Sabtu, 18 Mei 2013

Jodoh

Saya suka ide Tuhan yang satu ini: di suatu tempat, ada seseorang yang diciptakan untuk seorang lain, dan mereka akan bertemu jika saatnya tiba.
Setelah menyikat gigi, mencuci kaki dan mematikan lampu - pada malam-malam dikala mata susah terpejam, saya selalu membiarkan pikiran ini kelayapan, berkeliaran kemanapun dia suka. Seperti malam kemarin. Entah darimana awalnya, saya berpikir tentang 'jodoh'. Ini tiba-tiba sekali, karena jika melihat beberapa waktu kebelakang, saya selalu berjalan sendiri dan tidak komplain dengan itu. Sudah lama rasanya tidak ada pelukan hangat atau kecupan di pipi. Atau bahkan pesan-pesan selamat pagi. Mungkin justru itu sebabnya? Karena setegar apapun manusia, selebar apapun hati kita, pada akhirnya semua butuh sebuah pelukan hangat yang bernama 'pulang', tempat dimana kita berteduh dari hari-hari yang berat. Mula-mula saya merasa risau, apakah memang ada seseorang yang diciptakan untuk saya, untuk berbagi gembira dan menua bersama? 
Ada ruang kecil di kepala yang selalu iseng, apalagi saat lampu telah padam dan yang terdengar hanya suara gerombolan jangkrik yang saling merayu. Saya mulai menerka-nerka, jika ada, seperti apa kiranya dia yang diciptakan untuk saya? Apakah dia berhidung mancung dan besar seperti yang saya idamkan? Atau jangan-jangan dia juga dari sekte yang menganggap sabtu adalah hari agung yang harus ditunaikan dengan sukacita? Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Apakah dia sedang memotong kuku? Atau sedang mengganti channel televisi dengan remote sambil menyandarkan kepala ke sofa? Atau mungkin persis seperti saya, di dalam selimut sambil berfikir tentang jodoh, yang belum ia ketahui rupanya seperti apa - juga bertanya-tanya bagaimana Tuhan akan mempertemukan kami.
Segala sesuatu tentang jodoh selalu bermuara pada pengharapan. Meskipun seharusnya cinta tak bersyarat, saya memiliki keinginan yang manusiawi tentang bagaimana sosok jodoh yang konon akan ditemukan nanti. Sungguh, saya tak menginginkan seseorang yang sempurna. Bersama dan menjadi orang sempurna itu perkara yang melelahkan. Saya hanya inginkan seorang yang nyata. Seorang yang bebas. Seorang yang bergerak karena intuisi tanpa berharap impresi apapun. Jika seseorang mencintai saya, saya begitu berharap ia menyukai saya sebagai diri saya sebenarnya, bukan apa yang ia pikir tentang saya. Dengan begitu, ia menyayangi baik buruk saya sebagai satu paket yang utuh. Mungkin akan menyenangkan rasanya bersama dengan orang yang menerima kita tanpa kata 'jika', sehingga seburuk apapun keadaan dan sehebat apapun pertengkaran jam dua malam, ia akan selalu memiliki alasan untuk kembali pulang.
Pertemuan adalah ide Tuhan. Cinta adalah ide Tuhan. Jodoh juga adalah ide Tuhan. Jika semua adalah ide Tuhan, mengapa harus risau? Tuhan tidak pernah sia-sia dengan idenya. Ia sudah menyiapkan melodrama dengan rentetan waktu yang pas untuk masing-masing kita. Kita harus sadar jika kita tak perlu buru-buru. Ingat saja, menemukan orang yang tepat, membutuhkan waktu yang tepat. Bahwa seperti hujan dan malam, hal-hal indah tahu kapan saatnya ia harus datang. Nanti jika waktunya tiba, dengan cara tak terduga kita akan dipertemukan dengan seseorang yang khusus diciptakan Tuhan untuk kita. Sebuah senyuman manis dan pelukan hangat yang pada akhirnya kita sebut.. Pulang.

3 blabla(s):

Ushie Cewekhujan mengatakan...

Aamiin...
Ya Allah...
Saya pikir, dia sama seperti uda'
Dibawah selimut dan bertanya2 seperti apa jodoh saya dan bagaimana caranya dipertemukan ??

:)
Keep fight....
Semoga setiap langkah yang kita jejaki, adalah sebuah langkah kecil untuk bertemu dengannya...

Aamiin

Gloria Putri mengatakan...

entah kenapa koq kayaknya konsep jodoh versiku agak berbeda y hans...
hmmm..buatku ga ada tuh istilah "jodoh dari Tuhan" krn emang kenyataannya kan kita yg milih trus kita maksa Tuhan bilang "Tuhann dia yaa jodohkuu"...lgpl dg konsep "jodoh dr Tuhan" membuat bberapa org "menyalahkan" Tuhan atas "kegagalan" percintaannya dg berkata "yahh emang jodohnya cuma sampe sini"....pdhal kputusan untuk sukses ato gagal kan pilihan org itu sendiri...
yah cm share aja sihh..over all...semoga nanti ketemu yg bs ngertiin hans apa adanya dan bs jd tempat berbagi senang dan sedih
ciayooo!!

melissa natalie mengatakan...

jodoh ya, bagian dari takdir (udah gitu aja) xD

 

Blog Template by