahun-tahun di tempat lembab ini, tak satupun minotaur yang saya temui. tuhan benar-benar meninggalkan saya sendiri di tempat ini. dan saya tau, dia menonton saya dari atas sana, seolah tidak terjadi apa-apa.

tetap melanjutkan permainan ini sungguh sama tololnya dengan mengerjakan soal aljabar dengan rumus yang jelas-jelas salah. kadangkala tuhan memberikan kita rumus yang salah dari awal, memaksa kita melewati kebingungan demi kebingungan tanpa ada satupun titik terang, tak jelas lah apa maksudnya. formula salah ini telah membuat saya terjebak dalam kebingungan besar, bertahun-tahun, sehingga tak peduli apapun yang saya lakukan, saya tak pernah mendapat jawaban yang benar. kadang saya berpikir bagaimana jika saya tinggalkan saja pertarungan ini, daripada terus menerus melukai diri saya untuk menemukan jawaban yang benar. tapi tuhan mengancam kelulusan saya dan kau tau itu artinya apa. dia terlalu senang bermain-main dengan perasaan saya. itulah kenapa saya tidak terlalu suka dia.

saya bisa mendengar ribuan orang lalu lalang, tertawa lepas diluar sana disaat saya meronta-ronta melepaskan diri. saya diadili seperti orang yang melakukan kesalahan besar seperti membunuh satu klan atau apalah. saya benar-benar tidak mengerti kesalahan saya apa. pemasungan di labirin tanpa pintu ini saya rasakan terlalu tidak adil. haruskah sekarang saya benar-benar mengalahkan musuh bebuyutan ini untuk menang? membuatnya terkapar berdarah-darah? terjebak dalam kesalahan yang tidak pernah lakukan dan pergumulan sengit dengan diri sendiri bukanlah cerita yang manis untuk diceritakan. karena itu, tolonglah siapapun selamatkan saya dari tempat ini.

disini, di labirin ini. jalan-jalan sempit, lembab dan gelap. dan saya kini benar-benar tersesat.


Selasa, 21 Juni 2011

hanya bermodal cinta

hello world!
menjawab ajakan Mentri Kebudayaan dan Pariwisata, Bapak Jero Wacik di apel provinsi kampus IPDN jatinangor tercinta, agar praja IPDN berkesenian untuk menumbuhkan hati yang lembut. this is my second video. covering eric's song, one of the most romantic song i ever heard, hanya bermodal cinta. saya pengen buktikan kalau dibalik tampang sangar 'teman-teman' saya (secara saya nggak sangar dink :p) tersimpan jiwa yang romantis. ahay, enjoy!



saat pertama kali ku dengar suaramu, hati kecilku berkata ada sesuatu
mungkinkah dia gadis terakhir untukku, yg selama ini kudambakan
sampai akhirnya ku kenal kau lebih jauh, hingga aku yakin kamulah yg terindah meski dinginnya sikapmu akan tingkahku, sedikitpun aku tak peduli

pelit senyumanmu di depanku, semakin membuatku penasaran
berharap nanti kau ku miliki, sampai di ujung senja

maafkanlah sayang bila kau tak berguna, mungkin aku hanya lelaki hina bermodalkan cinta , tulus kesetiaan kepadamu sebisanya kan kusenangkan kau selalu, meski hanya dengan sebuah lagu lagu tentang cinta, cintaku kepadamu saat ini

jangan lupa share ke yang lain kalo suka ya, thankies! :)


Jumat, 17 Juni 2011

lady gaga - born this way cover (by me!)



i like gaga and most of her songs. i love her perspective about diversity. and now, with my silly voice and my pimples, i'm singing one of her song: born this way.
this video kind of embarrassing, but yeah, i hope you enjoy it xD
sorry about the lyrics. i don't really know. LOL.




Ida Oka Viosa Monyet

goodnight pals.
saya lagi kesel. kasusnya masih sama kaya yang kemarin, masih dengan orang yang sama pula. siapa lagi kalau bukan Ida Okta Viosa, manusia sinting dan menjijikkan itu. seperti saya bilang kemarin, awalnya saya menemukan foto ini, saya bilangin baik-baik sama dia supaya foto saya yang dia upload di facebooknya tolong dihapus. tapi sampai sekarang, sampai berita tentang facebooknya udah saya publikasikan di blog, ini monyet masih keukeuh ga mau hapus foto saya itu. naujubileh, kok ada ya manusia spacies beginian. udah ga punya malu sama sekali dia emang.

kemarin saya sempat lega waktu saya kirim message begini nih ke facebooknya, dan ditanggapi dengan baik.


tapi kenyataannya sampai sekarang beliau ini belum rela menghapus foto itu, bahkan setelah dapat hujatan dari teman-teman saya. lebih parah lagi sekarang dia bikin facebook baru, Ida Oka Glossy dengan foto saya! WHAT THE FVCK? ini orang bener-bener deh minta dibacok. saya nggak tau deh apa yang ada di pikiran si muka tembok ini. urat malu udah putus kali ya bang? kau itu menyedihkan tau nggak Ida, atau siapapun lah namamu, terserah. sadar nggak kalau cara anda menggunakan foto saya tidak sebagaimana mestinya bisa saya tuntut lewat jalur hukum? katanya elu orang pinter, bussiness man, berpendidikan, englishnya mantap. tapi masa buat mainan kaya facebook begini aje masih pake foto orang. malu dong.

ini dia facebook barunya, masih dengan foto saya.


saya lebih ghedek lagi setelah dia update status begini:


yeah man. your life style atau apalah omongan tak jelasmu itu. kau suka jadi dirimu sendiri, jadi kenapa harus pakai foto saya di facebookmu? saya benar-benar berpikir kalau ini orang memang mengidap kelainan jiwa atau jangan-jangan lebih parah, psikopat. ternyata tampangmu yang menjijikkan itu sama kaya dalemnya.

beberapa teman mencoba berinteraksi dengan dia. saya merasa sangat beruntung punya teman-teman yang begitu care dengan saya sampai ikut ngurus masalah yang gak penting begini. berikut ini kutipan obrolan temen saya, Gloria, yang udah sempet-sempetin chating sama ini makhluk antah barantah. liat betapa nyolotnya dia:

Gloria: hahahha....gue tau FB ini dr blog tmn...lo nyolong foto temen gw n di aku2 jadi foto loo? hapus tu foto si Hans....
Dia: Kalo ga mau??
Gloria: haha, nantangin? ckckck...terserah klo ga mau...bukan gw yg dosa yang pasti gw dah bantuin lo biar ga dosa boongin banyak cewe dg foto yg bukan foto lo...urusan lo kalo gak mau !
Dia: penasehat yang tidak berhasil menasehati,berarti sama dosanya...
Gloria: maksud lo?
Dia: kamu yang kena dosa,hahaa...
Gloria: hah? whateva...ababil dasar!!!
Dia: ababil?? apa...an lagi tuh,paling kamu yang ababil...

See?? kalo nggak sakit jiwa, apa dong namanya ini?

Mau tau nggak alasan kenapa dia nggak bisa berhenti pake foto saya? Ini dia percakapan temen saya Elshinta Nabella:


yeee. sumpah ya njing ya. najis babi deh gue nemenin foto-foto lo itu. lo jelek mah jelek aja sampe mampus. ga usah bawa-bawa gue.

sorry nih, saya rada emosi. siapa yang ga emosi coba? ngeliat tingkah anehnya yang luar biasa ridiculous. temen-temen saya aja juga gerah dibikinnya. coba aja disini lo ka, udah gue tampol sampe semaput.

sebenernya ini orang udah lama nyari-nyari masalah sama temen-temen praja saya yang lain. coba deh baca perdebatannya dengan Teguh Ilham Simabua disini (click!). keliatan banget ini manusia ini gak ada isinya tapi terlalu banyak omong. contohnya ini nih:


"Bukannya UUD 1945 itu sering dibaca setiap hari senin??
Hmmm...??
Sepertinya anda ini ga pernah nonton berita ya,
Pengetahuan anda tentang bussinessman itu sempit sekali ya,
bussinessman itu bukan cuma pengusaha besar..."

liat noh betapa konyolnya ini manusia. anak SD aja tau kalo yang dibaca tiap hari senin itu adalah pembukaan UUD 45, bukan UUD 45-nya. aje gile, siapa yang mau baca itu undang-undang dasar 45 segono panjang tiap hari senin. ckckck. miris saya ngeliatnya, ini orang udah bego, nyolot. bener deh kata Inez, kalau dia ini kombinasi yang mengerikan. saya nggak yakin deh kalo ini orang pernah disekolahin. atau lebih parah lagi, saya kurang yakin kalo dia ini dari spacies homo sapiens.

sekarang masalah malah merambah pada semua rekan praja saya, gara-gara status ini:
ya olooh, orang begini cepet mati kek


udah deh kayanya. ini mungkin jadi postingan terakhir saya tentang makhluk mengerikan ini. capek saya. terserah deh dia mau pake itu foto buat apa. namanya orang gila ya, sakit jiwa. kalo diladeni malah kita yang ikutan sakit jiwa. mending dibiarin aja. ntar kalo udah cape paling berhenti sendiri. tapi saya bener-bener wishing loh, mudah-mudahan ini orang cepet mati. kelindes truck kek atau dimakan harimau sekalian. tapi awas ya Oka, kalo gue ketemu elu, siap-siap aja muke lo yang udah jelek genetis itu gue bikin bonyok. note it.

terakhir, bonus. status-status yang nauzubilah menggelikan dari almarhum Ida Oka Viosa.
mari dicek sama-sama:


??? oh iya deh. selamat kalo gitu. semoga selain over happy bisa sekalian over dosis juga ya.


mungkin maksudnya 'old friend' kali ya? kasian banget temennya ini dibilang 'panjang'


noone cares of what you do, bitch! realize it!



Rabu, 15 Juni 2011

Ngakak

HELLO MONSTERS!
langsung aja. rabu pagi yang cerah, saya dapet wall dari temen saya di jatinangor, Teguh, yang bilang kalo lagi-lagi ada akun facebook yang pura-pura jadi saya. namanya 'Ida Okta Viosa'. tanpa ba bi bu, saya langsung buka laptop, sign in di facebook. saya nggak nemu itu akun. kesimpulan pertama: saya di block sama dia. dia kira saya bego kali ya. saya sign out dan sign in lagi dengan akun yang memang dari dulu udah saya siapkan buat tracking. dan akhirnya saya menemukan facebook Ida Okta Viosa yang tampan tiada tara ini.

sekilas ngeliat facebooknya, mungkin ga ada yang mikir akun tersebut adalah akun palsu, karena memang sebagian besar fotonya adalah foto-fotonya sendiri. entah untuk tujuan apa, dia menyelipkan salah satu foto saya di album profile picturenya dan ngaku-ngaku itu dia. berbeda dengan reaksi saya waktu mendapati akun 'hans brownsound justin', kali ini saya malah ngakak gila. jaman sekarang ternyata banyak banget yah manusia yang krisis karakter. melakukan apa saja demi demi, tak taulah demi apa.

sebenarnya saya sudah pernah ketemu ini akun. waktu itu langsung saya tegur baik-baik 'kenapa foto saya ada di facebook anda?', terus dia langsung ngeles 'eh, nggak tau nih, tadi ngeliat foto kamu, ngetag, eh nyasar ke profile aku'. sekali lagi, dia kira mungkin saya orang pedalaman yang baru kenal facebook satu setengah hari yang lalu. lalu saya balas "hapus". dia balas lagi, "iya, dihapus". setelah itu foto tersebut bener-bener dihapus sama dia. saya nggak tau gimana ceritanya itu foto bisa ada lagi disana. kesimpulannya, setelah dihapus, diupload lagi. buat apa coba? kurang kerjaan banget ini orang.

saya lagi malas berbasa-basi. posting ini saya dedikasikan buat Ida Okta Viosa yang menyedihkan. semoga cepet-cepet insaf deh kamu ngaku-ngaku jadi orang lain. biar kamu makin populer, ini nih saya bantuin promosi langsung dari blog saya, biar makin banyak yang ngerequest kamu dan kamu makin terkenal di dunia akhirat ya sayang. ntar kalo udah terkenal, jangan lupa sama sama saya. yah yah.


ini dia facebook cowok ganteng itu. tolong yang cewek-cewek segera add as friend.
ntar kehabisan. yang mau kenalan klik
disini
!


tolong di-like semua fotonya ya, biar yang bersangkutan hepi dan terkenal seantero jagad


ini salah satu komen di foto saya yang dia pajang.
ngakak!


ini salah satu sampel komentar yang ada di foto saya yang dia pajang di facebooknya. ada orang yang meragukan kalo foto tersebut adalah foto aslinya, lihat bagaimana mas ganteng ini menjawab dengan englishnya yang aduhai (siapkan ember buat muntah dan tissue yang banyak buat ngakak sampai nangis)


ini foto aku pas short hair cutting kalo di-view dari samping
ini seragam IPDN,
are you clear...??
i don't think is yes for you..
^_^
coba vellove ber-imajinasi, sebentar

now i want to hang on a tree and suck my own D

quotes by: Ida Oka Viosa
(yang saya jadikan sebagai quotes of the day hari ini :p)


yaudah deh Ida, selamat terkenal aja deh ya. semoga kalo udah terkenal ntar nggak lupa sama saya yang udah buang-buang waktu promosiin facebookmu di blog saya ini. keep peace, love and gahoel! jangan lupa, keep being a warm boy. LOL.

ps: coba deh baca status-statusnya. dari sono keliatan banget ngebet pengen jadi artis tapi apa daya tangan tak sampai.


Sabtu, 11 Juni 2011

4 days off - Akkarena Beach

hello woods!

sedikit menjepret mede yang bergaya

saya pengen cerita tentang cuti bersama minggu lalu. nothing exciting i swear, tapi entah kenapa saya pengen cerita. empat hari off seharusnya jadi sarana paling pas ya buat break dari segala aktifitas yang menjemukan. terus terang saya benar-benar bosan dengan hidup saya akhir-akhir ini. everythings flat, tak ada hal baru yang menyenangkan. sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya harus stay di kelas dari senin sampai jumat dari jam delapan pagi sampai jam lima sore, dan saya harus menghabiskan waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu di tanah 150 x 50 meter ini. you know how much i struggle to survive.

Saya rencananya mau jalan-jalan ke Manado, empat hari cukup lah buat snorkeling di bunaken dan jalan-jalan di danau tondano. Beberapa hari menjelang keberangkatan, harga satu kali penerbangan ngelunjak sampai dua kali lipat, maskapai tau banget cara memanfaatkan hari libur jadi sarana maraup untung besar. Tentu saja budged di rekening merah putih saya nggak kuat, apalagi bulan mei lalu saya udah jalan-jalan ke Ambon. Alhasil Manado terpaksa dicoret dari daftar. Entah untuk keberapa kalinya rencana saya ke Manado harus ditunda.

Gagal ke Manado, beralih ke opsi ke dua. pulau Kapoposang, Pangkajene Kepulauan. saya tau pulau ini dari majalah intisari yang rutin saya beli tiap bulan. Pulau ini dianggap pulau paling bagus di sulawesi selatan. Selain laut sekitarnya dijadikan arena diving, pulaunya juga dihuni satwa endemik, ketam hitam terbesar di dunia (look, betapa kayanya kita, Indonesia). Berbekal informasi seadanya dari majalah tersebut, Saya, Mede dan beberapa teman mengunjungi pelabuhan Popsa Makassar, Pelabuhan dimana kapal yang akan membawa ke pulau Kapoposang. Sampai disana saya dan teman-teman bertanya sama empunya kapal. Dan ternyata kami ditawarkan paket wisata kesana dengan biaya preet satu juta sehari. Saya langsung tersenyum manja tanpa harapan. Dengan budget segitu saya udah bisa berjemur di bunaken pak. Lemes jadinya! Saya nggak tau lah ya apakah paketnya worthed atau nggak. Tapi katanya paketnya udah sama diving disana. Tapi tetep aja, satu juta bukan pilihan gampang untuk wisata domestik provinsi. Ya sudah, akhirnya Pulau Kapoposang dicoret dari daftar.

Hari pertama berlalu begitu saja. Setelah dari pelabuhan Popsa, sore sampai malam cuma ngangkang aja di kamar sambil melototin laptop. bener-bener flat lah pokoknya. Hari kedua saya bangun kesiangan, tak tahu lah itu jam berapa. Temen satu kamar saya, Bastian, ngajakin ke pulau Samalona. Itu loh, pulau yang pernah saya ceritain juga disini. Karena udah pernah kesana, saya nggak terlalu excited tapi saya pengen banget ke pulau. Saya pengen menghabiskan malam di pinggir pantai yang pasirnya putih, bakar ayam, mengelilingi api unggun, bermain ombak, dan ngeliatin bintang *romantis dadakan*. Tapi suer, saya kangen banget sama suasana kaya gitu. terakhir itu waktu saya baru lulus SMA, lagi jaman liar-liarnya. Saya berenang di laut dari siang sampai sore, sampai badan saya merah semua kaya kepiting rebus, malamnya langsung dilanjutkan bikin api unggun plus bakar ayam, ngalor ngidul sampe ketiduran dan baru bangun saat matahari udah tinggi. Saya pengen merasakannya lagi, walau mungkin kali ini dengan orang-orang yang berbeda.



Saya berusaha ngajak temen-temen saya, tapi sayangnya ga satupun yang excited. Bahkan Mede yang biasanya selalu se-Nafsu untuk jalan-jalan juga ikutan ogah-ogahan dan lebih milih tidur seharian. Oh, saya benar-benar hopeless. Sedih menerima kenyataan, saya ikutan molor seharian, sampai Bastian ngajakin ke Pantai Akarena. Daripada bengong saya ngikut, apalagi saya belum pernah kesana. Mendengar kata 'Banana Boat' membuat saya berekspektasi lebih. Dengan membayar sepuluh ribu rupiah saya dan temen-temen udah bisa memasuki kawasan pantai Akarena. Saya akui, sunset di makassar is the best. Bener-bener lempeng liatnya, tapi sayangnya Banana Boatnya tidak seperti yang diharapkan. Saya nggak jadi berbanana boat dan juga tidak jadi berenang. Baru beberapa menit nyampe disana aja udah diumumin bagi pengunjung pantai karena udah menjelang malam silahkan berhenti berenang. usai sudah cerita kau dan aku *kangen band mode: on*. Saya, Mede, Bastian dan Bagus menikmati angin pantai aja di anjungannya yang ada tulisan LOVE berlampu-lampu itu. Setelah itu kami masuk ke GTC yang udah kaya rumah zombie dan balik ke asrama. tidur dan bangun kesiangan lagi.

Hari ketiga, semua plan bisa dikatakan gagal. disaat teman-teman lain sedang asik dengan liburan masing-masing, saya cuma terkapar tak berdaya di kamar. untunglah siangnya ada pencerahan. Astos ngajak karokean dan ke toko buku. dan akhirnya akhir pekan saya diisi dengan ngalor ngidul dengan si tukang sapu ini. Besoknya, hari terakhir saya mbabu, bersih-bersih kamar, bongkar lemari, ngelap meja dan pekerjaan sejenisnya, dan besoknya lagi bangun, eh ternyata sudah senin aja. ohh noooo.

Bagaimana?
Saya juga bingung dimana letak menariknya.
Haha :p


Kamis, 09 Juni 2011

california


entah mengapa akhir-akhir ini saya begitu ingin pergi ke california. saya belum pernah kesana. logikanya, bagaimana saya bisa tau tempat itu menyenangkan atau tidak. entah karena saya terlalu banyak menonton drama atau karena saya baru mendengar lagi lagu savage garden yang waktu saya sembilan tahunan dulu selalu diputar papa saya saat mengantar saya sekolah. tak pedulilah, yang penting saya ingin kesana.

saya ingin sebuah rumah mungil disana. saya ingin berteman dengan ombak, angin, dan matahari. melupakan sejenak dunia, tetek bengek serta kebingungan-kebingungannya. berlari-lari dipantai bersama seekor husky atau sekedar berdiri di santa monica menikmati anggunnya santa barbara. saya hidup hanya sekali, tidak kah saya berhak mendapatkan apa yang saya inginkan? hidup saya terlalu singkat untuk selalu didikte apa yang harus saya lakukan, apa yang tidak. hidup ini tak cukup panjang untuk memikirkan apa yang boleh, apa yang tidak boleh dilakukan. saya akan temukan apa yang saya cari. saya akan bahagia.

california, entah bagaimana caranya, saya harus kesana.

#meracau menjelang tidur, setelah sehari mendapat perlakuan tidak menyenangkan.




 

Blog Template by