Kamis, 20 Oktober 2011

Galau (part sekian ribu)

hello dear.
its been long long time. liburan berakhir dan saya sekarang sudah kembali berada di kampus jatinangor tercinta yang udah dua setengah tahun saya tinggalkan. masih 'homesick' sih sebenarnya, masih kangen kampus di makassar yang lebih sepi dan tenang. disini mah ribuan orang, luas banget dan peraturannya sedikit lebih ketat daripada kampus di makassar. disini saya seperti memulai hidup baru lagi. lingkungan baru, orang-orang baru, dosen-dosen baru, semua serba baru. dan saya tipe manusia melankolis yang tidak terlalu senang dengan perubahan drastis, ya jadi seperti sekarang ini, rada-rada stress. apalagi saya dan temen-temen dari makassar lokasi asramanya beda-beda dan sudah sibuk dengan urusan masing-masing saja. jadi lengkap sudah kegalauan saya.

saya mungkin selama ini terlalu berleha-leha di comfort zone, sekalinya dipaksa keluar. Bam! Hancur deh berkeping-keping. Rasanya aneh aja harus memulai semuanya dari awal. Harus jauh dari teman-teman yang udah saya anggap bagian dari diri saya sendiri. Harus hidup satu kamar dengan orang-orang yang baru saya kenal. Rada bete juga sih, karena beberapa roomates nggak cocok sama saya (haha, siapa sih yang bisa cocok sama saya ya). Kehidupan sosial saya mungkin memang tidak terlalu baik. Saya tidak begitu bisa berurusan dengan orang-orang baru. Saya tidak cepat akrab dengan orang-orang, bahkan sebenarnya hanya beberapa orang saja yang bisa dekat dengan saya.

Jadwal kuliah yang padat dan kondisi semua serba gak enak membuat saya tertekan. Saya bahkan kehilangan mood saya untuk berbuat apa-apa sebulan ini. Bahkan untuk blogging saja saya rasanya ogah-ogahan. Jadi maaf bagi teman-teman yang komennya belum sempat saya balas atau blognya belum sempat saya kunjungi balik, saya sedang mencoba mengumpulkan semangat untuk melanjutkan hidup saya yang tak jelas ini. Semoga saya dalam waktu dekat dapat merasa normal lagi.

Ini tahun terakhir kuliah saya, otomatis semester depan saya udah harus penelitian dan bikin laporan akhir. Ini juga yang bikin saya stress dari hari ke hari. Saya selalu merasa ilmu yang ada di kepala saya belum cukup untuk mengadakan suatu penelitian, apalagi bikin laporan akhir. I don’t know how to deal with this, I don’t know how can i be this stupid. Entah kapan saya bisa sedikit menikmati hidup ini :(

Rasanya saya ingin hilang dari dunia ini untuk beberapa lama.
Oh tuhan, tolong selamatkan saya.


Jumat, 07 Oktober 2011

Manglayang


Manglayang malam ini, tenda-tenda dan pandemonium mereka
Aku meringkuk bodoh dalam sepi yang tergantung memberi jarak antara kau dan aku
Ku sulut sigaret pertama, mencoba mencuri hangatnya
Bertanya pada bulan tentang rasa yang tergantung di lidahku, dan dalam diamku,
tanda tanya mengisi rongga-rongga otakku sampai lumpuh tak mampu berpikir,

Sigaret kedua kuhisap ketika kau melewati api unggun, dan asapmu mengepul siangi dingin yang mulai biadab,
Beberapa waktu berhenti, sinarmu mengalahkan bulan yang terlalu letih bersolek
Kutatap senyummu dalam jilat-jilat api
kunikmati dari jauh,
Gemerisik ilalang keringmu senada dengan aroma yang ditebar jangkrik
Meredam kesunyian, menjadikannya sebuah tanya yang tak tertebak

Sigaret ketiga,
Aku ingin menghentikan ketergantunganku pada sigaret sama seperti aku ingin berhenti mencanduimu
Entah unsur adiktif apa pada senyummu sehingga aku terlalu susah untuk beranjak
Bahkan kini aku kian giat membangun kisah kita dalam dunia bawah sadarku,
Bersenang-senang dengan bayangmu yang nyata kurasa dalam dingin yang mendarah daging

Sigaret keempat, api unggun lenyap, tinggal bara meletup-letup
Kau menghilang ketika cahaya tak mampu menjangkau hangat nafasmu,
Dan senyummu pergi bersama angin gunung yang samar
Sigaret terakhir kulempar dalam bara, dan hanguslah ia bersama malam yang kian renta
Ku diam beberapa waktu tanpa sigaret, tanpa kau
Dan denyut jantung perlahan melambat
Aku sadari kau takkan kembali, atau mungkin kau hanya sebuah ilusi
Fatamorgana padang pasir yang kini aku temui di gunung ini

Bersaranglah aku dalam selimut
Hangat menjalar,
Tapi seperti kamp tanpa api unggun
Seperti itulah malam ini tanpamu

Manglayang, 20 September 2011


 

Blog Template by