Sabtu, 02 Februari 2013

Banjarmasin: Festival Budaya Pasar Terapung

Saya mendarat di Bandara Syamsudin Noor sebelum tengah malam. Di bandara saya udah ditunggu sama temen gila-gilaan saya di kampus, geng andalan Banjarbaru: Memed, Fatah, Pebri, dan Maja. Saya merasa beruntung bisa nyampe Banjarmasin tepat waktu karena malam itu adalah malam penutupan Festival Budaya Pasar Terapung 2012–Festival budaya tahunan yang diadakan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memperkenalkan kebudayaan Banjar pada wisatawan lokal maupun mancanegara. Coba saya ambil penerbangan besok paginya, tentunya saya gak bisa liat kemeriahan Festival Budaya ini. Tak ingin terlambat lebih lama lagi, dari bandara kami langsung tancap gas menuju pusat kota Banjarmasin, sekitar satu jam dari Bandara yang letaknya di Banjarbaru.
Jika Manado sering disebut kota seribu gereja, saya bisa bilang kalau Banjarmasin itu kota seribu jembatan. Soalnya tiap beberapa menit sekali, pasti nemu jembatan. Ini karena Kota Banjarmasin sendiri dipotong-potong oleh Sungai Martapura dan anak-anaknya. Banjarmasin malam itu rame banget. Kayaknya hampir semua penduduknya tumpah ruah ke pinggir Sungai Martapura untuk nonton penutupan Festival Budaya Pasar Terapung. Saya dan temen-temen juga ikut ambil bagian dong. Masuk keramaian disekitar jembatan dewi, nonton jukung warna-warni lengkap dengan lampu-lampu hiasnya. 
Sebenarnya saya udah gak asing sama istilah-istilah di Banjarmasin seperti seperti jukung (perahu kayu), klotok (perahu motor), dan lanting (rumah apung)–waktu SMA saya pernah punya novel judulnya ‘Rumah Tumbuh’ yang bersetting kehidupan di Banjarmasin. Novel itu inspiring sekali, novel ini juga yang bikin saya pengen datang kesini. Beberapa waktu sebelum saya berangkat ke Banjarmasin, saya coba bongkar lagi lemari tempat saya menyimpan buku-buku lama, dan sedihnya saya gak nemu lagi itu buku. Nasib anak perantauan ya, barang di kamar kampung halaman berangsur-angsur hilang tak tentu rimbanya.
Back to topic, kami datangnya agak telat memang. Pas nyampe sana jukung-jukung hiasnya udah bersiap pulang ke rumah masing-masing. Meskipun begitu, penutupan festival pasar terapung ini tetap seru karena banyak kembang api. Saya selalu suka kembang api. Saya juga diijinin sama amang-amang baik hati untuk naik ke jukung hiasnya. Malam itu rasanya semua kekacauan penerbangan dari Lombok ke Banjar terbayar lunas. 
Sebelum pulang, sambil menunggu jalanan gak terlalu padat. Saya dan teman yang gila-gila ini nongkrong di trotoar sambil makan pentol. Pentol ini adalah bakso kecil-kecil (kadang ada isinya), jajanan gaul-nya anak Banjarmasin. Karena saya udah melewati perjalanan yang panjang untuk sampai disini dan sesungguhnya saya udah lapar tingkat dewa karena ga makan apa-apa dari tadi siang, saya makan pentol banyak banget. Dan saya ditraktir Pebri. Iya, catat ya, saya ditraktir Pebri. Katanya bagian ini harus dimasukin dalam posting ini biar semua orang tau kalau dia itu baik hati dan dermawan. Padahal tumben-tumbenan, kalau di kampus mah boro-boro traktir, nitip beli makan aja mesti sujud-sujud dulu. Dari Banjarmasin kita balik ke Banjarbaru untuk istirahat di rumah memed, bersiap untuk petualangan selanjutnya besok.
Terakhir, saya mau minta maaf juga kalau posting ini terlalu banyak foto narsisnya. Saya lagi di fase manic yang kronis, jadi agak susah mengendalikan diri, mohon dimaklumi. Jadwal lengkap Festival Budaya Terapung 2012 bisa dilihat disini ya. Have a good day!

7 blabla(s):

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

wah seru juga tuh jalan-jalannya.. msh kul ipdn atau dah selesai,bro.adik gw lulusan ipdn jg

-Gek- mengatakan...

Foto2nya bagus banget. ternyata Banjarmasin keren abis ya.. Aku suka makanannya, makanan itu juga populer di Bali, pentol dan sate telur puyuh, :)

Salam kenal Hans! I think I like your blog - I love men who writes. :D

Alvina A. Amir mengatakan...

bener2 yeee brondong yg satu ini kerjaan nya jalan2 mulu #ngiriiiii setengah mampus huhuhu :(

btw, pentolnya menggiurkan... bikin lapeer..

Hans Brownsound ツ mengatakan...

ayas: udah selesai bang. adeknya angkatan brp?
gek: thank you! salam kenal dan i love your blog too! :)
mbk vina: ambil.. ambil.. :))

Ratri Anugrah mengatakan...

Aaaaaahh.. kapan ya bisa kesana :( bagus banget itu perahu2nya. Diadakan setahun sekali ya?

Bayu Hidayat mengatakan...

asik pasar terapung. kok ngak ada pasar nya di tengah. hmmm kirain pasar pake sampan gitu. tpai keren

Anissa Florence Oktina mengatakan...

Foto yang terakhir bikin lapar deh hehehehe

 

Blog Template by