Sabtu, 19 Oktober 2013

Palangkaraya: Kumkum

Salah satu tujuan wisata yang paling dekat dengan pusat kota  Palangkaraya adalah Taman Wisata Kumkum. Saya, Memed dan Hadi kesini abis muter-muter jembatan Kahayan. Lokasinya sekitar 15 menitan dari pusat kota. Untuk masuk ke taman wisata ini kami harus membayar sepuluh ribu rupiah per orangnya (kalau weekend lebih mahal lagi). Sekilas memang tidak ada yang terlalu spesial, taman wisata ini terdiri dari gazebo-gazebo dengan jalan kayu yang dibangun lebih tinggi dari tanah untuk menghubungkan satu gazebo dengan gazebo lain. Juga ada resto mini, kebun binatang mini dan taman bermain anak-anak
Meskipun tidak ada yang terlalu wow, taman wisata Kumkum ini bener-bener nyaman dan rindang karena ditanami dengan pohon-pohon karet. Kami datang pagi-pagi, di weekday pula, jadi pengunjungnya baru kami bertiga. Sepi. Awalnya kami mau nyantai-nyantai di Gazebo-nya, gataunya setelah saya cek kalau mau nyantai-nyantai disana harus bayar lagi sepuluh ribu per jam pada hari kerja dan dua puluh ribu pada hari libur. Mahal ya? Mengingat perjalanan masih jauh, hehe saya gak mau bayar untuk duduk doang. Mending saya duduk-duduk di bangku kayu yang gratis. Beda tipis.



Taman wisata Kumkum ini juga dilengkapi dengan mini resto yang menyajikan masakan khas Kalimantan Tengah, seperti olahan ikan dari Sungai Kahayan, juga dilengkapi fasilitas free wifi. Kalo saya mikirnya, buat apa ya orang datang kesini, harus bayar uang masuk, bayar sewa gazebo cuma buat duduk mantengin laptop internetan. It such a waste of so many things. Di tempat yang rindang dan nyaman ini banyak hal-hal yang lebih menyenangkan untuk dilakukan, contohnya duduk-duduk di jembatan kayu menenangkan pikiran dengan melihat aktifitas nelayan dan tenangnya air sungai. Waktu terbaik untuk mengunjungi taman wisata ini adalah pas air sungai sedang tinggi, karena ntar air sungai bakalan naik sampai dibawah gazebo dan jembatan kayu. Buat yang suka ketenangan, jangan kesini pas hari libur dan hari besar, karena sudah dapat dipastikan pengunjungnya rame banget.
Disini saya dan teman-teman juga berkeliling, melihat kebun binatang mini dengan binatang-binatang dengan kandang sempit yang kelihatan tidak bahagia. Beberapa diantaranya bahkan hewan dilindungi seperti beruang madu, elang, dan burung enggang (maskot Kalimantan Tengah). Setahu saya, taman wisata ini dikelola oleh swasta. Boleh gitu ya? Saya jadi iseng-iseng googling dan yang saya dapat malah kenyataan selain populasi orangutan kalimantan yang turun drastis dalam beberapa tahun terakhir, populasi burung enggang juga mengkhawatirkan. Hal ini tak lain tak bukan dan sudah tentu ulah manusia. Perdagangan paruh burung enggang kian marak di Kalimantan karena harga yang ditawarkan cukong di luar negeri (kebanyakan China dan Malaysia) sangat menggiurkan, yaitu sekitar empat juta rupiah per paruh. Orang jadi berlomba-lomba memburu binatang dilindungi ini walaupun kegiatan ini ilegal. Tahun 2012 saja bksda  Kalteng beberapa kali menggagalkan penyelundupan ratusan paruh burung enggang ke China. Bayangkan aja, kalau satu pemburu bisa membunuh ratusan ekor burung enggang, kalo pemburunya ada seratus atau seribu, dalam hitungan tahun aja burung ini bisa langsung punah. Sad truth, greedy humans (or monsters?).


burung enggang

beruang madu. kandangnya sempit.
Ternyata perburuan burung enggang bukan hanya terjadi di Kalimantan. April lalu, bksda Sumatera Barat juga menggagalkan penyelundupan puluhan paruh burung enggang dari Kabupaten Sijunjung. Meskipun belum sebanyak di Kalimantan, tentu ini patut diwaspadai. Saya curiganya, beberapa bisa digagalkan tapi yang berhasil jauh lebih banyak. Dan yang bikin lebih sedih, seseorang bisa membunuh ratusan burung enggang dan (jika ketahuan) paling hanya dihukum dengan maksimal lima tahun penjara. Maksimal loh ya. Keuntungan yang akan mereka dapat jika berhasil dibanding hukuman jika ketahuan bener-bener gak seimbang. Makanya  orang gak takut.
Balik lagi Taman Wisata Kum-kum, taman ini dibuka dari jam delapan pagi sampai setengah 6 sore. Gak ada salahnya menghabiskan santai-santai minum es kelapa disini kalau kamu ke Palangkaraya.


6 blabla(s):

Onixtin Sianturi mengatakan...

akhirnya si enggang di bahas juga lewat postingan...
please visit onixtinoctarina.blogspot.com :)

Basecamp Buku mengatakan...

auuuuuuwooooooooo

Gloria Putri mengatakan...

aaakkkkkhhhhhh...selalu iri klo Hans sempet jalan2...huhuhu

BaS mengatakan...

Nice adventure young man!

Fivyolen Qiu mengatakan...

kerjaan nya travel mulu ya D: envy you! haha

Little Miss Olen.

Inggit Inggit Semut mengatakan...

aduuuh mas Hans jalan jalan mulu nih, ikut dong hehehehe

 

Blog Template by